I WANNA RESET

I WANNA RESET
kisah bu kantin #14



selang beberapa menit pesanan kiraa dan leona pun hadir di hadapan mereka, leona dan kiraa sempat kaget.


"lho sampe di bawain segala"


"terimakasih, bi"


"terimakasih" ucap kiraa juga.


"iyah, lagian cuman kalian disini, jika ada yang lain ibu gak bakal ada disini dan masih membuat pesanan yang lain" kata ibu kantin tersebut sembari mengelap meja meja yang lain.


terlihat, setelah itu leona melihat HP nya kembali sambil menyuap puding ke mulutnya, raut wajah leona berganti ganti, terkadang senyum terkadang nangis bahkan baru beberapa detik setelah menangis lalu tertawa.


itu cukup membuat kiraa bergidik ngeri.


karna kiraa cukup bosan jika hanya makan dan minum, ia memulai pembicaraan dengan ibu kantin, sudah lah jangan mementingkan leona yang sedang asik main game.


"bu, sejak kapan ibu bekerja disini?" kata kiraa, matanya tertuju pada gerakan gerakan ibu kantin itu, ia sedang menyapu.


"ah itu, sudah lama sih, sekitar 20 tahun"kata ibu tersebut yang menghentikan gerakannya saat menjawab lalu melanjutkan lagi aktivitasnya.


"wahh, lama sekali" ucap kiraa pelan.


leona yang tidak sengaja mendengar pembicaraan kiraa dan ibu kantin pun merasa tertarik.


"wah terus, ibu sudah berkeluarga ya?" tanya leona kepo.


"gantian ngomongin urusan orang aja seneng gitu" kata kiraa dengan raut wajah datarnya.


"yah terserah aku dong!" jawab leona tak Terima.


"haha, kalian lucu sekali, ibu merasa senang bisa meluangkan waktu bersama kalian" kata ibu tersebut dengan senyum manisnya.


kiraa pun menoleh menatap ibu kantin tersebut, tatapan yang sulit di artikan.


"kapan pun bisa saja kok" kiraa meminum tehnya yang masih terasa hangat.


"wah, ibu sangat terharu" ibu itu lagi lagi tersenyum, dan yang ia katakan adalah sebuah kebenaran.


"jadi apa ibu sudah berkeluarga?"tanya leona lagi, ia lebih berhati hati saat mengatakan hal ini untuk ke 2 kalinya, leona takut jika ucapannya ini menyakiti hati ibu tersebut.


"ibu sudah menikah" kata ibu tersebut sambil membawa piring dan sebagainya yang di tinggal anak-anak kelas yang entah siapa itu, jahat bukan?membiarkan ibu ibu membersihkan sendiri.


"wah!"


"terus apa anda mempunyai momongan- ah maksutnya ya semacam anak?" leona sebisa mungkin membuat perkataan barusan menjadi belibet.


"iya, ibu punya bahkan dia seumuran kalian" kata ibu tersebut dengan senyum yang manis.


kiraa terus melihat ibu tersebut.


"wah, terus ia dimana?"penasaran leona.


"ni anak kalo ngomong suka merambat gitu"batin kiraa sambil meminum tehnya kembali.


"dia meneruskan pendidikannya di luar negeri" ia tersenyum namun senyumannya itu terlihat sedu, atau senyuman kecut.


sangat terlihat jelas oleh kiraa maupun leona.


"ah, maaf maaf jika membuat anda sedih!" leona merasa bersalah.


"hah, emang kalian salah apa?" kata ibu tersebut dengan senyum tipisnya.


kiraa dan leona saling menatap, lalu kiraa berdiri dan berjalan mendekat ke arah leona, ia menunduk sambil membawa gelasnya.


"kau sih!" bisik kiraa tepat di telinga leona.


"ih kok aku!" rengek leona.


"pff-"


"ibu muda banget sih, emang ibu umur berapa? " tanya kiraa.


"ya ampun, ibu jadi malu!" kata ibu kantin.


"haha"tawa leona.


"umur ibu 40"


"wahh, tapi kenapa ibu muda banget!" teriak leona.


"ah, bisa aja" ia menunduk dengan malu malu saat mendengar pujian dari kedua gadis yang bermulut manis itu.


*kringgg... kringgg...


kiraa terkaget, ia menciprat kan minumannya sangking kagetnya, dan itu mengenai wajah leona.


"kierra!" tahan leona.


"eh- maaf maaf, gak sengaja!"


"oh ya itu kan suara bel?"


