Jayde and Wira Stories

Jayde and Wira Stories
Kita Kabur?



Gedung Penjara Federal Hongkong bLok khusus Laki-laki


Omar menatap Damian dan Sadawira yang sudah dengan sikap waspada dan siap bertarung.


"Wir, Dam, kalian akan berkelahi?" tanya Omar Zidane.


"Mereka tidak dalam kondisi bersahabat Bang" jawab Sadawira. Para generasi keenam kebanyakan memakai kaos atau kaos tanpa lengan dan celana training.


Tak lama semua sel generasi keenam itu terbuka dan semuanya keluar untuk berhadapan dengan para anggota kepolisian Hongkong dan para sipir penjara.


Damian melirik ke arah CCTV yang ada di sel blok mereka dan ternyata dimatikan. Brengseeekkk! Emir Al Azzam Blair itu tersenyum smirk karena dirinya sudah mempersiapkan. Disaat tadi dia bertemu dengan Jang Geun-moon, Damian diberikan beberapa kamera CCTV kecil yang bisa menyesuaikan warna tembok jadi tidak.terlihat.


Begitu pintu sel terbuka, Damian berjalan mundur dan mulai memasang beberapa CCTV yang besarnya hanya sebesar kancing baju itu di tembok dan jeruji besi yang bisa memperlihatkan kondisi sekarang.


***


Penthouse Ritz Carlton Hotel Hongkong, Kamar Benji dan Geun-moon


Benji terbangun ketika suara alarm terdengar dari CCTV yang dipasang Damian melalui ponselnya. Pria bermata biru itu langsung menyalakan MacBook dan iPadnya.


"Moon! Mereka hendak dikeroyok!" teriak Benji membuat istrinya Jang Geun-moon terbangun.


"Itu CCTV penjara?" tanya Geun-moon yang langsung mengambil iPadnya untuk memeriksa semuanya.


"No. CCTV punya kita, punya penjara di offline kan."


"Berarti kepala penjara ikut terlibat!" celetuk Geun-moon. Wanita berdarah Korea Selatan itu lalu menelepon ke semua iparnya yang tidak lama langsung menggedor-gedor penthouse Benji.


"Mereka gelut?" tanya Àbiyasa yang datang hanya dengan celana piyama tanpa baju. Begitu juga dengan para ayah yang lain yang terbiasa tidur tanpa baju. Mereka semua membawa gadget masing-masing yang kemudian di link an dengan CCTV buatan Geun-moon.


"Astaghfirullah! Kalian pakai baju dulu kenapa sih?" hardik Geun-moon yang hanya bisa menggelengkan sepupu suaminya macam pamer bodi.


"Nggak sempat Moon" balas Hoshi.


"Ini mereka didatangi para anggota kepolisian Hongkong?" tanya Luca.


"Sepertinya. Aku dan mas Aji sedang melakukan face recognition meskipun sulit" jawab Benji.


"Bagaimana CCTV kamu bisa ke sel, Moon?" Joey bertanya ke Geun-moon.


"Well, aku dan Benji merasa kita harus bisa mendapatkan visual sel anak-anak dan begitu tahu mereka akan dikembalikan ke penjara Federal, aku rasa ini adalah waktu yang tepat untuk memberikan CCTV itu."


"Kamu berikan pada siapa?" tanya Ega yang baru datang sambil memberikan kaos ke saudara - saudaranya.


"Damian" jawab Geun-moon.


"Tampaknya kepala penjara ikut kerjasama juga" gumam Taufan.


"No. Dia ditodong" jawab Benji yang berhasil menghack kamera CCTV di ruang kerja kepala penjara. Tampak pria itu ditodong oleh empat orang dan diikat di kursinya.


Semua generasi kelima menatap layar MacBook Benji.


"Apakah ini karena kita membuka kedok Miu Chiao Wei?" tanya Ayrton.


"Bukankah ini bagus? Kita bisa gunakan di pengadilan, dan yakinlah, besok kita bongkar semuanya!" seringai Travis.


***


Penjara Federal Hongkong blok pria.


Luke dan Bayu berdiri di barisan depan para saudaranya dan Lucas bertanya kepada mereka apa maunya.


"你想要什么- Nǐ xiǎng yào shénme ( kalian mau apa )?" tanya Lucas.


"揍你们一顿 - Zòu nǐmen yī dùn ( Menghajar kalian )!" ucap salah satu anggota kepolisian itu sambil membawa tongkat polisi.


