I WANNA RESET

I WANNA RESET
si gadis kacamata #10



saat kiraa baru masuk, semua pasang mata mengarah kepada nya, ia menjadi sedikit gugup.


"kalau begini mah jadi artis dadakan" gumam kiraa.


"sampai segitunya mereka melihat kita" ucap rara.


tapi kiraa berusaha untuk mengabaikan tatapan tersebut, ia terus berjalan sambil melihat lihat, tetapi sedari tadi ia tidak melihat ruangan kepala sekolah, dengan begitu mau tak mau ia harus bertanya ke seseorang.


kiraa melihat seorang gadis yang berkaca mata sedang berjalan,tiba tiba rasa iba kepada gadis itu pun muncul, kasihan sekali... pasti ia dikucilkan.


dengan cepat ia menghampiri gadis tersebut, dan diikuti rara.


"hmm, permisi?"


"h-ha?!"kaget gadis tersebut.


"begini, kau tau dimana ruang kepala sekolah?"


"ke-kepala sekolah?"gelagapnya.


suaranya kecil sekali...


"iya, apa kau tidak tau?"


"t-tau kok" ia membenakan kaca matanya.


"terus dimana?"


gadis berkacamata itu menunjuk ke suatu arah.


"di sana..."


"disana dimana? itu hanya semak semak" kata kiraa sambil melihat lihat arah yang di tunjukan gadis tersebut, tetapi ia tak melihat apa apa.


"antar aku kesana jika kau tau" jelas kiraa.


"a-ah iya!iya!"


dia pun menujukkan jalannya, dari pada itu banyak sekali orang yang melihat mereka, lebih tepatnya melihat kiraa.


"kenapa sih, sirik aja liat orang cantik" narsisnya.


gadis tersebut hanya bisa terdiam sambil menunjukkan jalan.


pasalnya ia juga tidak tau harus menanggapinya bagaimana, ia tidak bisa berkomunikasi...


"di-disini!"


"oh terimakasih, namamu siapa"


gadis tersebut hendak pergi,tetapi ia terhenti saat mendengar pertanyaan kiraa.


"n-nama?"


"iya, kau tidak punya nama? kalau begitu aku minta maaf"


"p-punya kok"


pff... lucu sekali.


"terus apa?"


"emmh... cesa"


"ya ampun namanya bagus sekali! sama seperti sifatnya"batinnya.


"nama yang imut, seperti orangnya" kiraa tersenyum manis lalu berjalan masuk ke ruangan yang bertuliskan 'ruangan kepala sekolah'.


terlepas dari itu, semua orang menoleh ke arah cesa, 'apa tadi? imut katanya?!'' begitulah isi otak mereka.


cesa yang di katai seperti itu terdiam, ia membulatkan matanya,wajahnya pun memerah, ia terus menerus memikirkan perkataan kiraa, dengan cepat ia berlari tak tentu arah yang pasti.


saat didalam kiraa melihat ada sebuah meja beserta kursi nya, kursi itu membelakangi dirinya, kiraa sudah menebak,siapa lagi selain om om itu.


"ei om, aku disini" kiraa pun melipat tangannya.


kursi itu berputar, dan benar saja itu adalah dian, lelaki yang ingin sekali di panggil om.


"kiraa! kau kesini?"bingung dian.


"gak om, aku di kesana"ia menatap sinis.


"pff, kau pintar bercanda"


"maksut om kenapa kau kemari?" lanjutnya.


"om ini sekolah sangat besar,apa aku harus sembarangan masuk begitu? om sih tidak memberi papan lokasi di sana! " ia menunjuk ke arah belakangnya.


"tidak, itu pintu raa"


"maksutnya diluar, di depan sekolahan!" ia menanggung malunya.


padahal ia tak melakukan kesalahan terus mengapa ia harus malu.


"maaf maaf, kau pasti marah"


"kemari" dian mengibas kibas kan tangannya.


"untuk apa?" kiraa mengangkat sebelah alisnya.


"kemari saja"


kiraa dengan patuh melangkah menuju meja, ia sudah meraih kursi.


"bukan disitu" kata kata itu muncul di saat kiraa mau mendudukkan bokongnya.


"ha?terus dimana?"


"ck! sini samping om"ia menunjuk dengan dagunya.


