Jayde and Wira Stories

Jayde and Wira Stories
Lucas Syahputra



Pengadilan Hongkong


"Lalu kemana mereka semua Mr Bianchi?" tanya Jaksa penuntut umum.


"Siapa?"


"Wongyi, Gao dan Shu Chen."


"Siapa mereka?" balas Luke cuek.


"Tiga anggota Triad Wong. Yang ada di rekaman milik Mr Yustiono tadi."


"Oh, sudah baca dan pelajari rupanya" sindir Luke.


"Mr Bianchi, jaga sikap anda di ruang sidang" tegur Hakim.


"Baik Yang mulia hakim. Kalau anda bertanya kemana mereka, sudah jadi tai piranha."


Generasi kelima dan keenam nyaris terbahak mendengar ucapan Luke jika tidak ingat mereka dimana.


"Mr Bianchi, saya serius!"


"Tuan jaksa, saya juga serius. Mereka sudah jadi makanan piranha hitam peliharaan saya."


"Anda melakukan pembunuhan!"


"Saya hanya membalas apa yang mereka perbuat terlebih dahulu. Look, saya dan keluarga saya, tidak akan repot-repot datang kemari atau pun berurusan dengan Triad Wong karena Yakuza Takara tidak ada urusan di Hongkong! Kami bodo amat dengan bisnis mereka selama tidak menyenggol kami. Tapi mereka melangkah terlalu jauh dengan membunuh anak buah saya! Jadi jika saya membalas lebih dari apa yang mereka lakukan pada Shota, so what!" balas Luke dingin.


"Harusnya anda deportasi mereka ke Hongkong! Bukan anda siksa di Tokyo!"


"Oh, jadi saya tidak boleh melakukannya sedangkan mereka sudah mengambil nyawa anak buah saya dan merampok organ tubuh miliknya? Sekarang saya tanya, jika anak anda, istri anda, ibu anda, menjadi korban seperti Shota, apa yang akan anda lakukan? Yakin dengan hukum begini bisa memuaskan anda? Nyawa Dibalas nyawa, tuan Jaksa. Apalagi, mereka melakukannya dengan sangat sadis !"


Jaksa hanya terdiam.


"Lagipula kejadiannya di Tokyo, bukan di Hongkong jadi anda tidak bisa menuntut saya akan hal itu!" sambung Luke sambil bersedekap.


"Tidak ada pertanyaan lagi. Pengacara." Jaksa pun memilih mundur daripada harus beradu argumentasi dengan Yakuza Takara.


Travis pun maju dan tersenyum ke Luke. Seperti halnya Sadawira, wajah Luke tampak santai melihat oomnya di hadapannya.


"Oke Mr Bianchi. Setelah anda menghilangkan ketiga orang itu, apakah Triad Wong berhenti mengganggu anda?" tanya Travis.


"Mengganggu saya, tidak. Karena Triad Wong cukup tahu diri bahwa saya bisa jauh lebih kejam dari mereka. Tapi mereka tidak membiarkan Jayde Neville."


"Berarti mereka masih mengganggu keluarga Mr Abisatya?"


"Yes" jawab Luke.


"Siapa yang memiliki ide menghadapi Triad Wong?"


"Saya.. Karena saat itu Jayde dan Wira hilang setelah melihat terjadinya transaksi di Jurong."


"Bagaimana para agen federal dan keluarga anda ikut?"


"Rupanya saat kami hendak mengkonfrontasi ke Hongkong, pihak FBI, BND, Mossad dan BIN mendengarnya. Dan kami sepakat untuk menghadapi Triad Wong."


"Apakah anda juga berkoordinasi dengan pemerintah Hongkong, HKSS dan kepolisian Hongkong?"


"Setahu saya, tidak."


"Kenapa?"


"Karena agen Lee dan agen Tang bagian dari bisnis haram Triad Wong! Pihak agen Federal tidak tahu siapa lagi dari pihak kepolisian ataupun HKSS yang juga terlibat seperti agen Tang dan agen Lee."


Travis mengangguk. "Saya tunjukkan bukti nomor 60 yang menunjukan foto agen Tang dan agen Lee saat di Jurong Singapura."


Semua orang melihat kembali dua agen HKSS yang tertangkap basah membawa cooler bertuliskan human organ saat Jayde dan Sadawira berada disana.


"Baik Mr Bianchi. Sementara itu dulu." Travis pun berbalik kembali ke mejanya.


"Mr Bianchi, anda boleh turun" ucap hakim.


