I WANNA RESET

I WANNA RESET
sebuah kejadian #18



ia segera berlari keluar dengan membawa kotak makannya, saat diluar ia melihat mobil hitam, kiraa tidak tahu itu mobil yang sering di gunakan atau tidak.


ia menatap mobil tersebut, tidak ada tanda tanda orang di dalamnya, namun kiraa berfikir di sana ada omnya itu.


setelah menunggu beberapa detik ia celingak celinguk tetapi kiraa tidak mendapatkan seseorang pun yang berada di sana.


"om di mana sih"


"atau om didalam mobil, dan buat aku berdiri di sini terus?!"


tanpa berfikir panjang kira memutari mobil tersebut, ia menggedor-gedor kaca yang terlihat hitam itu.


sembari menggedor gedor ia tidak lupa untuk memanggil dan melontarkan kekesalannya.


namun tidak ada respon dari dalam,kiraa pun sudah lelah, tetapi otaknya tidak.


ia memutar kembali ketempat semula dan mencoba membuka pintu tersebut.


"dasar, capek tau berdiri terus kek gini"gumamnya.


"emm... kierra?"


kiraa terkaget, ia membulatkan kedua matanya dan ia mematung di tempat.


sontak ia menoleh ke belakang dengan tangan yang masih memegang gagang pintu.


"kau terdesak sampai sampai kau mencuri mobil?"kata om dian yang melirik tangan kiraa.


"e-ehh bukan kok" kata kiraa dengan hati yang berdetuk tak karuan.


"ohh" ia hanya ber oh ria sambil berjalan menuju pintu sebelahnya.


kiraa melihat om nya yang berjalan, ia merutuki kebodohannya.


"tidak menjadi pintar, kau malah menjadikan otak mu seperti otak udang" katanya pada diri sendiri.


om dian pun membuka kaca jendela mobil.


"masuk lah"


tanpa menjawab ia masuk ke mobil tersebut.


...---...


sampai sekarang pun ia masih malu untuk berbicara dengan om dian, ia menatap jendela bersama tangannya secara bergantian.


dian sekilas menatap kiraa yang tidak mau berbicara dengannya, ia hanya menghela nafas untuk menanggapinya.


sesampainya di tempat yang lumayan jauh dari sekolahan.


"kamu tidak apa-apa berjalan dari sini sampai sekolah" dian menatap kiraa.


kiraa pun membalas tatapan itu.


"tidak apa-apa kok" ia tersenyum tipis.


dian yang melihatnya pun ikut tersenyum, pasalnya kiraa waktu demi waktu bisa bergaul dengannya walau terkadang dingin dan galak.


"kenapa natap natap, udah ih om pergi aja"


kiraa melepaskan sabuk pengaman.


"diusir nih ceritanya?"kata dian menggoda.


"tarus om mau kemana kalo gak pergi?"tanya kiraa balik.


"eh, iya juga"


"udah sana, aku sekolah dulu" sebelum turun ia merasa ada yang belum ia katakan "oh ya om, makasih ya udah nampung aku, walaupun gak tau tujuan om apa"


ia menatap datar saat mengatakan kata di akhir.


"hehe, curiga ya?"


"mana mungkin seseorang tiba-tiba bersikap baik, pasti ada sesuatunya" lanjutnya dengan senyuman yang tidak bisa di mengerti.


"noh, nyadar diri"


"yeh, masa om seganteng ini dikira jahat" ia menunjukkan jidatnya dengan narsis.


kiraa yang melihatnya hanya bisa bergidik ngeri.


...---...


dengan langkah yang cepat ia berjalan menuju ke sekolahnya, sekolah yang besar.


"hari ini pukul 06:51, anak laki-laki di nyatakan tewas tertabrak di depan taman dengan kondisi kepala yang mengeluarkan banyak darah"


*deg...


kaki kiraa berhenti seketika saat mendengar perkataan penyiar tersebut.


ia menatap ke layar yang sangat besar, orang yang berlalu lalang pun sempat melihat ke arah layar tersebut sambil berbincang-bincang.


kiraa hanya terdiam lalu melanjutkan perjalanannya menuju ke sekolah.


setelah menempuh beberapa waktu, ia akhirnya sampai di depan gerbang.


"huh... akhirnya, kaki ku serasa ingin pensiun"


ia menetralkan nafasnya yang ter engah-engah.


orang-orang yang berada di lapangan sempat melihat kiraa, lalu melanjutkan aktivitas mereka kembali.


karna sedikit tergesa gesa kiraa sampai lebih cepat dari jam masuk"


kiraa melihat lapangan yang ditapaki segelintir orang, mungkin 4 atau 5,kiraa tidak terlalu memperhatikan.


ia melangkah menuju kelasnya yang berada di atas, dengan bersedekap dada ia melangkah dan terus melangkah, dan kini ia berada di kelasnya.


tadi saat berada di Koridor, kiraa tidak mendapati banyak orang.


"ah, harusnya jangan cepat cepat jalan kalau begini mah" gumamnya.


ia pun masuk ke kelasnya, dan benar saja tidak ada seseorang pun.


