
"ish mengganggu saja" gumamnya.
cesa bediri sambil membawa kotak makannya,ia harus cepat-cepat masuk ke kelas.
"emm, aku pergi ke kelas dulu ya"ucapnya dengan malu malu.
"ah, iya"ia hanya memandangi cesa dengan tatapan yang sulit dimengerti.
semakin lama sosok cesa semakin menghilang, kiraa pun juga harus kembali ke kelas,jika tidak mau terkena amukan dari gurunya.
kiraa pun segera berjalan menuju kelas, sesampainya di kelas ia tidak melihat siapa siapa disana.
kiraa menoleh ke kanan dan kekiri, namun tidak ada satupun orang yang berada di kelas yang sangat besar itu.
"ada orang atau tidak sama-sama dingin udaranya" gumam nya.
"dor!, kedor kedor" teriak seseorang.
"ey!" kaget kiraa, ia hampir saja melempar gelas yang dia genggam tanpa kiraa sadari, jelas jelas itu punya ibu kantin.
tapi lupakan saja, kiraa tidak tau hal itu.
"kenapa masih di sini?" ketus nya sembari melipat tangan di depan dada.
"ha? apanya yang masih disini?"kata kiraa tak kalah ketus nya.
"weh, bukannya ini waktunya pelajaran olahraga di aula? apa jangan jangan kau tidak tahu?"ia menunjuk tangannya ke arah dahi kiraa.
dengan cepat ia menepis tangan orang itu sambil berkata...
"aku murid baru, apa salah nya kalau tidak tau"ucap kiraa sembari berjalan menuju bangkunya lalu duduk di bangku tersebut.
orang tersebut menatap kierra dengan bingung.
"apa?" kata kiraa karna merasa dirinya di tatap terus menerus.
orang tersebut dengan cepat menggelengkan kepalanya.
"kalau begitu cepat lah ke aula"kata orang itu dengan ketus lalu berbalik untuk bersiap-siap pergi.
"aku tidak mau!"nada bicara kiraa meninggi sedikit, sepertinya kiraa cemberut.
tolak kiraa mentah-mentah, membuat orang yang tadi berjalan tiba tiba berhenti lalu membulatkan matanya.
"apa?!" batin orang tersebut.
ia segera berbalik arah menatap kierra yang sedang bersenandung dengan posisi kepala di atas meja.
"toh, aku baru masuk, jadi lewatkan saja" kata kiraa dengan santainya.
"ck, ck ck!"
kiraa yang penasaran bagaimana tanggapan orang tersebut,menolehkan kepalanya.
ia melihat orang tadi yang sedang berkacak pinggang, kiraa melihat langit langit kelas,ia berfikir sejenak.
apa ia melakukan kesalahan?.
orang tersebut berlari cepat menuju kearah kiraa, dengan sigap kiraa mengangkat kepalanya.
"hey,kalau mau bolos itu ngajak ngajak kek!"
ia menarik tangan kira dengan kasar, namun kierra tidak merasakan sakit sedikitpun.
perempuan yang didepannya ini menatap sangar kepadanya, ya, seorang perempuan.
"hey hey, apa apaan anda!" ia berusaha melepas lengannya dari genggaman perempuan tersebut, 'ini sungguh menyiksa ketenanganku'.
"hey, aku ketua kelas mau apa lo?!"ancam nya.
"oh, aku gak kenal" ia memalingkan wajahnya ke arah lain, yang penting jangan menatap dia.
"makanya kenalan dong"
"ah males"
"ngapain males, males itu tidak boleh"
"tapi aku males"
rahang perempuan tersebut mengeras, pasalnya, kierra selalu menanggapi kata katanya, ia jadi kehabisan kata-kata.
"ah sudah lah"
"leona" kata nya.
kierra menatap leona, leona yang keburu senang pun bertanya.
"kenapa?" kata leona namun di buat jutek sebisa mungkin.
"apa?!" kesal leona, bisa bisanya ia di sama samakan dengan hewan.
"ck!" decak leona.
"kierra"
kau mau kemana?" tanya kiraa yang masih melihat ke arah jendela.
leona langsung terkaget.
