Jayde and Wira Stories

Jayde and Wira Stories
Klompen



Istana Kensington, London


"Medeline, apakah kamu tidak keberatan kalau anggota keluarga mu, kita tuntut?" Travis menatap ratu Inggris itu usai melaporkan kronologis kejadian memalukan itu.


"Kalian habisi pun aku tidak perduli ! Sudah membuat malu keluarga dan dengan kekuasaan aku, nama Drake sudah aku buang dari daftar nama anggota keluarga baik keluarga Carrick ataupun daftar tamu kerajaan !" jawab Medeline dengan wajah menahan amarah. "Sejujurnya aku sangat malu dengan keluarga Carrington dengan skandal ini !"


"Maddy, itu bukan salahmu. Drake saja yang serakah..." ucap Henry sambil memegang tangan istrinya. Henry sangat tahu bagaimana sepak terjang Drake Carrick yang memang dikenal sombong dan merasa sebagai kerabat Ratu Inggris jadi menganggap dirinya tidak dapat tersentuh oleh hukum apapun.


"Hiiihhhh rasanya ingin aku sendiri yang menghajarnya... " sungut Medeline dengan nada geram. "Apakah Drake sudah dihajar oleh Mr Weston?"


"Sudah. Dengan tongkat nya" kekeh Jayde.


"Kurang. Henry, apakah kita masih ada Klompen ( sepatu kayu Belanda ) dari Violet?" Medeline menatap Henry serius.


"Kamu mau ngapain?" Henry menatap wajah istrinya bingung.


"Getok kepalanya pakai itu !"


Travis dan Jayde saling berpandangan karena tidak kebayang Klompen Belanda akan menjadi senjata seorang ratu Inggris.


Bakalan jadi gegeran dunia !


***


Travis dan Steven Hamilton bergerak cepat dengan berkoordinasi dengan jaksa penuntut khusus pengadilan tinggi Inggris mengingat kasus ini bukan kasus sepele karena membawa nama pengusaha berlian yang disegani berbagai kalangan.


Simon Weston bersama dengan kedua anaknya, Stephan dan Gabriella, mengikuti jalannya sidang. Gabriella langsung memeluk Jayde ketika tahu siapa di balik semuanya membongkar korupsi sekian tahun.


Stephan menyalami Taufan Abisatya dan pria itu tampak malu karena tidak bisa menjaga perusahaan yang diwariskan oleh ayahnya. Justru orang lain yang bukan dari link nya, yang menemukan kekacauan di perusahaan, calon cucu menantu Simon Weston dan calon besan Gabriella lah yang tahu.


Stephan merasa malu karena selama ini tidak mendengarkan ucapan adiknya. Dia terlalu angkuh dan sombong merasa paling tahu, paling menguasai tapi ternyata orang kepercayaannya sendirilah yang menikam dirinya dari belakang.


Taufan dengan senyum khasnya menepu bahu Stephan.


"Sudah. Anggap saja pelajaran paling manis dalam berbisnis. Uang kalian akan kembali karena Travis akan mengusahakan semuanya akan hadir di rekening Weston Diamond Ltd." Taufan menenangkan Stephan.


"Aku merasa malu, Taufan. Kalian yang membantu kami padahal... " Stephan menghela nafas panjang.


"Anggap saja, bantuan dari sahabat. Bukankah nanti kita akan menjadi keluarga setelah Jayde dan Inggrid menikah?" senyum Taufan.


"You're right Taufan."


***


Maryland , Apartemen Sadawira


Sadawira hanya bisa menepok jidatnya melihat tembok yang dulu bekas k*kain ditumpuk disana, sudah berubah menjadi ajang stiker Sanrio dan stiker Momo yang lucu-lucu lainnya. Biana menempel kan dengan sesuai hari mulai dari Senin hingga Minggu.


"Bia, masa apartemen Oom Wira ada stiker uwu-uwu begini?" protes Sadawira ke keponakannya.


"Kata psikolog, dengan menampilkan yang uwu-uwu, bisa menghilangkan rasa trauma dan pengalaman jelek Oom..." jawab Biana cuek.


"Kamu baca dimana?" Sadawira terkejut keponakan cantiknya bisa tahu akan hal itu.


"Bukunya Daddy. Bia gabut jadi baca buku psikologi punya Daddy, how to dealing with trauma dan bad experience."


Sadawira melongo. "Bia, bukankah buku itu terlalu berat buat kamu?"


"Nggak berat kok Oom. Nggak sampai sekilo beratnya..." jawab Biana cuek.


"Bukan berat buku nya Biaaaa" sahut Sadawira gemas. "Tapi isinya ! Bukankah itu belum bagus untuk kamu..."


"Ah Oom, biasa saja. Aku juga biasa baca buku tentang matematika, santai aja tuh..." Biana lalu memasang stiker lagi.


Sadawira hanya bisa duduk di sofanya dengan mata terpejam. Kepalanya terasa pusing mengahadapi keponakannya yang sangat cerdas untuk anak seumuran dirinya.


Benar kata bang Pedro, yang bisa menghadapi Biana besok untuk jadi pasangannya, hanya cowok yang punya tekad kuat dan keberanian bisa bersama Biana.



Vampir satu pusing


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️