I WANNA RESET

I WANNA RESET
hari pertama? jangan sia sia kan kesempatan ini #9



matahari pun memuncul kan wujudnya, waktunya untuk orang orang melakukan aktivitas mereka masing masing.


sedangkan kiraa dan rara masih asik tidur, pasalnya mereka ber dua benar benar mengantuk.


tak lama kemudian, ada suara ketokan pintu dari arah luar, tetapi kiraa masih tidak terganggu dari tidurnya, satu, dua ketokan masih tidak ada jawaban.


setelah itu tidak ada suara sama sekali, sunyi.


*byurr...


tiba-tiba ada hujan di kamar itu, sontak membuat kiraa terbangun dari tidurnya.


"ha!?" kata kira sambil terduduk.


ia dengan samar-samar menoleh ke arah sumber air hujan tersebut,kiraa tak menyangka bahwa orang tersebut adalah om dian, pemilik rumah mewah ini.


"om!!"


ujar kiraa sambil mengusab wajahnya yang basah.


"udah bangun toh, ternyata cara nya sangat efektif" kata om dian sembari menatap gayung yang ia pegang.


"punya dendam apa sih om om ini"


"om kenapa nyiram gitu sih!"kesel kiraa.


"kamu nya sih gak bangun-bangun,pegel tau tangan om ngetok-ngetok gak jelas"


"lagian siapa yang suruh tidur jam 2 an?"


dian yang sedang menatap gayung nya langsung menoleh ke arah kiraa setelah mendengar kata kata tersebut.


"lah,kan kierra yang ngajak" jelasnya tak Terima.


"lah, bener juga eh-"


"e-eh ngapain sih om bangunin kiraa kek gitu" ia mengalihkan pembicaraan.


"hari ini hari pertama mumasuk sekolah"


"hah!"


"hah heh, hah heh cepetan sana mandi, itu ilernya persis seperti kereta!"


"hah? , yaudah aku mandi dulu!"


setelah ritual itu.


kiraa keluar dari kamar mandi menggunakan handuk, ia tak berhenti terkagum kagum saat ia melihat kamar mandi yang sangat berbeda dengan di rumahnya.


saat keluar kiraa tak sengaja melihat tempat tidurnya ada sebuah seragam, ia sangat merindukan masa masa sekolahnya dulu.


kiraa merasa muda kembali padahal umurnya sekitar 30 tahunan.


dengan segera ia berganti baju, setelah itu ia merasa ada yang kurang, saat kiraa liat liat, ada makhluk kecil yang tidur di sisi lain ranjang.


"ra! bangun! mau ku tinggal nih?" teriak kiraa, tetapi masih tidak di dengar oleh rara.


"ra!! bangunnnn!!" teriak kiraa di depan telinga rara.


"ha? ha? ada kebakaran? dimana?"kaget rara.


bukan kebakaran yang terlihat, malah kiraa yang sedang berdiri tegap sambil melipat tangannya.


" udah tidurnya? cepet bangun!"kiraa menjewerdaun telinga rara.


"ayo ikut aku"ajak kiraa.


saat di lantai 1,iamelihat banyak sekali orang orang lalu lalang,ada yang menyapu ada yang memasak, seperti nya mereka pembantu di rumah ini.


" kiraa! sini!makanlah dulu"dian melambai lambai dengan tenang nya.


"ayo sana kir"kata rara.


"liat makanan aja langsung berbinar binar gitu" ejek kiraa.


"yeee, terserah aku lah"


"ckck ck"


kiraa pun dengan segera berjalan menuju meja makan.


tadi saat di tangga ia melihat dari kejauhan makanan yang berjejer jejer, seperti sedang menyambut dirinya.


kini ia sudah berhadapan dengan om dian, terlihat sangat jauh...


kiraa benar benar tak percaya kalau makanan ini dimakan dirinya, benar benar akan menjadi seperti babi gemuk dirinya ini.


"aku tidak tau apa yang kau suka,tapi setidaknya cicipi dulu"


"sangat enak di pandang semua makanan ini, apalagi rasanya, emh pasti enak sekali" kiraa kagum, terlihat jelas dari wajahnya bahkan ia rasanya ingin menangis saat itu juga.


kiraa menangis bahagia, om dian yang melihatnya pun terbingung bingung di buatnya.


