I WANNA RESET

I WANNA RESET
pecundang dari mana kah ini? #52



"kalian membiarkan kami berpikir bukan 'kah sebuah pilihan juga?"


"tutup lah mulutmu itu, sebelum kau menyesalinya!"


*BUGG!!


satu pukulan berat terlempar diudara dan itu mengarah persis ke arah Kierra.


beruntungnya, Ali sangat terlatih dan langsung menahan pukulan tersebut lalu melempar balik.


"waah, Ali. sudah kuduga kau lebih menarik saat menjadi liar"


"A- apa maksud anda??" dia tersipu malu dengan perkataan Kiraa.


"jumlah mereka lebih dari ini, kau lihat mobil yang berada disebelah sana.. "


Kiraa melirik 2 mobil yang ter-parkir sedikit jauh dari keberadaan mereka. dan Ali juga menyadari hal itu.


"itu mengatakan bahwa kita akan kalah jumlah, benar?"


"kau cepat tanggap."


berbisik seperti ini membuat para perampok menjadi curiga, jika berlama-lama juga tidak baik. oleh karena itu, Kierra dan Ali harus pintar-pintar dalam menggunakan waktu di kesempatan kali ini.


"kalian membuang-buang waktu saja!, cepat berikan apa yang kalian miliki!!"peringat sang pengepung.


"aku telah mengatakan bahwa aku tidak akan memberikan apapun, apa kalian memiliki masalah pendengaran??"


mendengar ejekan Kiraa, mereka langsung naik pitam dan bersiap melawan wanita yang memiliki tampang gadis itu dari berbagai arah.


"tunggu!!, tunggu sebentar. . . biarkan saya berbicara dengan nona" "oke...?"


Ali meminta sedikit waktu untuk berdiskusi dengan Kiraa, dan hal itu di setujui oleh pihak pengepung.


"kemari, Kierra" Ali memanggil Kiraa.


"ada apa?"


"apa kau memiliki rencana lain?"


Ali menjawab pertanyaan Kiraa dengan gelengan kepala. meski begitu, dia mengatakan sesuatu yang dapat membantu mereka yaitu dengan 'tongkat bantu' Sofia. Ali akan menggunakan itu nanti.


"apa anda dapat membaca arah pikiran saya?".


"baiklah, aku akan menghadang mereka. kau tenang saja" —


—"hei, hei. kita membuat perjanjian saja, bagaimana?"


"gadis menyusahkan-"


salah satu orang dari pihak pengepung itu mengamuk kembali dan hampir melukai Kiraa yang sekedar berkata. tetapi berbeda dengan lelaki tidak bergizi itu, yang lain malah sangat penasaran dengan perjanjian yang Kiraa ingin buat.


"shhh.. , nona ingin membuat perjanjian semacam apa?"


"heh. kita akan melakukan pertandingan yang luar biasa sebagai perjanjiannya!"


meremehkan. satu kata yang terlihat jelas dari raut wajah mereka.


"dengarlah terlebih dahulu. kalian terlalu mudah memandang rendah seseorang yang kalian target. bahkan aku belum mengatakan keadaanku ini yang kalian buat tidak adil"


Kierra berjalan dengan santai melewati lelaki-lekaki disana.


"apa yang kami dapat jika kami menang?"


"kalian boleh menagih apa yang kalian inginkan, sedangkan jika kami yang menang.. kalian harus pergi meninggalkan kami"


"menggiurkan, bukan?"


sebenarnya Kiraa ingin meminta uang kepada pengepung itu jika ia menang, namun sepertinya keadaan tidak mendukungnya.


"hahaha!.. gadis yang benar-benar berani. kalau begitu apa saja peraturannya?"


dia berjalan mendekati Kiraa.


"peraturan?, aku tidak ingat jika aku mengatakan ada peraturan... Oh!, peraturannya kau harus Terima perjanjiannya"


"... hanya itu?, baiklah aku menerima persyaratannya, lalu sekarang apa?"


"duh, kau ini ingin bertanding atau apa?"


ia menyentuh pahanya dan mengambil pisau dapur yang terselib diantara stoking dan kaos kaki yang ia kenakan.


*(stab.)


Kiraa tanpa banyak chit-chat langsung menusuk perut lelaki didepannya tadi dan membiarkan pisau itu menancap beberapa detik sebelum perampok lainnya mengambil aksi.


"kau... uhuk- CEPAT SERANG GADIS INI!!"


"akhirnya kalian beraksi"


Kiraa menarik pisau yang menancap dan berganti melirik Ali yang telah menghilang dari posisi semula.


"Hiyaaak!!"


*BUKK!!


Dengan lengan kecil milik Kiraa, hantaman kuat melayang ke arah orang yang ingin menyergapnya.


ia berharap semua perhatian menuju kepada dirinya, agar Ali dapat menunjukkan kehebatannya di saat-saat terakhir nanti.


...


"apa kita harus ikut menyerang?, bos?. karna sepertinya target melakukan perlawanan. dan ini sudah lebih dari waktu yang ditentukan" ucap orang asing yang menjadi supir suatu mobil.


"apa?, menyerang?"


