
ia membereskan kotak makannya, dengan tak sengaja ia menangkap sosok leona yang berjalan bersama anggota osis yang lain.
leona menoleh ke arah nya, kiraa dibuat semakin kaget oleh leona yang tersenyum miring.
dengan cepat ia menoleh ke belakang, tetapi disana tidak ada seorang pun.
"mungkin dia gila" gumam nya, ia berjalan ke arah orang-orang yang berkerumun untuk membeli, kiraa juga menyempil di antara mereka untuk membeli minuman.
"heh, akhirnya" setelah memesan ia pun mencari meja lagi, karna meja nya sudah di ambil seseorang.
"eh, cesa?!"
ia melihat cesa yang berjalan keluar dari tempat kantin, dengan terburu-buru sambil menenteng minuman dan kotak bekalnya ia berlari mengejar cesa.
walaupun kiraa berlari lari namun orang orang itu tidak memikirkan nya.
ia mengerutkan keningnya saat melihat cesa yang duduk di kursi taman.
"dia benar-benar tidak mempunyai teman..."kiraa merasa iba kepada cesa yang selalu sendirian seperti itu.
kiraa nampak berfikir.
"ah! aku dapat ide!"katanya dengan mata berbinar.
"cesa!!"teriaknya.
"hah?" cesa menoleh melihat ke arah sumber suara.
"kau sendirian?" ia duduk berdempet ke cesa.
"e-eh iya tuh" katanya sambil melihat kiraa yang mendekat.
"oh" kiraa meneguk minumannya.
"terus, kau kenapa kesini?" ia membuka tutup bekalnya.
"ya gak papa" ia menaikkan kakinya ke pegangan kursi taman itu, jadinya kiraa bersender ke bahu kecil cesa.
cesa pun hanya berdiam, ia dari dulu tidak menolak apapun walau ia enggan atau sebagainya.
tiba tiba cesa tersedak saat menelan makanannya.
*uhuk!, uhuk!...
"kau tidak apa?"
"ti-uhuk"
kiraa menghela nafas, ini menyodorkan gelas di hadapan cesa.
"minum lah" kata kiraa, ia masih bersender di bahu cesa dan menatap langit walau ia merasa bahwa punggungnya bergetar.
dengan cepat cesa mengambil dan meminumnya hingga tuntas.
"waww ces, kau ini hanya tersedak bukan habis lari maraton" ia menepuk punggung cesa dengan raut wajah yang sebisa mungkin dibuat terkejut.
"e-eh, maaf nanti aku belikan lagi" kata cesa, ia merasa tidak enak.
"santai aja"
"aku mau beli lagi, mau nitip?"
"e-eh, kalau boleh aku mau nitip beli minuman rasa melon" katanya dengan pelan.
"ah tidak tidak!aku tidak mau nitip apa apa!"teriaknya.
kiraa pun tertawa kecil.
"iya iya aku beliin deh"ia mengusap kepala cesa lalu pergi dari pandangan cesa.
setalah membeli ia kembali ke taman dan menemui cesa, dia tetap duduk manis di kursi yang tadi sambil menatap kakinya, ia menggerak gerakkan nya, terlihat lucu bukan?.
kiraa jadi teringat dirinya yang juga melakukan hal semacam itu dulu, semoga saja kebiasaan dulunya kebawa sampai ke sini, hihi.
"cesa!!" ia berlari kecil menuju cesa.
cesa yang melihatnya pun langsung tersenyum.
"kierra!"
"aku bawa kripik juga nih" ia memberitahu apa yang ia beli.
cesa melihat tangan kiraa yang membuka bungkus makanan itu, ia mengikuti tangan kiraa yang bergerak menuju kotak bekalnya lalu menumpahkan nya.
cesa heran.
"kalo begitu lebih enak" ia mengambil satu kripik.
"eh, iya benar juga" ia pun melanjutkan makannya.
kiraa kembali menaikkan kakinya seperti tadi yang ia lakukan.
di taman ini sangat sepi,pasalnya jarang banget murid-murid mau ketaman,mereka rata rata dari kalangan tinggi, kalau bukan begitu pasti orang yang sangat pintar dan lebih memilih untuk bergelud dengan tugas-tugas.