"apa rasanya tidak enak atau kekenyangan"


"tidak om"jawab jujur kiraa.


"terus?"tambah bingung nya.


"hanya tangis kebahagian, jangan hawatir..." ia masih memakan sambil menangis.


"apa kau begitunya terharunya?"


setelah itu tidak ada perbincangan sama sekali, hanya ada suara sendok dan garpu.


setelah itu mereka berdua membersihkan mulutnya, dan juga minum.


"ahh kenyangnya~" gumam kiraa.


"heh kenyang sekali kamu, bagi dikit lah"kata rara yang dilanda kekesalan dan kelaparan.


"akan aneh jika mereka melihat makanan yang terbang, bisa bisa dikira dukun aku"


"ya tapi aku lapar lho kier"


"namaku hanya kierra tapi kamu manggilnya seribu kata"


"ya terserah aku lah!"


"lagian aku terkekang mulu, gak ada bahagia bahagi-"


kiraa pun memungut rara dan membawanya ke bawah meja.


"stt...ini makan lah dan jangan cerewet!" bisik kiraa.


"heh nyadar, diri sendiri juga cerewet!" walau begitu ia tetap mengambil makanan yang di berikan kiraa, lebih tepatnya sebuah roti manis dengan toping ceri yang sangat merah.


"kiraa, ayo sebentar lagi akan ditutup,jangan sampai terlambat"


"ck, terus kalau aku terlambat ya om juga lah karna berangkatnya bareng" gumam kiraa.


"udah belum?!"teriak dian.


" bentar bentar!"ia segera menyusul om diannya itu.


saat diluar ia melihat mobil hitam, sangat mulus mobil itu di bandingkan dirinya, ia melamun sebentar.


"om, bisa tidak nanti antar aku agak jauh dari sekolahan nya"


"ha? kenapa?"


"itu, agak aneh kan kalo aku anak baru udah deket sama orang yang penting dalam sekolah itu"


"oh benar juga, tapi aku juga punya syarat, kau hanya bisa memanggil ku om jika hanya berdua, kalau di sekolahan panggil pak aja ya? "


"okelah pak!"


"pff, padahal aku masih muda lho" gumam dian.


"bapak ngomong apa? aku gak dengar"


"eitss, manggil bapaknya jangan disini, mereka kesenengan liat tuannya di ejek" dian menunjuk anak buah-anak buahnya.


"pff...maaf Pak eh om maksutnya..." gelagap kiraa.


"sudah lah, ayo nanti jika terlambat kau berdiri di lapangan, dengan begitu kau akan terkenal dengan kesan yang buruk saat hari pertama"


"bener juga, pokoknya jangan cari masalah di hari pertama"


"ayo om!"


mereka pun memasuki mobil, dan benar saja, kiraa turun di daerah yang lumayan jauh dari sekolahan nya itu, sekolahan itu terlihat sangat besar, dari kejauhan saja seperti itu apa lagi saat didepan mata.


kiraa benar-benar beruntung, tetapi ia tak luput dari kecurigaannya terhadap orang yang bernama dian itu,orang kaya yang tidak ingin di bantah dan menampung nya secara tiba-tiba, sangat lah mencurigakan.


"apa kita ikuti alurnya saja ya?" ia mulai berkata ketika ia memastikan bahwa mobil hitam itu telah menjauh.


"hmm~ikuti saja lah, selagi dia tidak berbuat apa apa"ntah dari mana rara muncul tiba tiba, ia mulai berterbang terbang di sekeliling kierra.


"itu sama saja dengan kau memanfaatkannya, hmm?"


"haha, anggap saja kebaikan ku saat perutku sudah melembung" canda rara.


"udah lah mendingan kita langsung kesekolahannya dari pada diam disini terus,lumayan capek ini" ujar kiraa sambil memijat kaki bawahnya.


kierra dan rara pun berjalan sedikit lari dan tidak lupa melihat jam untuk menyesuaikan waktu agar tidak terlambat di hari pertama.


beberapa menit sudah berlalu, kini kierra dan rara sudah berada di area depan sekolah itu.


besar sekali... hal itu yang pertama kali kiraa dan rara ucapkan di dalam hati.