"ya pokoknya bolos aja"kata leona, terlihat senyum kecilnya yang melihat kierra sambil duduk di meja kierra.
ia mengangkat kakinya untuk betumpu pada kaki satunya.
jika seperti ini, ia terlihat seperti perempuan yang kuat tetapi tenang.
"ya sudah,terserah kau saja"ia mengambil daun yang jatuh di kepalanya.
"gimana kalau ke kantin aja, soalnya kemarin anggota osis pada ngomongin puding yang baru dirilis itu, lagian gue gak mau jadi satu satunya orang yang gak tau" ucapnya sambil memegang dagunya.
"itu puding atau lagu, pake di rilis rilis gitu" kata kierra dengan wajah datarnya.
karena mendengar ucapan kiraa, leona menarik tangannya kembali dan menoleh ke arah kiraa dengan alis yang mengkerut.
"iya iya jangan marah" kiraa menoleh menatap leona yang terlihat ingin mencekik kiraa.
"oh ya, kau terkadang pake aku kadang juga pake gue, yang manasih yang bener?" kata kiraa yang menatap lekat lekat bola mata leona seperti mengintrogasi.
"ish, jangan menatap ku seperti itu" ia menempelkan telapak tangannya di wajah kiraa.
"kadang kadang aku lupa diri, kamu harus terbiasa!" tekan leona.
dengan segara kiraa menepis tangan tersebut yang tepat sekali di wajahnya.
beberapa detik pun hening sebelum kiraa membuka suara lebih dahulu.
kiraa berdiri membawa tasnya di hadapan leona, leona pun peka dan melihat kearah kiraa.
"ayo"
...---...
saat ini, kiraa dan leona, sampai di kantin.
untungnya aula basket atau biasanya di buat untuk memberi tau info kepada semua siswa tempatnya agak jauh, lebih tepatnya di belakang dekat dengan club garden.
untuk teman leona yang sempat ia bawa tadi?, leona sendiri sudah menyuruh atau mengusir teman-temannya itu, karna mereka sedikit mengganggu dan leona tak tahan dengan tingkah mereka.
leona pun duduk disalah satu kursi panjang yang ada bersama dua tas besar, tas kiraa dan tas miliknya, ia mengambil handphone nya dan melihat pesan dari guru olahraga, ada senyum kecil yang ia tahan saat melihatnya.
oh ya, tadi leona juga sempat mengirim pesan ke guru olahraga yang sekarang mungkin sedang melatih murid muridnya.
leona meminta izin untuk tidak menghadiri pelajaran itu di karna kan sakit dan membawa nama kiraa di pesan tersebut, dan lucunya guru tersebut mengiyakan ke bolosan leona dan kiraa tanpa ia ketahui pastinya.
ia tersenyum karna ia merasa senang bisa bolos seperti ini, bukannya ia tidak bisa libur beberapa hari atau bolos, bukan.
karna tugasnya menjadi salah satu anggota osis sangat padat dan sangat berpengaruh pada sekolah ini, tentu ia tidak boleh lehai lehai dong.
kembali lagi dengan leona dan kiraa yang sedang di kantin.
"kierra, lo mau beli apa?"
"gue puding yang terkenal ya bu!" teriak leona yang pandangannya tak terlepas dari HP di genggamannya.
*bu ini gelasnnya yang tadi.
kiraa pun berjalan menuju meja yang sama* seperti leona.
ia mendudukkan dirinya disana.
"hmm, sama saja dan susu putih" kata kiraa dingin.
ia menangis di dalam hati karna ia ingin tidur, rasanya seperti tidak ada semangat hidup.
leona pun mendongak menatap kiraa yang sekarang di depan nya ini.
"kau suka susu?"
"dan juga teh" ia pun menenggelamkan wajahnya di lengan, terserah mau dikatain dingin kek, yang terpenting ia menyicil tidurnya.
leona pun hanya ber oh ria.
"kalian ini lagi bolos ya?"
"heem, bi" leona menatap sejenak ibu kantin dan menjawab senyuman ibu kantin dengan senyum tipis milik leona.