"kau terlalu sering bercanda. jika gadis itu menang melawan pria sebanyak itu, maka dia memang bukan lawan kita"


dari kejauhan, terlihat Kierra yang sedang berjuang melawan beberapa lelaki gagah. dan semua kejadian itu menjadi tontonan sekaligus hiburan bagi para perampok yang menetap di dalam mobil seperti seorang pecundang.


"sudah ku katakan, kau sering bercanda. kurangi kebiasaan burukmu itu untuk kedepannya."


"baik, bos..."


...


"ah!, akhirnya!!"


tongkat-bantu Sofia yang Ali cari telah ditemukan, dan kini Ali bisa membantu Kiraa dalam melawan para perampok yang mengepung yang juga memperlambat perjalanan mereka.


"ALI!, AWAS!"


'suara Kierra?'


Dia mengambil tongkat tersebut, lalu menyingkir dari sisi pintu mobil. tak disangka ada seseorang pengganggu yang ingin memukul Ali dengan sebuah balok kayu. "huh.." dia bernafas lega, bola matanya bergerak menatap Kiraa yang juga tengah disibukkan oleh para perampok.


Sebelum orang itu kembali memukul, Ali mengambil satu langkah lebih cepat dengan membalas pukulan melesat tadi.


*DUGG!!!


"akhh!!".


'dia tidak sadarkan diri, seharusnya saya membantu Kierra daripada mengurusi lelaki ini' benaknya. Ali bergegas menghampiri gadis itu dan membantunya menghabisi mereka.


"Ali?, kau baik 'kan?"


*BAK!!


*BAK!!!


"iya. Terima kasih telah menghadang mereka"


"haha. pujian yang bagus. sekarang tunjukkan ke-hebatanmu kepada mereka!"


Kiraa berhenti. kemudian berjalan mundur dan membiarkan Ali dikepung oleh perampok yang tersisa


"eh?, Kierra?"


"hahaha!!!" tawa jahat Kiraa yang merasa puas dengan kinerja Ali.


***


Namun sayang nya Kierra bukanlah gadis yang begitu kejam kepada lelaki manis.., dia memiliki pemikiran tentang sisa perampok yang berada dalam mobil. contoh-contoh perampok pecundang seperti itu yang Kiraa takuti, karena mereka dapat lebih banyak jumlahnya dari pada yang sudah didepan mata.


bohong jika ia mengatakan "tidak lelah" setelah menghajar beberapa orang yang memiliki kekuatan tubuh yang lebih kuat dari dirinya.


oleh karena itu, bila ia menghabisi kelompok yang berada di dalam mobil.. setidaknya Ali maupun Kiraa tidak terlalu lelah setelahnya.


"... emmm"


"kenapa gadis itu menghilang?, padahal jumlah orang-nya mengurang... hmm" gumam si supir yang merasa curiga dengan menghilangnya gadis yang sejak tadi dia perhatikan.


"hello yang disana!, apa kalian mendengar suara ku?"


Kiraa mengetuk kaca mobil tersebut dengan keras.


"Apa??".


"kenapa kau berteriak?"


Supir laki-laki itu terdiam tidak berkutik. dia bingung dengan situasi yang sulit untuk dijelaskan itu.


"bos.. lihatlah diluar. gadis kasar itu datang kemari!!"


"apa kita harus memberinya pelajaran?"


...


"bos?.."


"kau terlihat aneh... dengan tampang itu, gadis kecil yang berada diluar akan lari saat melihatmu, bos".


"pergi ke taman kota.".


"ha?, baiklah!"


'menatap seseorang dengan sangat lekat itu menyeramkan, bos!!'


...


"EHH!! HEY!"


'sialan, mereka kabur. benar-benar pecundang.' Kiraa memberikan kata-kata kutukannya kepada siapapun yang ada di mobil itu.


Sesudah kepergian mobil hitam tersebut, mobil lainnya 'pun ikut meninggalkan tempat kejadian.


"lelaki aneh. dia memerhatikan ku dengan tatapan tak biasa"


"aku tidak memiliki firasat baik dari tatapannya.. benar!, seharusnya aku pecahkan saja kaca mobilnya!, untuk membalas aksi mereka yang merusak mobil Ali!!"


"Kierra!.."


nafas yang terengah-engah terdengar jelas dari arah belakang Kiraa, dan itulah Ali.


keberadaannya membuat Kierra terkejut hingga membulatkan matanya yang indah.


"heh!, kenapa kau disini?" "para pengepung itu..."ia melirik ke tempat dimana perkelahian barusan terjadi.


"Aaaah.., kau.. menghabisi mereka dalam waktu yang singkat.."


"oh, tidak-tidak. sebagian melarikan diri saat mobil-mobil itu pergi, sedangkan sisanya.. anda bisa melihatnya"


kenyataannya, Orang-orang yang telah dilawan oleh Ali sudah dengan keadaan tidak sadarkan diri, itupun dengan luka yang bermacam-macam.


"wah, jadi kita terbebas dari pengepungan itu?, kau tahu. aku sedikit bangga dengan aksi ku dan kau yang lumayan kompak."


"rekan yang kompak. he."