
Gudang Kosong Milik Mark Neville di pinggiran kota Manchester Inggris
Jayde menatap Bryce yang tampak panik itu dengan tatapan dingin. Keempat pengawalnya sudah berdiri di setiap sudut ruang interogasi itu. Semenjak dirinya berurusan dengan Triad Wong, Jayde meminta kepada David Hakim Satrio untuk mengirimkan pengawal terpilih guna mengawal dirinya.
Jayde tidak mau kejadian yang menimpanya dengan kecolongan menjadi tersangkut kasus kriminal padahal dia tidak tahu apa-apa. David sendiri mengirim sepuluh pengawal terpilih nya yang juga mampu di dunia hacker dan dunia hitam.
"Bagaimana paman Bryce?" tanya Jayde. "Bersedia memberitahukan siapa saja yang terlibat?"
Bryce membasahi bibirnya.
"JAWAB !!!" bentak Jayde sambil menendang tulang kering kaki Bryce yang langsung mengaduh kesakitan.
Pria paruh baya itu hanya bisa meringis karena tangannya tidak bisa mengusap kakinya akibat diborgol.
"Apa perlu aku beberkan semua 50 perusahaan cangkang palsu yang menampung dana haram yang kamu curi dari perusahaan berlian Grandpa Simon?" Jayde menerima setumpuk berkas dari Peter dan pria itu membacakan satu persatu.
"Semuanya di United Kingdom dan semuanya perusahaan yang sudah tutup lama atau sudah tidak beroperasi." Jayde tersenyum smirk. "Oke kalau begitu."
Peter memberikan MacBook ke Jayde. "Kita lihat berapa uang yang kamu sembunyikan di bank Inggris, Swiss dan Cayman Island."
"Kamu tidak bisa melakukannya !"
Jayde tersenyum. "Try me !" Pria itu lalu membuka e-banking di bank milik Bryce di Inggris yang terdapat lima akun di lima bank.
"Peter, buka yang di Cayman. Hector, buka uang di Swiss. Bilang ke bank Swiss, kalau Mr Bryce Stevenson ingin menarik dananya."
"Oui." Hector pun menghubungi pihak bank Swiss lengkap dengan aksen dan suara Bryce Stevenson membuat pria itu melongo.
"Hector bisa meniru siapa saja termasuk kamu. Dengar, aku sudah lebih persiapan dengan teknologi yang lebih canggih" seringai Jayde sambil menelpon seseorang. "Hai, aku Jayde Neville Abisatya. Right, akun yang aku tanyakan ... "
"Oui. Je veux retirer tous mes fonds dans votre banque ( saya mau menarik semua dana di bank anda ). Yes, all of it" ucap Hector yang berperan menjadi Bryce. "Reconnaissance de visage ( face recognition ). Aucun problème ( tidak masalah )."
Pria itu lalu menggeser MacBook nya dan menunjukkan ke arah kamera agar wajah Bryce terlihat untuk pengenalan wajah.
"Monsieur Stevenson apakah anda yakin akan menarik semua dananya?" tanya petugas bank itu.
"Oui..." jawab Bryce terpaksa karena punggungnya terasa moncong senjata.
"Saya kirimkan kemana Sir?"
Bryce membacakan nomor rekening dan bank yang merupakan akun baru dibuat oleh Jayde khusus untuk menampung dana yang dicuri oleh Bryce.
"Merci bocoup." Bryce merasa lemas karena £20 juta melayang di akun yang dia tidak tahu milik siapa.
"Berapa jumlahnya Hector?" tanya Jayde.
"£20 juta."
"Oke, tinggal bank-bank Inggris dan Cayman." Jayde tersenyum. "Bagaimana, sudah mau memberikan siapa saja nama orang dalam yang membantu pencucian uang hasil rampokan kalian?"
Bryce masih terdiam.
"Cayman sudah terhubung" ucap Peter. Hector pun masuk dan menjadi Bryce.
Dan sekali lagi dana sebesar £10 juta di Cayman Island, diambil paksa oleh Jayde.
"£30 juta sudah di tangan ku. Masih yakin kalau bank Inggris tidak mau bekerjasama? Apa kamu lupa paman, cukup aku bilang uang hasil curian dari Weston Diamond Ltd ... Wuuusss, semua data aku dapatkan. Siapa juga yang mau melawan Simon Weston? Jadi Sebelum Grandpa Simon tahu soal kamu, paman, alangkah baiknya kamu berikan list-nya sekarang."
Bryce hanya menunduk.
"Apakah aku harus memakai kekuasaan lebih tinggi lagi? Apa kamu lupa paman, Mommyku juga bersahabat baik dengan Ratu Medeline? Honestly, aku tidak mau nepotisme tapi... Jika kamu tidak mau memberitahukan, aku gunakan jalan yang paling memalukan parlemen Inggris." Jayde menatap tajam.
"Tampaknya dia juga tidak mau memberitahukan kepada kita Mr Neville" ucap Hector.
"Aku tahu. Karena dia juga sayang nyawa nya" seringai Jayde. "Pagi ini juga, gunakan operasi senyap, tangkap Menteri perdagangan, sekretaris menteri pertanahan dan sekretaris bisnis."
Bryce melongo. "Bagaimana..."
"Sayang paman Bryce, aku terlalu lama bermain-main denganmu." Jayde menelepon seseorang. "Agen Atlas, kita dapatkan semuanya."
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️