"为什么 - Wèishéme ( Kenapa )?" Lucas menoleh ke arah generasi keenam. "Mereka ngajak gelut!" ucapnya dalam bahasa Indonesia.


"Sudah kuduga" seringai Bayu.


"都是你老板和黄三合会干的。我们只是在清理你的堕落!还是你们都参与了?- Dōu shì nǐ lǎobǎn hé huángsānhé huì gàn de. Wǒmen zhǐshì zài qīnglǐ nǐ de duòluò! Háishì nǐmen dōu cānyùle? ( Semua itu ulah bossmu dan Triad Wong. Kami hanya membersihkan kebobrokan kalian! Atau kalian memang terlibat semuanya ?)" balas Lucas cuek.


"Jangan panjang - panjang! Kagak paham gue!" desis Luke membuat Lucas sedikit tersenyum smirk.


"你们话多!- Nǐmen huà duō ( Kalian kebanyakan ba*cot )!" Petugas itu langsung menyerang Luke dengan tongkat polisi nya dan diikuti oleh semua anak buahnya.


Perkelahian pun tidak terelakkan dan para generasi keenam menghajar mereka tanpa ampun.


"Bang Omar nggak usah ikutan!" ucap Sadawira sambil menguppercut petugas kepolisian itu.


"Tapi Wira!" protes Omar.


"Nanti jahitannya robek!" sahut Sadawira sambil mendorong Omar masuk ke dalam selnya.


Bayu sendiri bersama Radeva berkelahi bersama dengan Eli Yaqub. Meskipun agen Mossad itu sudah berusia 50an, tapi kemampuan Krav Maga nya yang merupakan ilmu bela diri wajib para agen Mossad, levelnya lebih tinggi dari siapapun generasi keenam.


Sekali pukul, anggota kepolisian itu langsung pingsan sedangkan Bayu dan Radeva harus beberapa kali pukulan, baru bisa membuat pingsan.


"Bolehkah saya memanggil Agen Yaqub, suhu?" senyum Radeva.


"Bisa dipertimbangkan" kekeh Eli sambil membantu para agen BIN yang kesulitan.


Luke masih berhadapan dengan orang yang menyerangnya dan dia tahu kalau ini adalah pemimpinnya.


"Kamu kira kamu akan lolos dengan menghajar kami seperti ini?" ucap Luke sambil menangkis pukulan dari pria itu.


"CCTV sudah kami matikan! Tidak ada bukti!"


"Ohya? Jangan salahkan jika kalian semua pada maampus semua!" seringai Luke yang langsung meninju pria itu, memberikan tendangan di perut dengan lututnya dan berhasil merebut tongkat polisi itu.


Posisi sekarang berbalik dengan Luke memiliki senjata yang dipegangnya macam memegang nunchaku. Pria tadi menatap tidak percaya jika Luke berhasil mengalahkannya. Dia yang memiliki level Wushu tinggi, kalah dengan Yakuza yang hanya bisa main pistol.


"Jangan dikira kami hanya bisa menggunakan pistol saja! Justru dengan tangan kosong, kami jauh lebih mematikan!" Luke langsung menghajar orang itu tanpa ampun dengan tongkat hingga babak belur dan pingsan. "Siapa lagi yang mau maju!" tantang Luke tanpa melihat situasinya.


Ayah Hyde itu hanya bisa melongo saat mendapatkan semua adik-adiknya berhasil melumpuhkan para anggota kepolisian Hongkong. Hanya Omar dan Ken yang duduk manis di dalam sel karena Gasendra tidak mau tangan dokter itu terluka hingga mengganggu pekerjaan nya menjadi dokter bedah.


"Lho kok udahan?" gerutu Pedro sok imut membuat Luke dan Bayu menoleh judes.


"Nggak usah gaya ala Biana! Nggak imut!" hardik Luke sebal membuat Pedro terbahak mengingat putri nya selalu bergaya seperti itu usai latihan taekwondo.


"Ini terus gimana? Kita kabur gitu? Atau kita diluar, mereka di dalam sel? Alamat pakai acara seret menyeret deh!" omel Lucas.


"Well, sepertinya begitu sih!" gumam Gasendra.


"Semoga dengan begini, langsung jebret buka aja semuanya dan kita langsung keluar Hongkong!" ucap Damian.


"Aamiin!" seru saudara - saudaranya.


***


Penthouse Benji di Ritz Carlton Hotel Hongkong


Para ayah hanya bertepuk tangan melihat aksi anak-anak mereka.


"Ben? Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Abiyasa..


"Membawa mereka semua pulang!" jawab Benji.


***


Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️