
"apa?" ucapnya dengan tenang.
"dasar bapak-bapak mesum, nyulik gadis kecil sembarangan!"
"aku tidak setua itu"
"terserah!"
kiraa memutar bola matanya malas.
"mau bicara apa?"pekiknya.
"sebaiknya jangan ke ruangan bapak-bapak itu"
"ha?memang kenapa?"bingungnya, padahal kemarin-kemarin sikapnya sangat dingin,dan sekarang kenapa ia memikirkan tentangnya.
"baru beberapa hari belajar sudah buat masalah, ck"ia segera berdiri dan berjalan melewati lorong-lorong sekolah dan akhirnya sosok itu hilang di belakang tembok.
"apa dia salah makan?"beberapa kali ia mengedip tak percaya pada lelaki itu.
revano atau singkatnya reno, tiba-tiba mendekap kiraa,apa lagi ia megang-megang, membuat kiraa sebal saja.
*drrtt...
suara ponsel kiraa yang bergetar.
dengan cepat ia mengambil ponsel tersebut, disana tampaklah pesan dari leona. kemarin cesa sendiri yang memberikannya,jadi tak usah bingung.
"cepatlah ke asrama, atau ku turunkan nilaimu" ucap kiraa saat membaca pesan itu dan tak lupa dengan tanda seru di akhir kalimat.
"ya ampun!"merasa nilainya terancam,ia berancang-ancang untuk lari.
"hey,hey!"
tidak perlu buang tenaga, sekarang leona sudah berada di hadapannya.
"ayo!"ajak leona dengan sombong dan sinis.
"waw, ona, kau seharusnya ikut lomba lari maraton"basa-basinya.
"piala ku sudah terlalu banyak"
"selain lari, kau juga sombong"
"diam!" sebal leona.
--
"woah"kagum kiraa, ia mendongakkan kepalanya, melihat bangunan yang tampak begitu tinggi.
"itu sampai langit kah?, terus lebar nya seberapa?"bisik rara.
"kau terbang saja"kitaa masih tak berpaling dari pandangannya.
"ish! serius!"
"ini juga serius, lagi pula kenapa tanya sama aku"ia mengcubit tubuh kecil itu dengan santai dan membuat sang empu meringis.
merawat peri kecil memang menyusahkan,apa lagi mempunyai otak kecil juga.
"oh ya ona"
"kenapa tempatnya di bedakan menjadi dua?"
ia melihat bangunan yang terlihat mirip dengan bangunan yang di tuju leona, kenapa tidak di jadikan satu?.
"disana yang perempuan, disini yang laki-laki"ia menuntun kiraa masuk ke dalam.
"ohh~"ia menganggut-anggut mengerti tanpa menyaring kata-kata tersebut.
tiba-tiba kiraa tersentak.
"apa?! terus ngapain kita ke asrama laki-laki!"teriaknya, ia mengejar leona yang sudah berjalan jauh di depannya.
leona tidak menggubris, ia terus berjalan dan menaiki tangga.
...---...
dengan jalan yang sempoyongan, kiraa menapaki tangga dengan keras, tak mempedulikan leona yang nampak terganggu.
walaupun ini baru tangga yang kedua, kiraa sudah lelah.
"kenapa hari ini ia terlihat lebih menyeramkan" ucapnya sembari menatap punggung leona yang kokoh.
"menurutku, aku sendiri saja sudah cukup menyeramkan!"
saat kierra sedang asik dengan pikirannya sendiri dengan tiba-tiba leona terhenti dan menatap kiraa.
alis kiraa mengkerut.
"kenapa?"
"lu-"
"maksutnya kau, sudah sampai"
"tempat ini?"
"ya"
"ohh~"
tanpa permisi, kiraa membuka pintu itu.
ia terdiam mematung melihat kamar yang bisa di bilang luas dan rapi itu, walau hanya ada tempat tidur dan hiasan lainnya.
setelah beberapa menit terpaku, ia mulai mencurigai lemari kayu yang ada mulai ia memasuki kamar.
tanpa basa-basi ia berjalan untuk melihat lebih dekat benda yang lumayan besar itu.
saat mendekat, kiraa mendengar suara suara kegaduhan dari dalam lemari itu.
cukup bingung namun ia segera mengerti, mungkin saja ada sesuatu yang fantasi di dalam lemari itu,rara saja ada, kenapa tidak ada yang namanya benda penghubung 2 dunia.
nekat, kiraa membuka lemari itu, sedikit hati-hati agar tidak membuatnya kaget.
*bruk!
kiraa terjatuh ketika ada sesuatu tangan yang mendorongnya, begitu keras suara itu hingga kegaduhan tadi menghilang.
"aduh..." lirihnya.
"boo!"
"bangun!"teriak kiraa, ia mencoba untuk berdiri.
"waw, ada lemari rahasia penghubung 2 kamar di disini"ucap leona saat menatap segerombolan lelaki yang sedang bersantai di depan televisi.
sontak mereka menghentikan aktivitasnya, tak lama kemudian muncul lah suara pintu yang terbuka dari arah kanan.
*cklek!
orang yang sedang masuk itu terdiam ikut dalam keheningan.
"leona!"
...---...
