
London Inggris
Agen James Atlas adalah agen MI6 yang berurusan dengan kejahatan white collar yang berhubungan dengan penggelapan pajak dan pencucian uang. Sejak dua tahun dia merasa curiga dengan munculnya perusahaan baru di lima tahun terakhir ini.
Pria berusia akhir 30 tahun itu merasa aneh karena perusahaan - perusahaan yang awalnya tutup setelah dinyatakan bangkrut atau pailit, tapi tiba - tiba seperti mendapatkan dana segar.
Agen MI6 sebelumnya yang menyelidiki, tiba-tiba meninggal akibat serangan jantung sedangkan penerusnya meninggal akibat kecelakaan di Cornwall. James Atlas adalah agen selanjutnya yang ditunjuk oleh MI6 melanjutkan penyelidikan.
Semua data mengarah ke para petinggi parlemen Inggris dan Bryce Stevenson tapi disaat Agen Atlas hendak lebih dalam menyelidiki, selalu ada halangan dari petinggi parlemen.
Diam-diam Agen Atlas mendiskusikan dengan Jayde Neville Abisatya karena tahu, pria itu dekat dengan Inggrid Pascal, cucu Simon Weston.
Hanya saja, sebelum mereka melangkah lebih lanjut, Jayde tersandung masalah dengan Triad Wong di Hongkong bahkan harus mendapatkan pengawasan usai pulang ke Manchester membuat Agen Atlas harus bekerja dalam senyap dengan Taufan Abisatya dan Jayde agar tidak tercium para antek Mentri Perdagangan yang juga seorang pengusaha retail di Inggris dan juga Scotland Yard yang mengawasi cucu Mark Neville itu.
"Kamu sudah menahan Bryce, Jayde?" tanya James Atlas.
"Done. Kalian bisa menangkap langsung. Surat penangkapan aman?" balas Jayde.
"Sudah. Dengan sedikit ancaman" kekeh James Atlas yang tengah malam harus datang ke hakim agung untuk memintanya tanda tangan surat penangkapan ketiga otak pelaku pencucian uang.
"Pasti aib yang kalian punya" senyum Jayde.
"Ohya, dia juga tidak mau tidak mendapatkan uang dari istrinya. Selama ini keuangan yang atur istri si hakim tapi dia juga berani berselingkuh dengan janda anak dua seorang penari ... seni."
Jayde terbahak."Selamat menangkap mereka Agen Atlas."
"Thanks Jayde atas semua bantuan mu."
Agen James Atlas memberikan kode. "Booked them ( tangkap mereka )!" ucapnya melalui earpiece semua agen MI6 terpilih yang sudah standby di rumah masing-masing tersangka.
***
Aberdeen Skotlandia
Simon Weston menonton televisi yang memberitakan tentang penangkapan Mentri Perdagangan Inggris, sekretaris Mentri Pertanahan dan sekretaris bisni dari kediamannya masing-masing oleh Scotland Yard dan kejaksaan. Penangkapan mereka tentu saja mengguncang parlemen Inggris yang tidak menyangka dibawah pemerintahan perdana menteri Weasley terjadi skandal penggelapan dana dari perusahaan berlian milik Weston Diamond Ltd.
Simon tersenyum melihat wajah-wajah orang yang merampok uangnya, digelandang masuk ke dalam mobil tahanan.
"Albeeerrrttt !" panggil Simon ke kepala pelayan nya.
"Yes Mr Weston?"
"Siapkan helikopter. Aku ingin ke London !"
"Baik Sir."
Simon pun menelepon Jayde. "My Boy, kamu sudah menahan si Bryce?"
"Sudah Grandpa" jawab Jayde.
"Suruh ayahmu datang ke markas MI6 karena Scotland Yard membawa mereka ke sana untuk menghindari wartawan. Oh Jayde, Grandpa tunggu juga di London !" kekeh Simon.
"Baik Grandpa. Aku akan bawa Bryce ke London dengan pengawalan ketat."
"Good job Boy. Biar jadi pelajaran buat Stephan untuk tidak terlalu percaya dengan seseorang meskipun sudah lama ikut dengan kita."
"Grandpa mau apa setelah bertemu mereka?" tanya Jayde.
"Opa pukul pakai tongkat Opa !"
Jayde terbahak.
***
Kehadiran Simon Weston, petinggi dan pemilik Weston Diamond Ltd ke markas MI6 bersama dengan Taufan Abisatya dan Jayde Neville beserta para pengawal, membuat heboh para agen disana.
Agen James Atlas menghampiri pria paruh baya yang dikenal sebagai salah satu billionaire di majalah Forbes dengan hormat.
"Mr Weston, selamat datang." Agen James Atlas mengulurkan tangannya yang disambut Simon.
"Terimakasih Agen. Sekarang, dimana trio cecunguk itu?" tanya Simon dengan wajah menahan amarah.
"Ada di ruang interogasi."
"Bawa aku kesana." Mata biru Simon menatap tajam ke arah Agen Atlas yang tampak bimbang.
"Aku yang akan temani Grandpa Simon, Agen Atlas" sahut Jayde. "Aku akan menjaga beliau."
Agen Atlas mengangguk lalu mempersilahkan mereka mengikutinya. Taufan memberikan kode kepada pengawalnya untuk berjaga jaga di depan tiga pintu ruang interogasi.
Simon pun masuk ke dalam ruang interogasi dengan didampingi Agen Atlas dan Jayde. Pria itu berjalan dengan tongkat dan menatap tajam ke arah menteri perdagangan yang hanya mengenakan piyama.
"Hello, Drake." Simon tersenyum.
"Mis... mister Weston..." Wajah menteri perdagangan itu tampak memucat.
"Sudah kenyang kan kamu mengambil uang ku... Dan sekarang, giliran aku meminta balik !"
TUK !
Simon memukul kepala Menteri perdagangan itu dengan tongkatnya. "Berani - beraninya kamu mengambil uang yang bukan milikmu !"
TUK !
"Jayde, berapa jumlah kekayaan manusia rendah ini?" Simon menoleh ke Jayde yang mengambil iPadnya.
"£200 juta. Sudah termasuk aset bergerak dan tidak bergerak."
"Rekening di bank?"
Jayde mengetik sesuatu di layar iPad dan menatap Simon. "£75 juta yang berada di lima bank termasuk bank milik Inggrid."
"Hubungi Thomas Hughes, dia wakil Inggrid. Blokir rekening milik manusia ini. Empat bank lainnya?"
"Tersebar di London, New York dan Swiss."
"Hubungi Travis Blair, aku butuh bantuannya untuk memberikan kekuatan legalitas aku demi merampok kembali uangku ! Dan pastikan aku mendapatkan dua kali lipat dari yang dia ambil !" seringai Simon.
Jayde tersenyum smirk lalu menelepon Oomnya. "Halo Oom Travis. Bisa ke London secepatnya?"
Simon berbisik ke arah Drake. "Kamu mencuri uang di keluarga yang salah, scum*bags !"
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️