"mau nya apaan sih!"


padahal bokongku keram...protes kiraa.


kiraa pun berjalan kembali ke samping dian.


"om, ada ap-"


sebelum kiraa menyelesaikan kata katanya, pergelangan tangannya di tarik, karna hal tersebut, membuat kiraa tertarik dan jatuh, tentu saja jatuh ke pangkuan dian.


"om!"teriak kiraa di tambah dengan kekagetannya.


"stt... jangan teriak, ntar om dikira pedopil lho"


"pff, tapi om enek liat yang lainnya pengennya kiraa" dian memegang hidung kiraa.


"om apaan sih!" wajah kiraa pun memerah.


"haha, oke,jadi kiraa di tempatkan ke kelas A"


"ha? A? emang banyak banget sampai A?" kata kiraa sambil menoleh dengan polos polosnya.


karna melihat hal tersebut, dian gemas di buatnya.


"gak gitu juga kierra sayang"


"terus? bisa aja kan kalau setiap 1 kelas 1 orang"


"yaampun anak siapa sih ini!" gumam dian sambil memijat dahinya.


" anak orang tua ku! "cetusnya.


"kumat cerewetnya!"batin dian.


" kalo bukan anak orang tua mu anak sapa lagi? anak sapi?"


*kringgg...


karna mendengar hal tersebut kiraa dan om an diam sebentar.


"siapa tahu om menanggap aku begitu!" kata kiraa sambil terus memaki.


perbincangan itu cukup lumayan lama, sampai kemana mana topiknya.


setelah di rasa cukup, kiraa pun keluar dengan membanting pintu, yang didalam pun terlonjak.


"tubuh kecil tapi kekuatan macam hulk" gumam dian.


beda dengan dian yang terkaget, kiraa yang di balik pintu itu masih dengan keadaan wajah memerah, antara marah dan malu, semua di mix dalam satu keadaan.


"cih, siapa sih dia! seenak jidat,aku menyesal bertemu dengannya!"


"hey kir!" rara tiba tiba muncul.


"hey!"


"kenapa setiap saat selalu membuat ku kaget sih!"


"heh, tapi sepertinya kierra sedang marah ya?"


"kau tidak tau?" kiraa menatap rara dengan raut wajah yang tak bisa artikan.


"emang ada apa?" bingung rara.


"kau tidak tau?!"


"emang ada apa sih? aku tuh tadi lagi jalan jalan di sekitar sini lalu tidur sekitar 2 menit an"


"oh pantas~ tapi kau tenang tidur 2 menit doang?"


"ya gak lah!2 menit tidur! tidur apaan itu!" setiap kata rara ada unsur kengegasan.


"hahaha, sudah lah, kita ke kelas saja"


kiraa pun berjalan.


"kau tau kelas mu dimana?"


"haha, sudah dong!"


suara kiraa sangat jelas sampai sampai murid yang sehabis dari kamar mandi di buat ngeri olehnya.


"cewek yang aneh, hii!" murid itu begedik ngeri.


"sepi sekali"


"udah pada masukan lah! "


"eh iya, haha"


"hahe, hahe!"jengkel rara.


" pintunya ditutup "kata rara.


" iya nih, kita ketok aja kali ya?"


*tok...tok


"ha?" kata seorang laki laki dari dalam.


*ceklek...


kiraa dan orang tersebut pun saling menatap.


"anak baru?"


"iya." jawab singkat kiraa.


lelaki tersebut pun berbalik arah.


"hari ini kita kedatangan murid baru, silahkan masuk" ujar lelaki tersebut.


mereka semua berbisik bisik dalam ke sunyian.


*tuk... tuk.. tuk....


suara sepatu kierra.


ia berjalan memasuki kelas tersebut sambil menenteng tasnya yang isinya ia tidak ketahui pasalnya tas itu yang di berikan om dian kepadanya, ya mungkin peralatan sekolah.


"silahkan,perkenalkan dirimu"


semua pun berbisik bisik.


"Hai, perkenalkan, kierra"singkat kierra sambil tersenyum manis.


kelas itu pun sunyi.


"emh... tidak ada lagi?..."


"tidak"


"boleh saya duduk?" jelas kiraa.


#bloodmoon