"jadi kalian di kelas yang berbada?" tanya leona yang sedang berdiri dan bersedekap dada.
"hmm" dehem semua lelaki itu, tentunya tanpa pangeran dingin yang sekelas dengan kiraa.
"seperti nya ada yang tidak kukenal dari kalian" ucap leona mengintrogasi.
kiraa yang duduk berjauhan dengan mereka pun hanya bisa menelan ludah nya beberapa kali.
"dia dari sekolah lain" ucapnya datar.
ntah itu siapa yang dimaksud dan siapa yang berbicara, kiraa tidak melihat.
satu ruangan dengan makhluk dingin itu sangat dihindari oleh kiraa, tidak sebangsa dengannya. jika bukan karna bujukkan leona, ia akan sangat enggan untuk menetap se detikpun di situ.
"oh" singkat leona.
ia menatap kiraa sejenak lalu melepaskan dekapannya.
dari raut wajahnya, ia terlihat sangat cemas, bola matanya pun juga tidak bisa diam.
"emmm..." canggung nya saat melihat orang-orang yang di sekitarnya sibuk dengan pikiran masing-masing.
"susahnya hidup ini" ringisnya di dalam hati.
sebenarnya bukan tanpa sebab leona bersikap kesal kepada kiraa, ia hanya ingin mengajak kiraa untuk keluar dari masalah.
2 tahun bersekolah disitu, ia pasti tau semua cara penggukuman, apa lagi oleh pak alex, tau sudah hukuman apa yang akan didapatkan. dari membersihkan kolam renang sampai mencari jarum di ruangan bapak satu itu.
sebagai anggota osis dan teman yang baik, ia mengajak kiraa yang sebelumnya tidak hadir di hari kemarin untuk mengetahui kamarnya.
leona cukup bingung dan kaget,kenapa pemilik sekolah ini mengantarkan kunci kamar kierra secara pribadi dengan nya.
ya walau pun sempat kaget, ia tetap harus bersikap profesional di hadapan kenalan orang tua leona.
-
cukup lama keheningan dan kecanggungan menguasai kamar itu.
tiba-tiba dari kejauhan terdengar suara bel sekolah, bagai angin lewat, semuanya terpaku.
semua yang merasa terpanggil memutuskan untuk keluar dari kamar itu.
kierra tidak tahu siapa saja yang keluar namun yang terpenting ia sampai dengan cepat di sekolahannya.
*tap.. tap.. tap...
tangga demi tangga kiraa lalui, dihiasi suara detupan jantungnya yang hanya bisa ia dengar sendiri.
dengan wajah dan leher yang berkeringat, kiraa akhirnya sampai di area sekolahannya.
"belakang ra!!" teriak leona dari arah belakang.
*tap
kiraa merasa di area pergelangan tangannya ada sesuatu kulit yang menyentuhnya.
seolah masih tak bisa memuat situasi, kiraa hanya pasrah saat ditarik oleh leona dengan kasar.
di tarik ke suatu arah yang tak kierra tau, ia hanya bisa tersenyum simpul.
sesampainya di aula, kiraa mengedarkan pandangannya keseluruh arah.
tanpa sadar leona masih memegang erat pergelangan kiraa, namun kali ini mereka berjalan biasa.
"kir, kita di saja" ajak leona.
"nama panggilan ku sebenarnya apa sih!"
saat melihat dua orang yang sedang berpegangan itu, semua orang menatap tidak percaya.
yang ada di benak mereka adalah, apa mereka benar-benar berteman dekat?.
karna setelah kejadian di lapangan itu, mereka sebenarnya sering bergosip, membuat berita aneh-aneh dan sering berpendapat bahwa kierra anak seorang pengusaha hingga bisa sedekat itu dengan leona yang berjabat menjadi anggota osis.
beredar katanya, kierra itu saingan salah satu penyuka renovan, atau pangeran sekolah.
dan itu di luar pantauan kierra sendiri yang selaku menjadi bahannya.
"ngapain kita kesini?" bisik kiraa sedikit sinis.
karna pelajaran olahraga seperti ini adalah salah satu hal yang di benci oleh kiraa di kehidupan sebelumnya,walaupun ia pernah sempat pintar di pelajaran ini.
"mau makan, ya olahraga bodoh!"
"setidaknya luangkan waktumu yang berharga itu untuk melihat yang lain bermain basket"
"kau suka?" kiraa menyipitkan pandangannya saat menatap leona.
"heh, gadis mana yang tak mau melihat pemandangan indah seperti ini" ia tersenyum miring.
keduanya pun tertawa bebas.
--
beberapa menit setelah itu, kiraa nampak tidak menikmati waktunya.
ia duduk di bawah dengan malas setelah meminta izin kepada guru untuk beristirahat.
pasal nya, lagi-lagi ia bosan dengan teriakan gadis-gadis yang mabuk pesona.
namun ada beberapa orang yang cemberut, kesal, dan sinis, termasuk perempuan yang pernah mengerjai kiraa.
melihat raut wajah itu, kiraa terbawa oleh jiwa penasarannya.
-maaf jika tiba-tiba kosa-katanya menambah dan berbeda dari penyebutan di part sebelumnya, semoga ada yang menikmati sementara waktu sebelum di perbaiki ulang ")