
Senin, Gedung Pengadilan Hongkong...
Pagi ini jalanan arah menuju gedung pengadilan Hongkong tampak ramai dengan banyaknya pengamanan dari polisi ditambah dengan antusiasme para masyarakat yang ingin melihat keluarga Pratomo yang ditangkap usai menghabisi Triad Wong.
Bagi para penduduk Hongkong, mereka sangat bersyukur ada yang berani menghajar Triad yang meresahkan mereka. Bahkan tidak sedikit orang yang membawakan poster atau banner yang menyebutkan anggota keluarga mereka menjadi korban kebiadaban Triad Wong.
Tepat pukul sembilan pagi, rombongan iring-iringan dari kepolisian itu datang membawa para tahanan federal. Masyarakat berbondong-bondong hendak melihat bagaimana wajah orang-orang yang sudah membuat geger Hongkong hampir dua Minggu lalu.
Satu persatu anggota keluarga Pratomo keluar dari mobil tahanan dan mereka menolak ditutupi wajahnya, membuat orang-orang yang datang bersorak seolah mereka pahlawan. TV layar besar yang dipasang disana, menyorot wajah-wajah paripurna generasi keenam, membuat kaum hawa menjerit heboh melihat mereka.
Radeva yang menengok ke arah kerumunan itu, terkejut dengan jeritan heboh macam bertemu artis.
"Wir, dikira kita idol apa ya?" ucap Radeva yang berjalan dibelakang Sadawira. Semua anggota keluarga Pratomo dan para agen federal keluar denagn tangan mereka diborgol.
Sadawira hanya tersenyum smirk sambil menoleh ke arah kerumunan yang dibilang Radeva. Sontak para wanita berteriak heboh melihat wajah Sadawira.
"Ya ampun cakepnyaaaa!"
"Siapa namanya?"
"Kamu punya akun Instagram? Kakao? TikTok?" teriak para kaum hawa itu heboh.
Radeva dan Sadawira hanya tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya. "Ampun deh!" Mereka pun masuk ke gedung pengadilan.
***
Ruang pengadilan yang dipilih pun adalah ruang terbesar agar bisa menampung hampir 40 orang terdakwa yang duduk berjejer. Omar Zidane tersenyum saat melihat Nadya memilih duduk di sebelahnya setelah para tahanan wanita datang.
"Are you okay Nad?" sapa Omar sambil memegang tangan Nadya yang juga diborgol.
"Never better. Akhirnya merasakan jadi penjahat" cengir Nadya. "Harusnya borgol ini tuh nggak perlu."
"Kalian semua bisa berkelahi dengan tangan kosong, Nad!" bisik Omar.
Nadya hanya tersenyum manis.
Chisato Kuchiki pun duduk di sebelah Sadawira dan dokter dingin itu tersenyum ke arah pengawal kakaknya.
"Kamu baik-baik saja? Satu sel sama siapa di blok wanita?" tanya Sadawira.
"Daijoubu, Wira-san. Saya bersama dengan Nadya-san dan Katrin-san" jawab Chisato membuat Sadawira dan Radeva yang duduk di satu deret merasa lega karena mereka tidak dipisahkan.
Setelah semua tahanan duduk, para ayah dan sepupu mereka masuk ke dalam gedung pengadilan. Luke tampak senang melihat ayah, Leia dan Dante datang begitu juga dengan yang lain. Sadawira menatap Ega tidak percaya karena merasa yakin ayahnya tidak akan datang.
Ega pun menghampiri putranya dan memeluknya erat. Untuk pertama kalinya setelah dirinya dewasa, Sadawira menangis di pelukan Ega, semua emosinya tercurah disana. Ega mengelus punggung putra tunggalnya. "Bersabarlah, Wir. Semua sedang berusaha membuat kalian keluar dari Hongkong. "
Sadawira mengangguk dalam pelukan ayahnya. Interaksi Sadawira dan Padega itu membuat semua orang terharu bahkan Chisato yang duduk di sebelahnya, ikut menangis. Sebagai anak yatim-piatu, Chisato merasa iri juga tidak ada orang tuanya yang datang.
