
Penjara Federal Hongkong
Disaat Gasendra dan Damian bisa bertemu dengan Ayrton, Pandu dan Joey, ada yang harus menghadapi interogasi dari pihak kepolisian Hongkong.
Bayu lah yang pertama diinterogasi dan sebelum mereka bertanya, pria bermata biru itu hanya mengatakan satu kalimat. "I Want A Lawyer ( saya minta pengacara )." Membuat pihak kepolisian tidak bisa berbuat apa karena memang hak tahanan.
Begitu juga yang lain, semuanya pun hanya mengucapkan kalimat sakti itu termasuk para agen FBI, BIN, BND dan Mossad. Tidak mendapatkan apa-apa, pihak kepolisian berusaha memberikan ancaman dengan diadakan sidang sesuai dengan hukum Hongkong.
Luke hanya tersenyum. "Biar pengacara kami yang mengurus semuanya" ucapnya membuat para sepupunya tersenyum smirk saat sipir penjara mendatangi mereka di sel.
"Setidaknya kalian tidak perlu repot-repot membereskan Triad Wong. Kalian tinggal membersihkan penjahat lainnya karena kami tidak akan ikut campur sebab yang menyenggol kami hanya Triad Wong" timpal Bayu.
Melihat pemimpinnya adalah Luke dan Bayu, akhirnya petugas membawa keduanya menuju ruang kepala penjara.
***
Dan kini Keduanya berada di ruang kepala penjara Federal. Luke hanya duduk sambil bersedekap menatap ke semua anggota kepolisian dan para sipir penjara, begitu juga dengan Bayu yang tampak santai saja.
"Kalian berdua tidak memikirkan impactnya?" tanya kepala penjara itu.
"Kami tidak akan mengobrak-abrik Hongkong jika pemerintah kalian beres dalam bekerja! Itu saja!" jawab Luke tajam.
Kepala penjara sudah bertemu dengan banyak penjahat tapi kedua orang di hadapannya adalah para pengusaha sukses bahkan terkenal tapi dengan cueknya menjadi vigilante bahkan lintas negara.
Apa mereka tidak memikirkan bagaimana nama mereka tercemar di dunia bisnis? Semua pengusaha tahu bagaimana nama perusahaan arsitek dan kontraktor PRC Group terkenal di seluruh dunia. Belum bisnis restauran nya, Aerospace, manufacturing mesin... Kepala penjara tampak memegang kepalanya.
Kenapa penjara aku jadi penuh dengan orang - orang terkenal di dunia bisnis yang harus ditahan.
***
Ruang Jenderal Kepolisian Hongkong
Abiyasa, Hoshi, Luca dan Sky Chen kini berada di ruangan jendral Miu Chiao Wei yang wajahnya tampak begitu pucat dan panik. Keempat orang disana hanya duduk diam menatap bagaimana jendral polisi itu seperti berada diatas kursi panas. Tampak sangat gelisah dan keringat dingin menngalir di keningnya.
"Mr O'Grady, Mr Reeves, Mr Bianchi, Mr Chen... Ini suatu kejutan."
"Apakah anda terkejut Mr Miu? Kira-kira apakah istrimu tahu? Anakmu yang kuliah di Kanada tahu? Atau putramu yang tinggal di Australia juga tahu perilaku ayahnya?" senyum Abiyasa.
"Pantas dia tidak serius memberantas Triad Wong... Ternyata... " kekeh Hoshi.
Sky Chen tampak bertanya-tanya, aib apa yang didapatkan dari seorang Abiyasa O'Grady hingga membuat seorang jendral polisi ketakutan.
"Darimana... anda ... mendapatkan nya?" tanya Jendral Miu.
Abiyasa tertawa sinis. "Jangan dikira kami tidak menyelidiki anda semua. Ini baru aib anda, aib petinggi lainnya sudah ada di tangan kami. Sekali terblow up, habis kalian!"
"Apa mau anda? Untuk membebaskan semua anggota keluarga anda, itu tidak mungkin karena kejahatan mereka sangatlah berat!" ucap Jendral Miu.
"Kejahatan? Okelah membunuh orang itu kejahatan tapi itu jika orang yang tidak berdosa dan bersalah. Posisinya adalah Triad Wong penjahat dan kejahatan mereka sangatlah parah! Dan kenapa kalian diam saja meskipun keponakan saya menjadi pion dan sudah memberikan bukti, karena ternyata Gary Wong adalah teman g@y anda! Jadi, tidak lah heran jika mereka bisa melenggang kangkung!" papar Abiyasa.
