Jayde and Wira Stories

Jayde and Wira Stories
Gantian!



Penjara Federal Hongkong Blok Khusus Pria


Ken dan Sadawira mulai memeriksa para anggota polisi yang pingsan. Diam-diam dua dokter itu bersyukur saudara-saudaranya tidak ada yang membunuh satu orang pun.


"Ini kayaknya pemimpin nya deh Wir. Duh bang Lukie super niat menghajarnya" gumam Ken sambil memeriksa lawan Luke tadi dengan cermat. "Buset, giginya tanggal dua." Ken mencari abangnya yang sedang membantu memasukkan para polisi yang pingsan di dalam sel. "Bang Lukie! Lu hajar pakai apa nih orang? Baton?"


"Lha dia bawa, aku rebut, aku hajar lah!" sahut Luke kalem.


Ken menggelengkan kepalanya. "Ampun deh Yakuza mix mafia satu itu!"


"Ken! Ken Al Jordan!" Ken celingukan mencari sumber suara.


"Siapa yang manggil gue?" Ken mencari - cari sumber suara itu dan melihat CCTV kecil di dekatnya. "Oh my God! Ada CCTV nya Tante GM !"


"Ken!"


Ken melongo. "Sekarang CCTV nya bisa ngomong?"


"Iya! Ken, ini Tante Moon. Kamu bilang sama Bayu dan Luke..."


"Bang Lukie! Mas Bayu!" teriak Ken memanggil dua kakaknya.


Luke dan Bayu melihat Ken memanggil mereka berdua sambil melambaikan tangannya, datang menghampiri adiknya.


"Ada apa?" tanya Bayu.


"Tante Moon disini" jawab Ken sambil menunjuk CCTV kecil. di dinding.


"Ada apa Tante... Lho yang pasang siapa?" Luke menatap Ken.


"Damian yang pasang! Kalian, Tante minta tolong, kepala penjara disandera dan ditodong di ruangannya. Kalian bisa membantu membebaskan kepala penjara?" pinta Geun-moon.


"Apa Tante yakin dia tidak ada sangkut-pautnya dengan kejadian ini?" tanya Bayu.


"So far dia tidak ada sangkut pautnya" jawab Benjiro Smith. "Oom sudah memeriksa CCTV di ruangan dia."


"Oke lah! Berapa orang yang menyandera?" tanya Luke.


"Empat dan oh Luke, mereka bawa pistol."


Luke dan Bayu saling berpandangan. "Kita bawa Lucas dan Pedro."


"Jangan lupa bawa Wira. Dia paling sadis kalau Interogasi" kekeh Ken.


"Dasar dokter psycho!" gumam Luke.


***


Kelima orang itu mengendap-endap keluar dari blok sel mereka sembari membawa senjata apa adanya. Mereka semua membawa baton dan tongkat panjang seperti yang dipakai di wushu. Semua senjata itu yang dibawa oleh orang-orang yang menyerang mereka tadi.


"Lantai dua kan?" bisik Pedro.


"Yup" jawab Bayu dan Luke bersamaan.


Mereka melihat ada dua orang berjaga disana dan mereka pun bersembunyi di balik tembok. Bayu dan Luke saling mengangguk serta memberikan kode ke Pedro, Lucas dan Sadawira untuk bersiap.


Luke dan Bayu melemparkan baton yang dibawanya ke arah dua orang itu dan mengenai kepala masing-masing orang membuat mereka terkejut dan tidak cepat bereaksi, segera Lucas dan Pedro berlari menyerang dua penjaga itu dengan pukulan. Lucas dengan tinju sedangkan Pedro dengan pukulan siku yang mengakibatkan mereka pingsan.


"Biar keren!" senyum Pedro yang membuat Lucas melengos. Kedua agen federal itu pun mengambil senjata dari dua orang yang pingsan untuk berjaga jaga.


Bayu dan Luke mulai mengintip melalui pintu yang dibuka pelan dan melihat ada dua orang yang masih menahan kepala penjara.


"Kalian bersiap ya...." bisik Luke.


"Apa rencana mu bang?" tanya Sadawira.


"Aku pancing mereka, dan otomatis mereka keluar. Kalian berdua menghajar dengan menghantam mereka dengan pintu keras. Kalau lolos satu, biar aku dan Bayu hadapi!" jawab Luke.


"Deal. Aku akan jadi backup kalian" sahut Lucas.


"Oke. Now!"


Sadawira membuka pintu dan dua penjaga itu melihat Luke menyeringai.


"Hai!" sapa ketua klan Yakuza Takara itu.


"You..." keduanya pun reflek keluar.


"NOW!" ucap Luke ke Sadawira dan Bayu yang langsung menghantam pintu ruang kepala penjara itu dengan sekuat tenaga hingga kedua terpental ke dalam dan terdengar suara bruk yang keras.


Sadawira dan Bayu hanya bisa melongo melihat pintu itu rusak lalu melihat kedua orang itu menabrak meja kerja dan sepertinya patah tulang.


Lucas dan Pedro bergegas masuk dan langsung menodongkan pistolnya ke dalam ruang kerja kepala penjara. Sadawira langsung menghampiri dua orang itu dan memeriksanya karena bagaimanapun dia adalah seorang dokter meskipun sudah melanggar sumpahnya.


"Bang, kayaknya ini tulang punggungnya retak kena hantaman di meja kerja itu. Kalau yang ini mengalami gegar otak" ucap Sadawira.


Luke yang sedang melepaskan ikatan di kepala penjara itu menatap pria yang disandera itu. "Telepon ambulans dan bilang, minta sebanyak-banyaknya!"


"Apakah..." Kepala penjara itu menatap Luke dengan wajah horor.


Bayu menyalakan CCTV di blok selnya lalu menunjukkan ke kepala penjara. "Mereka semua pingsan!"


Mata kepala penjara itu melotot dengan sempurna melihat para keluarga Pratomo memasukkan semua orang yang menyerang mereka ke dalam sel.


"Tolong, kunci semua pintu sel. Biarkan mereka merasakan di hotel prodeo." Luke mengambil microphone dan memencet tombol yang ke blok tempat mereka ditahan. "Boys, keluar dari sel semuanya! Gantian biar mereka yang di dalam!"


Para saudaranya melihat ke arah CCTV yang sudah ON dan memberikan kode jempol kesana.


"Now, anda sekarang telepon ambulans!" ucap Luke


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Lanjut Besok ...


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️