Jayde and Wira Stories

Jayde and Wira Stories
Jayde dan Inggrid



Manchester Inggris


Jayde terbangun dan melihat sekelilingnya yang sempat terasa asing tapi akhirnya dia tersenyum. Alhamdulillah aku di kamarku sendiri. Sudah dua hari Jayde tiba di Manchester usai urusan di Hongkong dan terkadang dirinya masih merasakan PTSD. Selama dua hari ini, Jayde masih belum masuk kantor karena dirinya dilarang sang mommy Natasha agar berisitirahat dulu.


Suara ketukan di pintu kamarnya membuat Jayde menoleh. "Jayde, ini mommy. Ada Inggrid tuh... Bangun, mandi dulu nak."


Inggrid? Jayde bergegas turun dan membuka pintu kamarnya dan tampak wajah cantik mommynya disana. "Tolong bilang ke Inggrid, aku mandi dulu mom..."


"Mandi sana, biar segar. Nanti baru temui Inggrid ya" senyum Natasha sambil menepuk pipi putranya. "Dirapihkan brewokmu."


Jayde tersenyum. "Mommy macam Tante Gandari saja..." ucapnya sambil mencium pipi ibunya.


"Dah, sana. Yang rapih dan wangi. Okay?" Natasha meninggalkan putranya dan kembali ke ruang tengah untuk mengobrol bersama dengan Inggrid.


***


Ruang Tengah Kediaman Abisatya


"Jadi Opa kamu sudah bisa menerima soal papa kamu?" tanya Natasha ke sahabat putranya.


"Iya Tante, setelah sekian lama. Ya ampun, kasihan mama, harus menunggu sekian lama soal papa dari opa."


"Oom Simon memang payah deh" senyum Natasha. "Wong sudah ada kamu lho, terus papamu juga meninggal demi Inggris, kok ya masih saja di benci..."


"Namanya juga Opa. Sukanya telat sadar!"


"Tapi Grid, setidaknya Opamu sudah ngeh sekarang dan bisa berdamai dengan perasaannya."


"Iya Tante. Ohya katanya pada diawasi semuanya ya?" tanya Inggrid sambil menyesap teh nya.


"Iya. Oom Taufan tadi saja mau berangkat ke kantor, sampai kaget ada Scotland Yard di depan gerbang rumah dan mengawal sampai perusahaan. Padahal kami-kami sudah sampai di rumah dengan selamat usai Hongkong, ya sudah. Rupanya mereka takut kami nekad lagi" jawab Natasha sembari menggelengkan kepalanya. "Kami kan sudah jinak."


Inggrid tertawa. "Ya ampun Tante, macam apa saja kami sudah jinak."


"Habis, Tante gemas Grid. Seharusnya tidak akan terjadi huru hara di Hongkong jika para penegak hukumnya tidak ikutan menjadi bagian Triad. Masa ya harus ada pihak lain yang membereskan?" ucap Natasha. "Gedheg ( jengkel ) Tante!"


Suara langkah kaki menghampiri mereka berdua dan tampak Jayde yang sudah segar, mendekati kedua wanita yang sedang mengobrol.


"Hai. Sudah lama Grid?" sapa Jayde sambil mencium pipi Inggrid.


"Nggak terlalu. Sudah mandi dan segar?" senyum Inggrid ke sahabatnya.


"Sudah. Wangi kan?" cengir Jayde yang kemudian mencium pipi Natasah.


Jayde mengacuhkan ucapan mommynya dan memilih duduk di sebelah Inggrid lalu dengan santai nya meletakkan kepalanya diatas paha gadis itu.


"Malas sisiran!" jawab Jayde seenaknya sambil memejamkan matanya. Entah kenapa dirinya masih terasa lelah dan ingin tidur terus.


Inggrid mengelus rambut Jayde sambil tersenyum. "Kebiasaan deh sukanya begini" kekeh gadis campuran Perancis - Inggris itu. Jayde memang sering tiduran di paha Inggrid sambil belajar saat kuliah dulu.


"Grid, bagaimana bank kamu? Apakah terkena audit departemen keuangan?" tanya Natasha.


"Kena lah Tante. Mereka ingin tahu apakah ada dana aliran dari Triad Wong sebab kan sempat disimpan di bank aku tapi kan sudah dipindahkan ke bank Swiss yang akun barunya dibuka Jayde" jawab Inggrid sambil terus mengusap rambut pria yang tiduran di pahanya.


"Ini kamu nggak ke kantor?" tanya Natasha.


"Tadi sudah, memeriksa semuanya lalu kemari. Sebab aku mau bekerja dengan Jayde mengembalikan uang-uang yang disimpan oleh Triad Wong ke semua anggota keluarga yang menjadi korban dan itu jumlahnya nggak sedikit. Ada kemungkinan kami nanti akan dibantu oleh pihak audit FBI, MI6 dan tim akuntan independen."


Natasha melihat wajah putranya yang tampak terlelap tidur lagi. "Tante khawatir sama Jayde. Sejak pulang dari Hongkong, dia kebanyakan tidur terus lho Grid. Macam lelah luar biasa. Bangun mandi makan terus tidur lagi. Definisi kaum rebahan dua hari ini..."


"Seperti membayar hutang kelelahan kemarin Tante apalagi di lingkungan yang dia hapal dan nyaman. Aku rasa, itu cara Jayde untuk menghealing ulang semua emosinya sebab kita tidak tahu bagaimana perasaan Jayde saat berkelahi dengan semua orang di markas Triad Wong." Natasha menatap lembut ke pria yang sedang tidur dengan sedikit mendengkur.


"Bisa jadi kamu benar. Kita memang tidak tahu disana bagaimana dan salah satu cara Jayde bisa mengkompromikan emosinya, adalah tidur. Orang lain bisa macam-macam, lari ke minuman keras, clubbing atau apapun tapi Jayde lebih memilih tidur karena dirinya sudah merasa aman. Semacam itu tampaknya ya Grid?" Natasha menatap sahabat putranya.


"Iya Tante." Inggrid menjawab sambil mengusap kepala Jayde lembut.



Yang enak-enakan tiduran diatas paha orang



Yang tidak keberatan ditimpa kepala vampir


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️