"G@y?" seru Sky Chen tidak percaya.
"Yes. Mereka berdua bis3k$ual tapi lebih cenderung ke g@y dan mereka sudah bersama sejak sepuluh tahun lalu" jawab Abiyasa sambil terus menatap Jenderal Miu.
Sky Chen mengusap wajahnya tampak tidak percaya.
"Sebenarnya kita tidak suka membuka aib orang tapi ini sudah keterlaluan! Keluarga kami tidak pernah ikut campur urusan orang lain tapi mereka melukai anggota keluarga kami hingga harus kehilangan nyawanya. Kami sudah anggap selesai setelah pembunuh nya sudah kami balas. Tapi, kalian masih merongrong anak kami hanya karena keserakahan, demi uang yang tidak sebanding dengan nyawa dan terbongkarnya aib busuk kalian?" Luca menatap tajam ke arah Jenderal Miu.
"Mereka semua tetap akan kami sidang! Termasuk juga dengan semua agen FBI, BIN, BND dan Mossad!"
Abiyasa, Luca dan Hoshi pun berdiri yang diikuti oleh Sky Chen.
"Oke. Silahkan mereka semua disidang. Kita bertemu di pengadilan!" Abiyasa mengangguk lalu berjalan keluar ruangan diikuti oleh saudara-saudaranya.
***
Markas Chen Dua Hari Kemudian ...
"Tetap maju ke pengadilan?" tanya Taufan.
"Gabriel hendak menikah tiga Minggu lagi!" ucap Ayrton.
"Sedang aku usahakan agara Gabriel bisa bebas dengan ijin khusus plus jaminan dari Enzo Al Jordan sebagai Emir yang berkuasa, bukan kamu Ay" jawab Travis.
"Bagaimana caranya kamu lah! Rasanya pengen aku hajar sendiri!" gerutu Ayrton kesal.
"Ay, jangan kamu tambah kan persoalan kami" pinta Steven Hamilton.
Ayrton hanya duduk sambil cemberut.
"Beruntung Direndra dan Alaric tidak datang, bisa tambah rusuh!" kekeh Luca.
Terdengar suara pintu lift terbuka dan Luca melongo melihat siapa yang datang.
"Dad, mana bocah panasan itu?"
"Kamu ngapain kesini Leia?" Luca menatap tidak percaya putrinya datang bersama suaminya Dante Mancini. "Mana Vicenzo?"
"Aku titip kan ke Mommy" jawab Leia sambil mencium pipi Luca lalu Salim ke semua Oomnya, memeluk Kalila dan Jayde.
"Dante?"
"Leia khawatir dengan Luke, Dad. Jadi kami ke Tokyo menitipkan Vicenzo ke Okāsan dan Oma Fumiko lalu kemari" jawab Dante. "Bagaimana perkembangan nya?"
"Berat!" jawab Nelson.
"Nadya ikut dipenjara juga?" tanya Leia.
"Yup. Bersama Chisato dan agen Katrin Jaeger BND Jerman" jawab Kalila.
"Kamu bawa baby-nya Oma Sabine?" tanya Leia.
"Yup. Dan aku yakin, mas Sendra bakalan protes habis ke Oma kenapa baby-nya dikasih ke aku kalau nanti dia pulang ke Dubai."
Leia hanya tersenyum. "Jadi apa yang bisa aku bantu?"
***
Penjara Federal Hongkong Keesokan Harinya...
Sipir penjara merasa kalah adu tatap dengan Leia Bianchi, istri mafia Turin dari keluarga Mancini. Wanita berdarah Italia Jepang itu tampak sangat dingin bahkan para petugas disana yang terbiasa dengan penjahat, merasa merinding dengan aura yang dikeluarkan ibu satu anak itu.
"Saya hanya ingin bertemu dengan Luke Bianchi, setengah jam saja! Anda bisa melihat dari balik kaca, menyadap percakapan kami, go ahead! I don't care! Asal ijinkan saya bertemu sebentar!" ucap Leia dingin.
Akhirnya Leia dan Dante diijinkan bertemu dengan Luke Bianchi yang tampak makin brewokan karena tidak diijinkan menggunakan alat cukur.
"Oh my God!" seru Luke senang melihat saudara kembarnya. "Ngapain kalian kemari ?"
"Lihat persidangan kamu lah!" jawab Leia kalem.
"Damn... Baru generasi kita ya yang harus maju ke pengadilan..." keluh Luke. "Rekor dong..."
Dante hanya tertawa. "Resikomu Luke..."
"Well, setidaknya aku masih bisa tidur sih" cengirnya.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️