I WANNA RESET

I WANNA RESET
kucing liar sebaiknya di jinakkan dulu baru dimiliki atau sebaliknya? #3



"heh jangan kira aku lemah, walaupun perempuan,aku bisa melawan kalian"


para segerombolan baju hitam itu hanya terdiam.


"hei anak kecil jangan menghalangi pekerjaan kami, mending sana beli permen dari pada ikut campur" senbelum-sebelumnya dia begitu sombong, dan sekarang dia kesal dengan keberdaan Kiraa.


tentu saja Kiraa tidak mau kalah dengan mereka yang memandang dari penampilannya saja.


mereka tidak tahu bahwa ada makhluk ajaib yang sedang memasukkan sesuatu kedalam tubuh Kiraa, yang berupa kekuatan.


"jangan memanggil ku anak kecil, ya walaupun aku memang suka permen, tapi umurku 16 tahun lebih dan tidak pantas untuk kalian panggil 'anak kecil'" 'namun tidak salah jika kalian adalah kakek-kakek mesum berusia senja'


tiba-tiba muncul suara Rara yang membisikkan sesuatu.


"hei, ayo pukul mereka!"


"kau berbicara apa?, tidak 'kah kau melihat tanganku ini yang terangkat untuk menghabisi mereka?"


"lalu, ayo pukul mereka!, jangan terus-menerus berdebat saja. sempat-sempat mereka akan menyerangmu terlebih dahulu!"


"tetapi, tubuhku ini lemah. tidak pernah peregangan bahkan berolahraga. . bagaimana mung-"


*dug


rara tanpa berpikir panjang mendorong kiraa,hingga kiraa terjungkal dan jatuh ke bawah.


"DASARRR!!!" suara teriakan Kiraa yang terkejut ketika terjatuh dari ketinggian sebuah bangunan.


"eh... "


. . .


-------------


. . .


"bunuh dia!!"


"hah..."hela nafas lelaki yang tadi di target-kan. dan karena segerombolan pria itu terbakar api kekesalan, suasana menjadi ricuh, sang target 'pun begitu santai berdiri santai sembari menonton pertunjukkan aksi ini.


Tanpa berpikir lama lagi Kiraa menghajar mereka satu persatu tanpa ragu, dan tanpa beban.


*bug!


.


*hyiattt!!!


***


sebenarnya saat mendorong kiraa, rara memberikan sesuatu di tubuh kiraa yang membuatnya lebih kuat, dan ada juga yang langsung tidak sadarkan diri padahal belum tersentuh oleh Kiraa.


tapi ada hal yang membuat kiraa penasaran, yaitu lambang yang ada di setiap pakaian lelaki berbaju hitam.


"lambang apa itu?" pikirnya.


'tapi lambang itu cukup aneh dan menarik,sepertinya aku harus menyelidikinya, esok hari ketika aku memiliki kekuatan-kekayaan. hmm. '


Suara pistol yang menggelegar membuat seseorang ingat kematian adalah apa yang dirasakan Kiraa saat ini. banyak laki-laki berbaju hitam yang tergeletak dimana-dimana, tidak tau apakah mati atau tidak sadarkan diri. Tapi tujuan nya saat ini adalah menyelamatkan 'laki-laki' tersebut yang di target segerombolan baju hitam.


Dia baru teringat bahwa jika ingin merubah sesuatu, yaitu dengan melakukan sesuatu yang tak pernah dilakukan sebelumnya.


baru setelah itu dia akan mendapat akhir yang berbeda.


"ketakutan harus ditunda, sekarang pikirkan bagaimana lelaki itu akan berterima kasih kepadaku."


*buk.


satu orang terjatuh, dan ini adalah yang kesekian dan yang terakhir.


sayangnya, sisa orang-orang itu telah kabur diam-diam, dan Kiraa sudah menebak bahwa mereka akan melaporkan berita ini ke pemilik mereka.


suara pistol-pistol yang tadi menyeruak juga hilang dan diganti dengan kesunyian, pertanda bahwa sekarang sudah tidak ada perkelahian yang harus Kiraa hadapi.


dia juga kesal mengapa lelaki yang diselamatkan olehnya hanya berdiam dan tak membantunya sama sekali.


setelah itu amuncul lah lebih dari 12 orang yang datang mendekati 'laki laki' tadi dan memanggilnya dengan sebutan, 'tuan muda!"