Luke mengangguk dan berjalan menuju barisan terdakwa sambil menatap wajah ayahnya yang memberikan kode 👌. Luke pun tersenyum.


***


"Saudara Jaksa, apakah akan memanggil terdakwa lagi?"


"Ya yang mulia hakim. Saya memanggil Mr Lucas Syahputra, agen BIN asal Indonesia."


"Astaghfirullah, Lucas pun ikutan" bisik Hoshi.


"Siapa Hosh?" tanya Ega.


"Anaknya AKP Thomas. Berarti dia cicitnya Irjen Manggala Syahputra..." jawab Hoshi sambil berbisik.


"Dan dia menjadi agen BIN? Cool" senyum Luca.


***


"Bisa disebutkan nama anda?" tanya Jaksa penuntut umum itu.


"Nama saya Lucas Syahputra, posisi Deputi Bidang Luar Negeri Badan Intelijen Negara Indonesia."


"Apa yang anda lakukan selama ini?"


"Menyelidiki kasus hilangnya warga negara Indonesia di Hongkong sejak lima tahun lalu" jawab Lucas.


"Kapan anda dipindahkan ke Hongkong?"


"Dua tahun lalu."


"Apa yang anda temukan?"


"Sejak lima tahun yang lalu, sudah tercatat hampir 30 orang warga negara Indonesia yang sedang berlibur atau bekerja di Hongkong menghilang dan jika mayatnya ditemukan, semua organ pentingnya hilang."


"Lalu apa hasil penyelidikan anda?"


"Pendahulu saya sudah menemukan bahwa para korban berkaitan dengan Triad Wong dan sudah melakukan koordinasi dengan pihak HKSS tapi hingga saya yang menggantikan, tidak ada kemajuan. Bahkan cenderung ditutupi."


"Ditutupi bagaimana?"


Lucas menatap ke arah belakang jaksa. "Setiap kami memberikan bukti, selalu hilang dengan berbagai macam alasan."


"Mungkin hanya kebetulan..."


"Hingga 20 kali hilang?! Seriously!" hardik Lucas kesal. "Okelah sekali dua kali saya bisa terima tapi lebih dari tiga strike! Orang bodoh pun tahu ada konspirasi disana!"


Hoshi tersenyum smirk. Benar-benar keturunan Manggala Syahputra dan AKP Thomas.


"Ehem... Bagaimana anda bisa bersama agen Mossad, BND dan FBI?"


"Sesama Intel, pasti saling tahu kasus masing-masing dan persamaan kami adalah warga negara kami sama-sama tewas dan organ tubuh nya hilang. Mossad kehilangan hampir 15 warga negaranya, BND kehilangan 25 warga negara Jerman dan FBI mencatat 18 warga negaranya hilang." Lucas menatap para agen federal yang mengangguk membenarkan ucapan pria tampan itu.


"Dan anda bersama dengan para anggota keluarga Pratomo menyerang Triad Wong?"


"Well, bukan menyerang, hendak menangkap karena kami gemas tidak bisa menangkap mereka. Dan rupanya selama ini ada pengkhianatan baik di HKSS maupun kepolisian Hongkong. Jadi percuma kan kami bekerjasama dengan mereka?"


"Tuduhan anda tidak berdasar!"


"Silahkan. Anda nanti akan melihat sendiri, bahwa kami ada buktinya" tantang Lucas.


Jaksa penuntut umum menoleh ke arah pengacara dari pihak BIN yang membalas dengan wajah datar. "Apakah ada bukti yang belum diserahkan ke pengadilan, tuan pengacara dari BIN?"


"Karena ini berurusan dengan intelijen negara, maka bukti-bukti baru akan dibuka jika saatnya tiba" balas pengacara itu.


Lucas tersenyum menatap Michael Tampubolon, sebagai pengacara yang ditunjuk BIN. Datang juga lu kampret!


Michael menatap Lucas. Lu hutang banyak, kampret!!


Tidak ada yang tahu kalau masa SMA dulu Lucas dan Michael adalah friendnemy yang saling bersaing di bidang akademik. Lucas memilih masuk BIN sedangkan Michael menjadi pengacara. Disaat BIN kebingungan mencari pengacara yang mau membela agennya berdasarkan hukum internasional di Hongkong, Michael maju menawarkan diri karena tahu Lucas yang harus dibelanya.


"Saya minta, semua bukti dari BIN, dibuka disini!" perintah Hakim.


"Baik yang mulia hakim" jawab Michael sambil memasang flashdisk nya.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️