Jayde and Wira Stories

Jayde and Wira Stories
Aku Ngantuk!



Penjara Federal Hongkong


Ken memeriksa semua orang dari pihak mereka yang terluka dengan dibantu oleh Damian dan Radeva. Rata-rata mereka semua mengalami memar dan benjol akibat pukulan baik dari tangan maupun tongkat.


Dengan menggunakan kain dari kaos mereka yang direndam air di ember, Ken, Damian dan Radeva mengompres semua orang yang terluka. Tak lama suara pintu sel tertutup terdengar dan semua anggota kepolisian disana terkunci dalam ruangan yang sebelumnya tempat generasi keenam berada.


"Kalau sel sudah bisa ditutup, berarti kepala penjara sudah dibebaskan oleh mereka berlima" ucap Damian sambil membersihkan luka anggota BIN.


"Yup. Dan apakah sekarang waktunya kita kabur?" cengir Radeva.


"Hayuk!" ajak Ken.


"Yang benar saja kalian!" tegur Omar Zidane yang disambut tawa generasi keenam.


"Bercanda, bang OZ, jangan dimasukkan ke hati" cengir Damian.


Suara sirine ambulans dan mobil patroli pun terdengar masuk ke dalam halaman penjara. Setelahnya banyak orang datang yang merupakan petugas kesehatan. Para generasi keenam memilih duduk di pojok membiarkan para dokter dan perawat merawat dan mengobati mereka yang luka.


Para anggota kepolisian yang melihat rekannya pingsan dan babak belur, hanya bisa terdiam karena mereka sudah kalah dengan para tahanan. Damian, Radeva, Ken, Omar Zidane, Gasendra, Hidetoshi, Hunter dan Doogie hanya menatap dingin serta datar ke semua orang disana. Begitu juga dengan Eli Yaqub bersama dengan anak buahnya dan anak buah BND serta BIN, mereka hanya menatap tanpa ekspresi.


"Bawa saja mereka semua!" ucap Eli Yaqub ke arah para polisi yang datang. "Angkut mereka semua! Kami mau tidur!"


Para generasi keenam hanya tersenyum smirk. Memang mereka mulai merasa ngantuk tapi tidak secara gamblang


Gasendra memberikan kode untuk membuka pintu sel dan setelah terbuka para anggota kepolisian mulai memapah dan menggotong yang pingsan.


"Huwaaaahhhhmmm... aku ngantuk!" gumam Ken. "Rasanya ingin tidur meskipun kasurnya keras."


Bayu, Luke, Pedro, Sadawira dan Lucas pun datang bersama dengan kepala penjara.


"Bawa semua begundal-begundal ini keluar! Jangan sampai ada yang ketinggalan!" perintah kepala penjara. "Bikin rusuh di rumah orang!"


"Bilang sama jenderal polisimu si Miu Chiao Wei, kalau dia tidak akan selamat kali ini! Besok dia akan habis di pengadilan!" ucap Luke dengan nada dingin.


"Anda tidak ada bukti!" balas polisi itu.


"Kata siapa? Dengar, kalian itu seharusnya bekerja sama dengan kami, bukan malah ngajak gelut! Jika kalian menganggap dengan CCTV kalian matikan tidak ada bukti, kalian salah! Apakah kalian lula siapa Tante kami? Jang Geun-moon, CEO Jang Corp yang membuat dan merancang alat-alat spionase!" seringai Luke.


"Semua bukti penyerangan kepada kami sudah ada semua ditambah dengan kesaksian kepala penjara yang sudah kalian sandera demi bisa menghajar kami" sambung Bayu.


"Kami sudah merekam pernyataan kepala penjara lengkap dengan semua data dan rekaman CCTV." Lucas menatap tajam.


"CCTV apa? Tidak ada CCTV!" balas petugas kepolisian itu.


"CCTV yang tidak kasat mata. Sampai bertemu di pengadilan!" balas Sadawira dingin. "Karena esok, semua nya akan kami bongkar. Dan setelahnya Kita semua akan pergi dari Hongkong, meninggalkan kalian yang akan dinilai oleh rakyat Hongkong. Ingat Vox Populi, Vox Dei ( suara rakyat adalah suara Tuhan )."


Petugas kepolisian itu hanya menatap tajam ke kelima orang itu.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaa gaaaeeessss


Maaf pendek karena ini aja ngetik sambil ngantuk


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️