
Meanwhile Ruang Kanan ...
Bayu, Radeva, Hunter dan Doogie menodongkan senjatanya ke arah Gary Wong, Agen Lee, Agen Tang dan Dokter Huang ditambah sekitar dua puluh anggota Triad. Eli Yaqub dan Katrin Jaeger pun menodongkan pistol bersama beberapa agen disana. Hanya Luke yang tidak menodongkan senjata karena dirinya merasa harus memakai mind game untuk menangkap semua sisa anggota Triad. Apalagi tadi mendengar adiknya yang psycho itu mengeluarkan black mambanya.
Sadawira memang membubuhi bisa black mamba di jarum batonnya. Bisa salah satu ular mematikan di dunia diminta ke Sky Chen hanya untuk berjaga-jaga tapi ternyata dia harus menggunakannya. Hanya baton miliknya dan Jayde yang diolesi bisa dari ular yang banyak terdapat di Afrika.
"Look, aku dan keluarga ku tidak akan bertindak jika kalian tidak memulai nya. Kami semua bodo amat soal bisnis kalian, Asal jangan menyenggol kami! " ucap Luke dingin. "Dan tiga orang yang sudah menjadi makanan piranha ku buat beberapa bulan itu sudah kembali ke habitatnya... alam baka!"
"Kembalikan uangku!" teriak Gary Wong.
"Uangmu? Uangmu? Itu uang berdarah! Uangmu akan aku kembalikan kepada keluarga korban rentenir, human body trafficking dan membayar pemakaman kalian semua..." seringai Luke.
DOR!
Luke terjungkal ketika sebuah peluru menerjang badannya membuat Bayu dan Radeva menembak agen Tang, agen Lee tepat di kepala sedangkan Katrin Jaeger menembak peluru bius ke Gary Wong.
Para anak buah yang hendak menembak langsung berhenti ketika Hunter dan Doogie menunjukkan granat yang hendak dilemparkan ke mereka. Apalagi melihat pemimpin mereka terkapar bersimbah darah.
"Bang... Bang!" panggil Bayu menghampiri Luke yang terkapar di lantai.
"UHUK... UHUK... Astagaaa... Macam diterjang Hyde kalau main smackdown... " ucap Luke. Bayu menghela nafas lega saat melihat peluru itu jatuh dari kevlar yang dipakainya.
"Untung tidak kena di kepala bang..." celetuk Radeva.
"Gary Wong adalah penembak payah... aku sudah tahu. Dia tidak bisa target benar jadi aku buat secara psikologis menembak badanku... lagian kan kevlar nya bentuknya baju jadi nggak kelihatan kalau itu anti peluru..." senyum Luke.
"Kamu bikin aku jantungan" ucap Bayu.
"Boys, sudah beres?" tanya Gasendra melalui earpiece.
"Sudah."
"Siapa yang hidup?"
"Gary Wong dan dokter Huang" jawab Radeva.
"Lainnya?" tanya Damian.
"Ketemu King Yemma aka Enma Daiō" jawab Radeva kalem.
"Lu kira penjaga akhirat Dragon Ball?" hardik Gasendra.
Radeva hanya mengedikkan bahunya.
King Yemma Dragon Ball
***
Pedro Pascal bersama Lucas Syahputra menghadapi jendral polisi Hongkong beserta dengan Kepala Badan Intelijen HKSS yang datang ke lokasi dengan wajah datar. Kedua agen FBI dan BIN itu tidak bergeming saat dimaki-maki dan diamuk karena melangkahi prosedur hukum.
"Sudah Sir marah-marahnya?" tanya Lucas cuek. "Baik, giliran saya dan agen Pascal yang berbicara. Pemerintah Hongkong dalam hal ini Gubernur Hongkong dan anda sendiri, meminta kepada saudara Jayde Neville Abisatya dan Sadawira Yustiono untuk menjadi mata-mata kegiatan money laundry dan jual beli organ tubuh manusia. Keduanya sudah memberikan laporan kepada Agen Tang dan Agen Lee.
Pertanyaan nya, apakah selama hampir satu tahun mereka menjadi pion negara dan Intel anda, ada kemajuan? Ditangkap kek, dihukum kek... Tidak ada! Yang ada adalah, saudara Jayde Neville Abisatya sudah mengembalikan uang HK$100jt tapi Triad Wong mengirimkan kembali dengan nominal dua kali lipat agar tidak terdeteksi pajak karena Saudara Jayde punya akun di bank Swiss seperti dengan keluarga besarnya. Jadi, jangan salahkan jika kami semua agen intelijen turun tangan karena kami pun sudah melaporkan bahwa ada warga negara kami yang menjadi korban Triad Wong tapi anda pun tidak bertindak!