"kau mempunyai handphone?"
"p-punya lah!"
"kalo begitu berikan" ia masih mencomot makanan yang berada di kotak makan cesa.
"nomermu, bukan ingin membegal mu!" ucap kiraa sembari menatap datar cesa.
cesa pun tertawa geli.
"ih,kenapa ketawa gak jelas gitu"
"tidak apa" ia melanjutkan makannya dan memberikan ponsel atau handphone nya.
kiraa pun selesai,ia dan cesa saling menukar nomer.
"sudah nih" kata kiraa, ia memberikan nya kembali.
cesa pun menerimanya.
*kringg...kringg..
"yah waktunya ke kelas nih"
"eh, iya"
kiraa pun berdiri dan hendak pergi namun ia ingin mengatakan sesuatu sebelum pergi.
"cesa" panggil kiraa.
"apa?" ia mendongak sembari membereskan kotak makan nya.
"cesa,kita seperti sepasang kekasih yang berkencan kan?" goda kiraa, ia langsung berlari saat melihat wajah padam cesa yang tercampur kaget dan heran.
"ih!"
"hahahah!!"
...---...
di dalam kelas sudah memulai pembelajaran.
kiraa yang cukup bosan pun hanya mengotak atik hpnya dengan malas.
pak guru alex yang tidak sengaja melihat itu pun langsung naik pitam.
"kierra!!"teriak pak alex, walaupun ia muda tapi panggil saja seperti itu.
murid yang lainnya pun terkaget bukan main mendengar teriakan tersebut, mereka langsung melihat ke arah kiraa dengan tatapan yang sangar.
kiraa pun hanya terdiam.
"sekarang kau berdiri di luar hingga jam istirahat ke 2 berbunyi!"
kiraa pun berdiri dan berjalan menuju pintu keluar, namun saat berdampingan dengan guru alex, ia tersenyum manis.
"pak, hukumannya jahat banget, bapak gak kasian gitu?"
pak guru itu hanya diam tak berkutik mendengar perkataan yang sangat pelan, seperti bisikan.
lalu ia menyelipkan tangannya di jaketnya, ia selalu ke sekolah dengan jaket, terkadang ia melepasnya,karna panas.
kini ia keluar dari kelas, keadaan kelas pun mulai membaik semenjak keluarnya kiraa.
ada pun siswa yang bermalas malas, namun alex tak pedulikan.
saat di pertengahan pelajaran, banyak orang yang berbincang dari arah luar, membuat kelas itu terganggu, dengan cepat mereka keluar untuk melihat apa yang orang kelas sebelah bicarakan.
alex pun ikut melihat, dan sangat terkejutnya ia ketika melihat 3 orang gadis yang berada di lapangan.
mereka adalah cesa, leona, kierra.
mereka benar benar terkejut, pasalnya mereka tau 3 gadis itu, yang satunya anak pintar yang tidak mau meninggalkan tugas dan kelas sama sekali, dan satunya,anggota osis?.
ya ampun harusnya ia mengajarkan semua siswa untuk tertip.
dan satunya lagi, gadis yang baru masuk ke sekolah, ini hari ke 2 namun gadis itu sudah menerima hukuman?.
di sisi 3 gadis manis itu, mereka tidak menghawatirkan popularitas mereka, penat juga jika mereka terus menerus mengikuti perintah sekolah.
dan semua ini di sebab kan oleh, kierra, sang penyelamat bagi 2 gadis tersebut.
"yee, terkenal mendadak inih" kata leona gembira.
kiraa melambai lambaikan tangannya mengarah keatas yang terdapat banyak siswa yang berkerumun.
"sa, ona sini foto" panggil kiraa.
leona dan cesa pun menurut.
*cekrekk!
mereka bergaya dengan pose yang imut tentunya.
kejadian yang sangat langka selama sekolah ini di bangun.
orang-orang terlalu sibuk melihat 3 gadis tersebut sampai melupakan seseorang yang di dalam kelas.
ia adalah lelaki yang terlibat dengan kiraa pagi tadi.
ia terlihat berdiam diri,tidak berkutik sama sekali.
mendengar bisikan-bisikan dari luar membuatnya benar benar terganggu, kemudian ia menatap bangku sebelahnya, bangku kiraa.