"semua orang pada bareng-bareng kah datangnya kok jam segini gak ada orang" gumamnya.


dencitan sepatunya terdengar nyaring.


saat ia melihat bangkunya ia menangkap sesosok manusia, bukanlah hantu.


"hey, permisi ini bangku saya, sebaiknya anda duduk di bangku anda sendiri" tegas kiraa.


kiraa tambah mendekat, ia berusaha melihat wajah orang tersebut yang menghadap ke jendela.


"permisi, anda tidak mempunyai gangguan telinga kan?" jelas kiraa tanpa malu.


"dengar kok"


"suara itu..."


ia menoleh dan sedikit mendongak, karna tubuhnya lebih tinggi dari pada kiraa.


poni yang menutupi dengan cepat meminggir untuk menampakkan wajah tampannya, ya dia seorang laki-laki.


kiraa hanya terbengong menatap mata merah indahnya, dan orang itu juga menatap kiraa dalam-dalam, menatap mata biru yang bagaikan permata itu.


kini posisi mereka adalah seorang lelaki duduk di kursi kiraa dan sedangkan kiraa berdiri di samping kursi tersebut.


dan dengan cepat kiraa mengedipkan matanya, ia kembali menatap orang tersebut.


"kau!"


"apaan?" orang itu juga berkedip.


"dia gak kaget gitu?, apalagi kemarin!"


"kau orang yang kemarin malam di kepung om om baju hitam ya!"


"ha? apaan sih!"


terdengar ada suara yang mulai mendekat ke kelas, kiraa panik.


ia menggenggam lengan lelaki tersebut dan menariknya sekuat mungkin, orang yang di tarik merasa heran dan ngeri.


"ish,kenapa gak gerak gerak sih!" batin kiraa yang terus menerus menarik lengan lelaki itu.


"ada ap!-"


sebelum ia menyelesaikan kata katanya, kira sudah lebih dahulu membekap lelaki tersebut.


"sstt... penggemarmu akan ngamuk kalau liat kamu duduk di bangku ku!"bisik kiraa.


jarak antara mereka sangat lah tipis, kiraa pun membisikkan sesuatu kepada lelaki tersebut.


"gue kan udah bilang, ayah gue suruh untuk masuk ke bagian lain"ia terus melangkah.


"wah bagus banget dong kalo gitu, berarti lu ntar masuk ke daftar cewek idola disana?"


"haha, iya dong, karna disana di ajarkan tata krama, harusnya lu kesana juga biar dapet jodoh" ujar etanis


sesampainya mereka di kelas, mereka kaget melihat idola mereka tidur pulas di meja nya.


"ya ampun pangeran lagi tidur manis ih!" girang etanis.


"haha, idola lagi tidur" ucap salah satu teman etanis.


"yaudah kalo gitu kita ke kantin dulu aja"


etanis pun mengiyakan perkataan temannya, lalu mereka pergi begitu saja dari kelas.


kelas pun sunyi.


"huh, akhirnya!"ia keluar dari bawah meja guru yang berada disana, ia sedikit pengap karna tempat persembunyiannya itu terlalu sempit.


"ide yang gila" katanya dengan nada dingin.


"heh, kau enak lah kalo aku, bakal di hajar"


beberapa orang pun mulai masuk ke kelas mereka, dan bel pun berbunyi menandakan waktunya untuk masuk.


mereka duduk di bangku/kursi mereka sendiri sendiri.


lagi-lagi kiraa malas untuk mendengarkan ocehan gurunya itu, ia pun sekali kali menatap ke arah jendela.


kiraa tidak sadar bahwa ada seseorang yang menatapnya dengan tajam.


...---...


bel pun berbunyi, waktunya untuk beristirahat.


kiraa pun berjalan keluar seperti yang dilakukan murid lain yaitu mengarah ke kantin.


perutnya sudah bersorak-sorak melakukan protes, kiraa pun hanya menuruti cacing di perutnya.


ia membawa kotak makannya yang ia siapkan pagi tadi.


sampainya di kantin orang-orang bertanya tanya.


kiraa yang melihatnya hanya terdiam heran.


jantungnya terus ber detak dengan cepat, kiraa merasa sangat sakit di bagian dadanya, ia menyentuh dadanya.


lalu dengan cepat ia mengusir keanehannya.


kiraa duduk di meja yang kosong, ia tidak peduli jika ia tidak mempunyai teman dan di anggap remeh oleh mereka.


"eh tau gak, hari ini ibu kantin gak masuk loh"


"eh iya ya, tadi aku sempet nunggu soalnya gak ada orang" ia membenarkan kata kata temannya.


kiraa yang mendengar pun menghela nafas.


ia menunduk sembari menyuapi mulutnya.


"ah, ternyata begitu ya~" gumamnya dengan senyuman miring nya.


ia memutar kejadian tadi pagi saat melihat layar besar itu.


~


"hari ini pukul 06:51, anak laki-laki di nyatakan tewas tertabrak di depan taman dengan kondisi kepala yang mengeluarkan banyak darah"


~


ia hanya tersenyum tipis sembari memakan makanan nya.


"ah, aku kenyang sekali~"