Jadi jika anda berada di posisi kami, wajar tidak kalau kami tidak percaya dengan kinerja anda? Ingat, kasus warga negara Indonesia, Jerman, Israel, Jepang, Buthan dan Hongkong sendiri yang harus kehilangan organ tubuh, sudah kami pertanyaan sejak lima tahun lalu! Kami sudah menyelidiki tapi anda semua seolah tutup mata! Jika anda semua hendak membawa kasus ini ke mahkamah internasional, silahkan!" ucap Lucas tegas.
"FBI dan MI6 sudah menyelidiki bahwa terjadi kebocoran informasi kasus ini karena agen HKSS sendiri juga bermain dua kaki demi keuntungan pribadi. Bagaimana bisa anda tidak mengetahuinya?" sambung Pedro ke chief HKSS yang hanya bisa menahan amarahnya.
Jayde sendiri sudah keluar terlebih dahulu dan diobati oleh Ken sementara lalu ditemani Kalila dan Alexander, membawa putra Taufan Abisatya dan Natasha Neville ke rumah sakit.
Terakhir tampak Bayu O'Grady, Luke Bianchi dan Radeva Dewanata yang menghampiri Pedro dan Lucas bersama dengan Gubernur Hongkong dan Kepala Badan Intelijen HKSS.
"Halo Mr Lee Cheung Tang. Apa kabar? Saya Luke Bianchi" sapa Luke. "Sayalah yang menanyakan tentang keabsahan surat itu dan sejujurnya saya berharap sebagai gubernur Hongkong segera bertindak setelah adik - adik saya memberikan bukti-bukti tapi karena sepertinya anda juga enggan, terpaksa kami bereskan sendiri karena sudah mengganggu hidup kami macam parasit. Bukankah kalau ada benjolan abnormal harus kita buang agar tidak tambah infeksi?"
"Tidak seperti ini caranya Mr Bianchi! Ini brutal!" protes gubernur Hongkong itu.
"Ohya? Brutal mana adik saya diikuti hingga ke Jakarta? Hingga ke Manchester? Hingga ke New York? Dan mereka berani menginjak kan kaki ke tanah kekuasaan Yakuza Takara untuk menculik, membunuh dan mengambil organ tubuh pengawal saya?" balas Luke tajam.
"Kesuwen... ( kelamaan )" dehem Bayu membuat Radeva dan para sepupunya tersenyum smirk mendengar komentar cicit Duncan Blair dan Abimanyu Giandra itu.
"Anda semua akan kami tuntut karena sudah melakukan kejahatan internasional!" hardik Lee Cheung Tang.
"Silahkan!" tantang Luke.
"Bawa mereka semua ke tahanan!"
"Pindah tidur deh..." gumam Damian.
***
Rumah Sakit Queen Mary Hongkong.
Jayde hanya meringis saat lengannya harus dijahit sedangkan Kalila dan Alexander menungguinya di ruang tunggu IGD. Beruntung baby Sabine bisa dilepas hingga Kalila dianggap membawa tas duffle bag biasa padahal di dalamnya ada sesuatu yang akan bakalan jadi rebutan.
Suara ponsel Kalila berbunyi dan gadis itu langsung mengangkatnya.
"Ya koh Sky. Bagaimana?" tanya Kalila.
"Lila, abang-abang mu bersama Nadya dan anak buahnya Luke yang perempuan, dibawa ke tahanan termasuk semua anggota intelijen" lapor Sky Chen yang mengawasi dari jauh.
"Lha serius pindah tidur ?" kekeh Kalila.
"Yup. Ini aku dapat kabar kalau Oom Abi, Oom Travis, Oom Quinn, Oom Ayrton, Oom Pandu dan Oom Joey perjalanan ke Hongkong."
"Nanti habis dari rumah sakit, Lila dan Alex bareng Jayde ke markas. Ini Lila nunggu ada yang harus dijahit lengannya."
"Oke. Aku sudah kirim anak buahku menjemput kalian."
"Thanks Koh."
Alexander menoleh kearah gadis yang duduk dengan santainya. "Kamu nggak gimana-gimana habis bunuh orang segitu banyak?"
"Aku ikut motto Oma Sabine. Killed or to be killed and protect your family of any cost. Jadi, aku terapin lah!" jawab Kalila cuek.
Alexander hanya menggelengkan kepalanya.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️