
"kapan aku akan keluar dari tempat ini!!" dia menahan nafasnya.
"apa aku akan benar- benar mati?... "
*hah..
"ha? aku bernafas?
"aku masih hidup??"
Dia berdiri dengan pemikiran ada seseorang yang menyelamatkan-nya. meski begitu, dia sedang mengingat apa saja yang terjadi..
Dan entah mengapa, tubuhnya terasa sakit seperti sehabis terinjak-injak.
"APA!?!"
"kenapa tubuhku menjadi kecil seperti ini??!!" ia melihat seluruh tubuhnya yang memakai baju yang sangat kotor.
jauh dari ingatan terakhirnya, kulit yang sekarang dia pegang jauh lebih halus dan kencang. bahkan rasanya semua bagian tubuhnya seakan menyusut(setelah berendam di air begitu lama).
"Kyaaaa!!!!!"
Tiba-tiba
terdengar suara anak kecil yang berteriak. jika tidak salah, seharusnya anak itu ada disekitar Kiraa berada.
"tunggu... dalam keadaan seperti ini, masih bisa 'kah aku berpikir hal yang lain?.... "
dalam kejauhan, terlihat segerombolan pria kekar yang mengenakan jas dan pistol ditangannya tengah berlari kearah Kiraa.
dan Dia 'pun segera bersiap berlari kearah yang berlawanan. namun teriakan tadi terdengar kembali, memaksakan hati Kiraa untuk menolongnya.
"heyy tolong aku!!!!" ternyata dia adalah gadis kecil yang tertindih batu besar. tangan mungilnya juga berusaha mengangkat batu itu, tetapi kenyataannya batu itu lebih besar darinya.
"ha. ...tunggu aku gadis kecil!"
*Drap!. Drap!. Drap!.
Kiraa berlari sambil mengatur nafas nya yang tersenggat-senggat.
*Brugg.
setelah baru itu terangkat, gadis tadi berterbangan kesana-kemari melihat kakinya yang sedikit memerah.
"terima kasih!" ucap gadis itu.
"siapa mereka sebenarnya?, dan sekarang aku ada dimana?" dia kembali menatap heran ke arah mereka yang berjas hitam yang masih berlari kearahnya.
!!!!
"hey apa kamu bodoh! nama ku Rara, tapi untuk yang lainnya kita bicarakan nanti saja!" ia menarik-narik lengan baju Kiraa.
kiraa pun mengikuti ucapan gadis itu, tanpa berkutik.
Mereka akhirnya berlari dengan tak tentu arah, dan mencari tempat yang dapat mengamankan kan mereka berdua.
namun beruntungnya!, gerombolan pria kekar itu tidak mengejar sampai sejauh ini. Kiraa dan Rara juga memutuskan untuk tidak berlari lagi.
"huh.. bagaimanapun, jika aku.. mendapatkan salah satu lelaki dari gerombolan itu.. aku termasuk orang yang beruntung.."
"fyuhhh!!, manusia memang tak jauh dari penampilan, apalagi perempuan!" sahut Rara. yang menatap Kiraa sinis.
"kau benar." dia tertawa kecil saat melihat tingkah cemberut gadis itu, dia teringat akan masa lalunya yang juga memiliki sifat kekanakan dan pemarah.
"huh!"
gadis itu memalingkan wajahnya.
"oh, aku baru sadar kamu melayang dan mungil"
dia mengerutkan dahinya, tak percaya dengan apa yang ia lihat.
dan bukan 'kah itu mustahil jika didunia yang seperti ini?. atau.. Kiraa benar- benar ada disurga?
"tentu saja. untuk yang tadi.. terima kasih atas bantuan mu, kalau tidak, aku mungkin sudah terinjak oleh mereka"
sekarang, makhluk itu berputar-putar. . dan tanah yang menyangkut di pakaiannya tiba-tiba berjatuhan...
"aku kemari ke bumi karena aku mempunyai tugas, dan kurasa kau dapat diberi kesempatan untuk bekerja sama dengan ku"
"kau bisa menganggap hubungan kita sebagai hubungan pemilik dan hewan peliharaan, atau tuan dan bawahannya 'pun tidak masalah! "
maksud dan tujuan makhluk itu sudah jelas.
Dia menginginkan seorang 'pemilik', dan makhluk itu jelas bukan berasal dari dunia dimana sekarang mereka berada.
apa ini salah satu cerita dunia fantasi atau semacamnya?, Kiraa rasa makhluk seperti Rara itu hanya ada dibuku.
tetapi setelah bertemu, kesal juga rasanya jika benar-benar ada.
"awalnya aku senang mendapat peliharaan yang manis dan 'menarik' seperti mu, tapi tentang makanan... itu sangat menyedihkan untuk ku."
kiraa menjatuhkan dirinya ke tanah. walaupun saat ini nafasnya telah berderu normal, tetapi tidak dengan tubuhnya yang remuk.
