Jayde and Wira Stories

Jayde and Wira Stories
Bersiap Kalau Pindah Tidur



Narita Airport Jepang


Dua pesawat milik Keluarga Takara dan keluarga Al Jordan mendarat dengan sempurna di runway khusus pesawat pribadi di Narita. Para rombongan itu sudah ditunggu oleh Tama dan YangYang dengan membawa banyak mobil untuk semua orang.


"Shin, kamu pulang sama Tama ya. Pulang! Jangan ikutan! Oke?" ucap Luke tegas.


"Oke Bang." Shinichi pun pulang bersama Tama dengan mobil Mazda milik pengawal Luke itu.


"Kita semua akan tidur dulu di rumah Takara. Ada banyak tempat dan futon buat tidur. Nadya nanti kamu sekamar dengan Inggrid ya."


"Oke bang."


***


Kediaman Keluarga Takara.


Rin Ichigo Bianchi menyambut para iparnya dengan hangat, bahkan ibu satu anak itu memeluk Jyade dan Sadawira hangat. Bagaimana pun dirinya juga ikut khawatir dengan kondisi iparnya.


"Ayo sarapan dulu. Habis itu kalian semua istirahat ya." Rin mengajak semua orang duduk di ruang makan yang sudah di setting menjadi lesehan karena banyaknya orang.


"Hyde mana mbak?" tanya Nadya mencari keponakannya.


"Hyde masih bobok. Kalau sudah ada suara cerewetnya, nah baru deh mulai ngereog dia" kekeh Rin.


"Kamu hari ini ke rumah sakit nggak Yankee?" tanya Luke ke istrinya yang sedang menyuruh pelayan menyiapkan banyak minuman.


"Nggak, Yakuza Freezer. Aku hari ini libur."


"Oke."


"Yankee? Yakuza Freezer?" tanya Inggrid ke Jayde.


"Panggilan sayang nya bang Lukie ke mbak Rin" jawab Jayde santai sambil menyuap sup misonya.


"Panggilan sayang kalian lucu-lucu ya" senyum Inggrid.


"Ini belum seberapa. Kalau kamu dengar Shinichi memanggil Kedasih kekasihnya. Kacau deh!" sahut Bayu.


"Iya kah?" Inggrid tampak antusias mendengar cerita keluarga Jayde.


"Banyak hal di keluarga aku yang nggak benar... kacau" senyum Jayde.


Para orang disana menikmati sarapan khas Jepang yang nikmat dan merasa memiliki semangat lagi setelah perut kenyang.


Setelah sarapan, Rin dengan dibantu pelayan sudah menyiapkan banyak tumpukan futon. Para pria dipersilahkan untuk istirahat sebelum mereka mulai mempersiapkan strategi untuk besok.


Nadya dan Inggrid sudah disiapkan kamarnya untuk tamu. Dua futon pun sudah disiapkan disana.


"Inggrid, sudah pernah tidur dengan futon?" tanya Rin.


"Belum pernah sejujurnya Mrs Bianchi" jawab Inggrid.


"Panggil saja Rin atau mbak Rin seperti lainnya" senyum wanita Jepang itu.


Tiba-tiba terdengar suara batita berteriak "Okasaaaannn..."


"Well, si Jekyll and Hyde sudah bangun jadi aku harus mengurus nya dulu. Nadya, tolong bantu Inggrid ya." Rin pun keluar dari kamar tidur kedua gadis itu.


"Siapa itu Jekyll and Hyde?" tanya Inggrid.


"Anaknya bang Lukie dan Mbak Rin. Namanya Hyde. Biasa kita panggil Jekyll and Hyde soalnya satu sisi bisa dingin macam bang Lukie, sisi lain bisa sangat Membagongkan macam Shinichi."


Inggrid tersenyum. "Kalian itu kalau mencari istilah..."


Inggrid tersenyum. "I guess you're right."


***


Kediaman Keluarga Takara Sore harinya...


Semua orang sudah tampak segar setelah menyempatkan diri untuk tidur setengah harian. Rin sudah mempersiapkan makan siang menjelang sore di ruang tengah karena Luke akan melapangkan strategi mereka.


Tampak Hyde dipangku oleh Nadya dengan nyaman sembari memperhatikan ayahnya. Semua nya tampak menyimak Luke dan Pedro yang berdiri di hadapan mereka.


