Jayde and Wira Stories

Jayde and Wira Stories
Ke London



Manhattan New York, Apartemen Keluarga Blair Di Central Park New York A Flashbacks


Travis sedang menikmati acara libur tahun Baru bersama dengan keluarga nya saat telepon dari Jayde Neville Abisatya masuk ke ponselnya.


"Yes Jayde?" sapa Travis sambil melihat wajah Rahajeng, istrinya.


"Oom, dimana?" tanya Jayde.


"Di rumah. Gimana?" Travis bangkit dari sofa dan menuju ruang kerjanya.


"Ada permintaan tolong dari Grandpa Simon Weston."


Travis mengernyitkan alisnya. "The Simon Weston?! Billionaire berlian itu?" Pengacara senior itu duduk di kursi kebesarannya.


"Aku tahu Grandpa bukan klien Oom tapi beliau meminta Oom menjadi pengacaranya."


"Kasus apa Jayde?"


"Perampokan, pencucian uang dan pemiskinan aset."


"Whoah ! Tunggu Jayde. Ceritakan semuanya, detail !" Travis lalu merubah panggilan telepon menjadi panggilan video.


***


Acara Makan Malam Keluarga Blair.


"Daddy tidak apa-apa?" tanya Nadya Blair, putri Travis.


"Daddy harus ke London bulan depan." Travis menatap ke anggota keluarganya.


"Apakah ada masalah dengan Opa dan Oma?" tanya Nelson mengingat Aidan dan Thara Blair serta Arjuna dan Sekar McCloud berada di London.


"No, Opa dan Oma aman, sehat semua. Ada kasus. White collar mix pidana."


"Siapa Dad?" tanya Nelson. "Klien Daddy kali ini?"


"Simon Weston."


"Grandpa nya Inggrid?" seru Nadya dan Nelson bersamaan.


"Inggrid pacarnya Jayde?" timpal Rahajeng. "Kenapa Travis?"


"Ada masalah di perusahaan nya. Ini Daddy sedang mempelajari semua dengan Oom Taufan dan Jayde. Rencananya tanggal lima, Daddy berangkat ke sana."


"Daddy butuh kami?" tanya Nelson.


"Tidak Son, Daddy akan berangkat bersama Oom Steven karena kasus ini sangat besar dan melibatkan uang yang banyak juga."


"Lebih banyak dari kasus Hongkong?"


"Lebih banyak dari kasus Hongkong, Nelson. Dan ini sifatnya personal..."


Nadya mengangguk. "Daddy naik pesawat Blair?"


"No, Daddy naik pesawat komersial saja bersama Oom Steven. Kamu ke Jakarta naik pesawat Blair saja Nad."


Nadya mengangguk.


***


Jayde menatap Travis Blair dan Steven Hamilton dari layar iMac nya.


"Jadi data yang kamu berikan itu baru sebagian, Jayde?!" Travis menatap layar monitor satu lagi di kantornya sambil mempelajari barang buktinya.


"Iya Oom. Aku sudah membongkar banyak ternyata masih kalah pengalaman sama Daddy" kekeh Jayde. "Itu yang aku bongkar, Daddy masih berkoordinasi dengan Grandpa Simon, Oom Stephan dan Tante Gabriella tentang keuangan perusahaan Weston."


"Harusnya mereka menikmati libur natal dan tahun Baru, malah mendapatkan surprise yang membuat semua orang pusing" senyum Steven.


"So, mari kita mulai bekerja. Shall we?" senyum Travis.


***


London, Inggris Present Day


Travis Blair dan Steven Hamilton berjalan masuk ke hotel Ritz Carlton London untuk bertemu dengan Simon Weston yang memiliki penthouse disana. Jayde menyambut kedua Oomnya dengan senyum khasnya dan menyalami keduanya.


"Halo Oom. Yuk naik, sudah ditunggu Grandpa Simon" senyum Jayde.


"Jayde, jangan-jangan malah kamu nanti yang mendapatkan mas Kawin dari Simon Weston saat menikah dengan Inggrid" goda Steven Hamilton.


"Astaghfirullah ! Nggak Oom. Aku nggak mikir sampai sana. Aku sudah pusing dengan PRC Group, nggak kepikiran soal itu." Jayde memencet tombol lift dan ketiganya masuk ke dalam dan pria itu memencet lantai tempat penthouse Simon berada.


"Bisa jadi lho Jayde, kamu mendapatkan saham Weston" sambung Steven usil.


Travis menggelengkan kepalanya. "Jangan terlalu halu, Steven. Kenapa malah kamu yang heboh memikirkan saham Weston Diamond Ltd?"


"Dengar Jayde. Oom yakin kalau kamu bakalan mendapatkan saham itu dari Simon, apalagi setelah kamu membantu menyelamatkan dananya. Ngomong-ngomong, Inggrid dimana?"


"Inggrid ke Mekkah. Ada urusan bisnis dengan putri Alesha of Qatar yang tinggal disana... Sekalian belajar keyakinan aku" jawab Jayde.


"Macam Nadya?" tanya Steven.


"Yup. Macam Nadya. Aku berharap mereka segera menikah karena aku sudah terlalu pusing melihat Nadya dan Omar terlalu bucin. Mereka berdua itu sama-sama kacau tapi terlihat saling mencintai satu sama lain. Dan aku bersyukur Nadya mendapatkan Omar yang sangat melindunginya." Travis menatap kedua orang di dalam lift. "Omar berusaha membuat Nadya jauh dari alkohol karena anakku sangat rendah toleransinya dengan alkohol."


"Really?" Steven tampak terkejut. "Bagaimana Omar tahu kalau Nadya tidak bisa minum."


"Nadya dan Omar makan malam bersama. Nadya memesan segelas champagne dan beberapa saat kemudian, wajah anakku memerah dan sejak itu Omar tahu kalau Nadya tidak kuat alkohol. Hanya kami keluarganya yang tahu. Waktu dia kuliah, Nelson selalu menjaganya dan Nadya juga tidak pernah ikut party di asrama ataupun kampus."


"Nadya beruntung bertemu dengan Omar Zidane yang sangat melindunginya" senyum Steven. "Dan membuat Phoenix patah hati."


"Oh poor Phoenix. Dia akan mendapatkan pengganti Nadya nanti" senyum Travis yang putra Steven Hamilton juga menyukai putrinya.


TING !


"Kita sudah sampai. Yuk." Jayde keluar dan mengajak kedua pengacara handal itu menuju penthouse Simon Weston.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️