"oh ya,segerombolan lelaki baju hitam itu sepertinya sedang mencari tahanan, dan bisa di pastikan mereka bukan menargetkan kita... mungkin?"
"bagaimana kau bisa tahu?" ucapnya heran sambil memutari Kiraa dengan ekspresi bingung.
"bukan hanya badan mu yang kecil tetapi otak mu juga kecil?"
tanpa beban, Kiraa memegang baju 'aneh' Rara dan mengangkatnya seperti sedang mengangkat tikus-di-ekor-nya.
sebenarnya, dia juga bingung kepada dirinya sendiri, kenapa semuanya terasa berbeda.
Rara mengibaskan tangan Kiraa yang tadi memegang bajunya. tanda bahwa ia tidak suka di perlakukan seperti itu.
"baiklah, baiklah."
"kalau mereka menarget kita, pastinya mereka mengejar kita, tapi nyatanya mereka hanya kebingungan seperti kehilangan jejak"
"hmm...kau benar. sangat masuk akal".
...
Kiraa kembali tersadar dengan posisinya sekarang yang sedang kebingungan.
'aku ingat ini tubuhku, dan juga pakaianku'
'tetapi, seingatku aku tidak pernah melihat makhluk kecil ini... ada sesuatu yang aneh yang baru terjadi'
kiraa memutar ingatannya dan melirik ke arah Rara yang sedang kebingungan.
'dan mestinya, aku ada di rumah sakit setelah kejadian tadi'
'sejak kejadian itu yang terulang kembali tetapi tidak dengan akhir yang sama.. apa benar aku.. kembali ke masa lalu?'
...
'jika saat itu aku tidak ingin maju, maka sekarang aku harus berani untuk maju. karena ini kesempatan ku, tidak apa-apa 'kan jika ... aku sedikit keterlaluan?'
*srak.
"kamu ingin kemana?" tanya Rara.
Kiraa yang sudah berdiri kembali, menolehkan wajahnya ke arah Rara dan berbisik dengan senyuman yang sangat indah...
"ya tentu saja untuk menghabisi mereka"
------------
"dimana dia?"
"jangan tanya aku bodoh." kata kedua orang berbaju hitam yang bertubuh kekar.
"jika kita tidak segera menemukan mereka kita akan di gunakan sebagai wadah untuk memotong sayuran!"
Dia mengingatkan kepada rekan satu tim-nya agar memfokuskan diri untuk membunuh orang dan bukan saling berbincang.
lagian mereka dibayar supaya mengerjakan perintah dengan benar, tidak untuk menunggu kematian mereka satu-satu.
"tenang saja kita ini sangat hebat!" ucap orang yang tadi bertanya dengan sombong.
"kita hanya perlu melihat bayangannya, dan secepat kilat, kita akan membunuhnya"
sesaat setelah kesombongan itu muncul, sang target 'pun muncul dengan mengucapkan pertanyaan merendah.
"hebat katamu?"
"kauu!!, HA. akhirnya kau datang kemari.", meraka mengambil ancang-ancang untuk menembak orang itu.
"mana mungkin aku takut kepada sampah seperti kalian."
"coba pikirkan jika aku tidak memunculkan diriku dihadapan kalian,... apa kalian masih mendapat kesempatan untuk bisa melihat ku?"
"apa kau pikir kau bisa melawan kami yang menang jumblah ini dengan luka seperti itu?"
'ha. mereka benar- benar menyusahkan.'
Dan tanpa aba-aba lagi, mereka langsung menyerang.
"ayo serang!!!!"
sebelum menyerang, tiba-tiba ada perempuan yang berteriak kencang muncul menampakkan tubuhnya yang kecil itu.
dan tentunya siapa lagi jika itu bukan KIERRA?, sang penyelamat-mendadak.
"HEY KALIAN YANG BER-JAS HITAM!!" panggil kiraa. sangat, sangat kencang...
"aku akan menyelamatkan orang itu."
*klek. .... ,
"nak, pergilah bermain",
"jangan pedulikan dia. kita harus segera membunuh target dan memberi berita ini kepada 'SANG PEMILIK'"
...
"Ra, kau benar-benar yakin bisa mengalahkan mereka?"
"ha?" mereka kompak tersinggung melihat gerak-gerik gadis itu. pasalnya kiraa berbicara sendiri tanpa ada seseorang di sampingnya.
"duhh, apa yang harus aku lakukan didunia asing ini... tidak ada satupun yang mengajari.. Hu.."
segerombolan lelaki berjas hitam itu terdiam melihat tingkah kiraa yang aneh itu, di dalam lubuk hati mereka ada perasaan geli saat melihatnya.
"kalian tidak akan percaya!!"
-
mereka saling melempar tatapan bingung.
"mungkin tidak waras..." bisik mereka