Setelahnya, Ega duduk di kursi pengunjung yang berada di sisi kanan kursi para terdakwa sambil tetap melihat putranya mengusap matanya yang basah dengan punggung tangannya.
Jayde pun datang bersama ayahnya Taufan Abisatya, membuat keluarga nya tersenyum lega melihat vampir satu itu dalam kondisi sehat mengingat lengannya kena bacok.
Para pengacara mereka pun hadir dan para agen federal juga merasa mereka mendapatkan bantuan hukum saat melihat beberapa pengacara beken dari negara masing-masing, duduk bersama dengan pengacara keluarga Pratomo. Total ada sepuluh orang tim pengacara yang mewakili ke 40 orang terdakwa itu.
Hakim bersama dengan jajarannya pun masuk ke ruang sidang dan acara persidangan pun dimulai.
***
Luca, Joey, Abiyasa, Hoshi, Taufan, Ega, Ayrton dan Pandu tampak mengikuti jalannya sidang dengan serius. Setelah hampir empat jam pembukaan sidang itu, akhirnya hakim memutuskan untuk melanjutkan sidang keesokan harinya dan para terdakwa ditahan di sel gedung pengadilan agar tidak terjadi kerumunan karena banyak yang menganggap mereka adalah pahlawan.
Para ayah menyempatkan memeluk putra mereka sebelum dibawa masuk ke dalam sel tahanan. Setelahnya mereka pun keluar dan wajah para ayah langsung sumringah saat melihat siapa yang datang.
***
Sidang Hari Kedua ...
Para generasi keenam melongo melihat siapa yang datang dan setelahnya tersenyum. Seorang pria berambut pirang dan bermata biru yang datang bersama seorang wanita Asia berambut hitam panjang, duduk di deretan kedua.
Sontak para generasi Keenam tampak tenang sedangkan para agen federal tidak percaya kalau wanita legend yang membantu mereka di bidang alat-alat canggih mereka, akan hadir di ruang sidang.
"Itu tantemu kan Nad?" bisik Omar Zidane sambil mengedikkan dagunya ke arah wanita cantik itu.
"Iya, Tante Moon."
"Apakah akan ada gegeran?"
Nadya tersenyum ke arah Omar. "Kamu kok menggemaskan sih Ramesses?"
Omar Zidane mendelik ke arah Nadya. "Nad..."
"Lho kan kamu keturunan Ramesses? Raja Mesir..."
Omar mencium kening Nadya. "Shut it Nad. Kamu membuat aku ingin tertawa tahu nggak!"
Nadya terdiam tapi setelahnya keduanya tampak panik setelah semua saudaranya melihat kelakuan mereka.
Mati aku!
***
Travis Blair mulai membuka awal mula bagaimana Jayde dan Sadawira terlibat dengan Triad Wong.
"Disini, anda bisa melihat ketiga orang yang membawa kotak bertuliskan human organ." Travis menunjukkan rekaman CCTV hampir setahun lalu yang tersimpan di cloud khusus Triad Wong.
Travis melanjutkan monolog nya sampai terdengar rekaman dokter Huang dengan ketiga orang itu yang sudah diindentifikasi kan. Termasuk dengan gambar saat Shota Iwasaki ditemukan dan kondisinya saat diautopsi.
"Seperti anda lihat, hilang semua organ tubuhnya yang penting termasuk darah milik Shota sudah dikuras juga." Wajah Luke, Hidetoshi dan Chisato tampak mengeras mendengar paparan dari Travis.
Travis masih melanjutkan openingnya hingga ke kasus Jayde. "Apakah para orang-orang ini tidak sadar semua ruangan ada CCTV nya yang tidak terlihat?" ucapnya saat Gary dan Mark Wong datang meminta Jayde untuk melakukan penggelapan uang dan money laundry.
Semua orang menoleh ke Jayde yang hanya duduk dengan wajah dinginnya saat Gary dan Mark Wong mengancam akan membunuh Natasha dan Taufan membuat ayahnya merangkul putranya. Jayde membalas dengan memeluk Taufan.
"Inilah latar belakang mengapa Triad Wong mendekati anggota keluarga Pratomo. Dan ini baru permulaan" seringai Travis.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️