"maaf kan kami yang telat datang tuan muda." kata salah satu dari segerombolan lelaki berpakaian jas rapi(hitam) itu, tapi bedanya, mereka seperti melayani tuannya, tidak seperti tadi.


"kenapa aku tidak pernah melihatnya?... apa dia orang baik?" pikir Kiraa yang tidak percaya dapat bertemu orang penting seperti itu, dan bahkan menyelamatkannya.


"Ah benar, aku ada dirumah sakit setelah tidak sadarkan diri, seharusnya mereka sudah berada dirumah dan menungguku 'kan" kierra tersadar bahwa dia harus pulang untuk melihat pertunjukan adik nya.


"kau, terimakasih telah menolong ku tadi, walupun aku berat hati untuk mengakuinya"


"namaku Kiraa, aku tidak berharap kita akan bertemu lagi. masalahmu telah menyulitkanku"ucapnya dengan dingin dan dia langsung membelakangi orang tersebut.


"bukannya kau yang dengan senang hati membantuku?"


"ya...ya aku senang, karena aku merasa kasihan. kalau saja aku tahu kau memiliki bawahan, mana mungkin aku mau membantu mu" elaknya.


bawahan dari laki-laki tersebut menatap kiraa dengan tatapan yang sulit di pahami.


"ini sudah malam, mungkin sekarang sekitar jam 23:00, 25 menit lagi polisi akan datang untuk patroli malam. sebaiknya perintahkan bawahanmu itu untuk membersihkan ini semua, agar kau dan aku tidak terlibat masalah apapun lagi"


"bagaimana kau tau bahwa polisi akan segera patroli?" saat baru memindahkan arah tatapannya untuk melihat jam dan melihat ke arah Kiraa, tahu-tahu Kiraa sudah tidak disitu lagi.


sebenarnya Kiraa masih ada di sekitar daerah itu. tapi Kiraa bingung mau menjelaskan bagaimana dia dapat mengetahui polisi akan patroli ketempat yang bahkan orang-orang tidak tahu jika terdapat perkelahian disana.


"mana mungkin aku mengatakan bahwa roh ku bangkit dari kematian karena merasa tidak ada keadilan baginya dan menyelam kembali masa lalu?"


"sebuah omong kosong!".


"tetapi bagaimana ya... meski sifatnya menjengkelkan, jika itu 'kucing hitam liar', pasti sangat tampan..."


- - - -


"BOO"


"kierra~" tiba-tiba rara muncul kembali.


"aada apa!"


"eh, jangan marah dengan Rara ya?, maafkan Rara ya, ya, ya, ...'kan Rara Sudah membantu Kierra" makhluk itu berputar-putar mengeliling Kiraa dengan wajah memelas.


Karna kierra malas menanggapinya, dia pun membalas singkat.


"hufh... iya"


"Yeaaa!! Rara senang Kiraa tidak marah kepada Rara lagi. ow ya, apa kita akan ke tempat tinggal mu?"


Rara bertanya.


"tentu saja, kita mau kemana lagi?" Kiraa berjalan sambil menyeret kedua kakinya dengan berat hati.


"seperti nya Kierra tidak suka tempat tinggal, ya? ... apa sebaiknya kita bakar saja tempat tinggal mu dan mempermalukan keluarga Kierra?"


Rara menaikkan tangannya dengan wajah yang ber api-api. seakan dia tahu bahwa Kiraa diperlakukan tidak baik oleh keluarnya.


sebenarnya Kiraa terbingung bagaimana Rara dapat mengetahui bahwa ada masalah dirumahnya.


apa dia terlalu sensitf dalam mengetahui perasaan seseorang?.


"jika bukan karna aku membutuhkan tempat berlindung dari sinar matahari dan hujan, mana mungkin aku ingin tinggal di tempat 'panggung pertunjukkan' seperti itu"


"aku juga berkeinginan sama seperti kamu, tapi ini bukan saatnya. lebih baik ikuti saja dramanya dan ikut ber-dramatis bersama~"


"sepertinya kamu sudah merencanakan sesuatu lebih dulu, Kier"


rara sudah tidak mengeluarkan perasaan ber api-api karna mendengar bahwa sepertinya Kiraa dapat mengatasinya.


"dulu aku memiliki banyak rencana tapi tidak ada satupun yang benar-benar aku lakukan"


"tapi tenang saja~"