"iyalah!" kata leona yang masih menatap hpnya.


"santai lah ona"


kiraa membersihkan meja yang terkena air tehnya.


"leona kiraa!"teriak leona.


"terserah aku" ucap kiraa santai.


"ish!"


...---...


"eh, eh!" gelagap kiraa.


"ada apa sih!"


kiraa dengan cepat menarik tangan leona dan membawa dua tas.


leona yang mendapatkan serangan dadakan seperti itu hanya bisa membulatkan matanya, dan tangannya masih menggenggam HP.


"ada apa kir?" bingung leona.


kiraa hanya diam dan menarik leona ke belakang sekolah.


"huff...huff" suara nafas kira dan leona yang tersenggal senggal.


"kenapa sih kierra, gak ada yang ngejar lho!"marah leona.


"gila ya! bilangnya kita bolos, kalau ketauan ya kena hukuman!"kiraa menatap leona yang juga menatap dirinya, mereka saling menatap dengan nafas yang terengah engah.


"lah emang kita ketahuan?"


"yaiyalah, tadi kelas sebelah jalan ke arah kantin!"


"lah terus?"


kiraa terduduk sambil mengatur nafasnya.


"ya ketahuan"


"kok bisa ketahuan?" tanya leona lagi.


"ini ketua kelas jadi jadian pasti!" batin kiraa.


"mulut mereka kan ember, ntar kalo di laporin gimana, dan bisa jadi guru olahraga dateng ke kantin!" jelas kiraa panjang lebar.


"oh benar juga ya..."


leona menatap langit yang sudah mulai menjelang sore,sangat lah cepat bukan?.


"ah oh, ah oh!" benak kiraa.


"terus habis ini ngapain?"


"ya mana ku tahu, bukannya kamu yang ngajak?"kiraa menunjuk dahi leona tanpa rasa malu.


"woy, kan u yang iyain!"jawab leona tak terima.


"kamu yang buat alasan!!" kucap kiraa tak mau kalah.


"yeh, nyalahin!"


"udah lah debat sama kamu gak ada habisnya"


"harusnya aku yang ngomong gitu."


"yaudah aku pulang dulu"


kiraa berdiri dan mengambil tasnya.


"eh.. eh jangan ngambek" gelagap leona, ia menahan tangan kiraa.


"apaan sih"


"gak nyambung ih ona, siapa juga yang ngambek"


"terus apa kalo gak ngambek?"


"terus ngapain juga kita disini, mau liat sunset hah?"


"ya pulang lah!"


"kan kita bisa jalan jalan kemana gitu"bantah leona.


"gak bisa gitu ona"


"entar ketahuan gimana"


"huh..." hembusan berat leona.


kiraa menatap lekat lekat mata leona yang melihat ke kebawah, terlukis lah senyum kecil di wajahnya, ia menepuk bahu orang di depannya, tentu saja orang itu terperanjak.


"tidak apa, aku harus pulang walaupun tidak ada rumah"


"kau ada rumah kan?"


"ada lah!"


"gak lucu tau"


"siapa yang nge joke?"


"udah lah, aku pulang dulu, kau pulang juga"


"yaudah, jarang jarang aku bisa bolos"leona pun mengambil tasnya juga.


" oh ya terimakasih atas traktirnya"kiraa tersenyum miring.


"yoih, santai aja, kapan kapan bolos lagi yuk" ajak leona sambil tertawa kekeh.


"iya iya, pulang dulu ya"


kiraa pun berjalan sambil melambai lambaikan tangannya dan begitu pula dengan leona.


...---...


disisi kierra~


kiraa pun mencari jalan keluar dari sekolah ini, namun ternyata tak semudah pikirannya, sekolah ini sangat lah besar, ia baru pertama kali datang kesekolah ini bahkan ia tidak atau ada sekolah seperti ini.


"bisa bisanya aku sampai di sekolah ini, padahal rencana awal gak gini"


"bwoo"


suara itu berhasil membuat kiraa terkaget, ya itu rara yang datang entah dari mana.


"kau ini!" kesal kiraa.


"hehe~ kaget ya?"


"yaiyalah!"


"dari mana saja kamu?" tanya nya.


"oh, tadi aku lagi liat liat taman yang dibelakang"


"indah banget lho~"kagum rara.


ha taman?ah sudah lah.


"yaudah ayo kita pulang"


kiraa berjalan dengan percaya diri, namun perkataan rara yang tiba tiba membuat langkahnya terhenti.