"Ini adalah markas Triad Wong update per dua hari lalu oleh sahabat kita, Sky Chen dari Triad Chen. Sebenarnya Triad Chen, buat yang tidak tahu, adalah sahabat dari jamannya Opa buyut Duncan McGregor hingga ke Oom Abiyasa O'Grady. Markas utamanya bukan di Hongkong bukan di Taiwan tapi di New York. Di Hongkong, hanya beberapa bisnis restauran yang mereka kelola. Meskipun hanya restauran tapi mereka juga memperhatikan sekelilingnya."


Luke membasahi bibirnya. "Triad Chen tahu tentang bisnis haram Triad Wong tapi mereka hanya sebatas memantau. Mereka juga tahu soal salah satu korban adalah Shota Iwasaki dan mereka membenarkan perbuatan kami sebagai balasan yang lebih pantas. Dengar, kita tidak akan seperti ini jika tidak diganggu terlebih dahulu. Gosip dunia bawah tanah aka dunia hitam sangatlah cepat. Dokter Huang dan Bramastyo Abraham sudah kabur terlebih dahulu ke Hongkong dengan perlindungan Agen Lee dan Agen Tang. Dan pemerintah Hongkong merasa kecolongan ketika tahu dua agen mereka berkhianat... tapi aku rasa mereka juga sudah tahu hanya saja sumbangan dana ke kepolisian juga banyak untuk dikorupsi."


"Kesimpulannya kita tidak bisa bekerja sama dengan HKSS karena tidak tahu ada berapa orang yang memiliki koneksi ke Triad Wong dan bisa membocorkan strategi kita" lanjut Pedro. "Untuk saat ini Mossad, BND dan BIN sudah menempatkan agen-agen mereka di Hongkong untuk membantu kita."


"BIN? Badan Intelijen Indonesia? Kenapa bisa ikut?" tanya Bayu bingung.


"Karena ada lima warga negara Indonesia yang menjadi korban perdagangan organ tubuh manusia saat berlibur ke Hongkong. Kepolisian Hongkong tidak bisa menemukan siapa pelakunya" jawab Pedro. "Saat Isobel de Garza mengumumkan untuk segera mengehentikan satu dari sekian pelaku, pihak BIN menghubungi FBI dan mencari persamaan modus operandi. Setelahnya mereka yakin ini adalah pelaku yang sama, termasuk Mossad dan BND yang warga negaranya juga menjadi korban."


"Jadi kesimpulannya... Semua pihak sekarang baru bergerak setelah ada yang membuka kotak Pandora?" gumam Radeva.


"Mereka terlalu takut untuk action sebenarnya, terlalu banyak birokasi!" umpat Damian.


"Jadi besok acaranya?" tanya Sadawira.


"Kita hancurkan mereka!" sahut Jayde. "Aku ingin hidupku kembali, tanpa ada gangguan dari mereka!"


"Exactly!" sahut Sadawira.


"Malam ini kita akan berangkat ke Hongkong. Pihak Mossad, BND dan BIN sudah menyiapkan hangar khusus pesawat milik Emir Blair. Sesampainya disana, kita langsung ke sebuah rumah yang sudah disiapkan oleh Triad Chen. Jangan khawatirkan soal senjata, sudah disiapkan semua oleh mereka" ucap Luke.


"Bagaimana bisa tiga biro federal itu bergabung dengan FBI?" tanya Nadya.


"Salahkan Tante GM yang memancing semua pihak jadi mau membantu" cengir Pedro.


Dan semua orang pun maklum dengan istri Benjiro Smith. "Kayaknya singa betina Pratomo pindah gelarnya ke Tante GM. Tidak usah pakai banyak bicara, cukup sekali klik, semua peralatan spionase bisa offline dan tidak berguna" senyum Gasendra.


"Kalian bersiap-siap... Inggrid, kamu stay disini bersama Rin ya. Sejauh yang aku tahu, kamu tidak memiliki lisensi menembak internasional kan?" ucap Luke ke gadis Inggris itu.


"Aku disini saja bang, bersama mbak Rin" jawab Inggrid tenang.


"Good. Kevlar sudah aku siapkan dan dari Yakuza Takara hanya aku, Hidetoshi, Tama, YangYang dan Chisato yang berangkat. Dokter Yuri untuk sementara memimpin dari sini." Luke menatap ke semua anggota keluarganya. "Kalau akhirnya dipenjara... berarti?"


"Pindah tidur!" seru semua orang kecuali Omar Zidane yang hanya bisa mengusap wajahnya kasar.


"Astaghfirullah..." pria berdarah Mesir itu tidak henti-hentinya beristighfar membuat Nadya cekikikan.


"Sabar ya pak. Belum seberapa ini" kerling Nadya yang dibalas tatapan judes Omar.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️