
"dimana barang barang ku?"gumam kiraa.
ia menengok ke segala arah,mencari keberadaan dian, dari arah ke jauhan kiraa melihat sosok dian yang hampir menutup pintunya kembali.
"bukankah itu om?"bingungnya.
kiraa melihat dian yang mau menjalankan mobilnya, seketika pandangannya berganti ke arah tas yang berada di tanah.
"eh-"
dengan cepat kiraa berlari, namun mobil itu menjauh dan meninggalkan tas tadi.
*tap-tap
"ini barang-barang ku?" ia mengangkat tas itu, lumayan berat.
karna penasaran apa yang dian masukkan ke tas ini, kiraa langsung membukanya di tempat.
"ha?"
ia mengangkat plastik yang berisikan kotak makan.
disana ia dapat melihat baju-baju yang pastinya bukan milik kiraa asli.
disana terdapat sepotong kertas yang berisikan.
"ini di siap kan oleh bibi, jadi jangan bilang macam-macam tentang om,di dalam plastik ada kotak makannya kan? kalau tidak ada tanya ke bibi"
saat membaca pesan itu, kiraa menyunggingkan ujung bibirnya.
ia sangat senang, jika dian tidak lupa akan permintaannya.
"mungkin aku akan mengucapkan terimakasih kepadanya lain waktu" ia pun menyimpan kertas itu di sakunya.
lalu membawa tas yang berisikan penuh itu menuju kamar asramanya.
tak butuh waktu lama, kini ia sudah berada di depan pintu kamarnya.
seturut-turut jalan, kiraa merasa seperti mendapatkan perhatian lebih dari beberapa murid lain, kiraa menanggapinya sebagai hal yang wajar,karna ia barusan melakukan hal kejahatan di sekolahnya.
ia berfikir, jika ia menyetujui permintaan lucy,pasti lucy akan merasa puas, dan sebaliknya jika ia terus menerus menolak ajakannya, bisa-bisa ia akan di target oleh sekerumpulan perempuan itu.
tentu ia tidak mau.
terkadang, bermain bodoh itu lebih menyenangkan dan lebih aman.
"ku harap om mau mengajarkanku cara bela diri lagi"ia membuka pintu kamarnya dengan pelan.
setelah masuk, tanpa basa-basi ia langsung membersihkan kamar itu dan menaruh baju bajunya dalam lemari.
untuk pakaian dalam, ia biarkan di dalam tas, dan untuk pakaian luar ia taruh di lemari.
tidak mungkin kan jika ia menggantungnya di dalam lemari yang bahkan bisa menghubungkan 2 kamar, apa lagi ada meja kecil juga yang bisa menghubungkan kamar kiraa dan leona.
semuanya terasa seperti sudah di siapkan dari awal.
ia dengan sekencang mungkin membersihkan dan merapikan kamarnya,namun ternyata bel sekolah lebih cepat darinya.
yang pasti ia harus bertemu dengan pak alex kembali dan mendapatkan amukan kembali.
ia akhirnya memutuskan untuk melanjutkkannya nanti, dan segera menutup kamarnya.
sesampainya di kelas, ia cepat-cepat duduk di bangkunya dan ternyata di samping nya sudah terdapat reno yang tengah bermalas-malasan.
beberapa menit setelah itu, mereka masih setia menunggu kedatangan pak alex, akhirnya kiraa putus asa untuk tetap menegakkan punggungnya.
ia mulai melemas.
"semoga benar benar jam kosong-"
*bruk!
suara gebrakan pintu itu membuat se isi kelas menjadi tegang.
reno pun ikut terkaget.
"anak-anak!"
"hari ini kita kedatangan anak baru"
"beberapa murid dari kelas ini akan di pindah kan di kelas lain"
saat mendengar ucapan pak alex, seketika semua nya menjadi ricuh, ada yang takut berpisah, ada yang malas karna harus mencari teman kembali,dan malah ada yang senang.
kiraa hanya berdiam malas, ia hanya berharap agar gurunya itu lupa akan kejadian kemarin dan cepat-cepat menyelesaikan pelajaran.
"jika ada yang saya sebutkan, silahkan pergi ke kelas D"
semuanya mulai cemas, sampai sampai se isi ruangan terasa sangat panas terkadang juga dingin.
alex sudah mulai menyebutkan nama-nama murid yang akan di pindah ke kelas lain, namun kiraa tidak mempedulikannya.
malah akan lebih baik jika dirinya di pindahkan dan tak akan bertemu gurunya yang sangat pemarah itu.
"bawa tas kalian"
"sekarang kalian bisa pergi ke kelas D"
"loh pak! kenapa saya di pindahkan!"
"bapak gimana sih" amuk etanis.
semua orang yang merasa di sebutkan juga berdecak kesal.
menurut mereka berada di kelas ini merupakan sesuatu yang seharusnya mereka banggakan, karna di kelas ini banyak murid pintar dan apa lagi ada reno sang pangeran idaman semua orang.
"jika kalian tidak Terima, nilai kalian akan saya turun kan"
"semua guru sudah mempertimbangkan ini baik baik sebelumnya, kalian mau membantah?" tegas alex.
menurut kiraa murid-murid yang tersisa adalah murid yang pendiam dan jarang bergaul, satu, dua orang ada yang memakai kaca mata.
"kenapa aku tidak di pindahkan? , apa aku itu pintar?" ia terus menerus menanyakan hal itu di dalam benaknya.
hingga ia tidak kuat untuk memendamnya.
"pak kenapa saya tidak di pindahkan, apa saya pintar?" kiraa mengangkat tangannya setinggi mungkin.
"tidak" jawab alex cepat.
"kau bodoh"
"dasar!"umpat kiraa kesal.
"kalian, masuk lah"
setelah mendapat persetujuan, 'mereka' pun akhirnya masuk.
tampaklah 7 orang yang sedang berdiri di depan kelas dengan tatapan datar, 3 perempuan dan 4 Laki-laki.
"wah tamatlah kau kir, satu-satunya orang yang normal!" ia menunjukkan senyum stress nya.
sekelas dengan makhluk dingin itu tidak pernah terbayangkan oleh kiraa,
namun bagaimanapun juga ia harus menerimanya.
"pak, boleh ganti kelas?" ia kembali mengajukan pertanyaan.
pak alex yang mendengar langsung melempar tatapan tajam sebagai tanda 'tidak'.
"baiklah..." ucap kiraa dengan lesu.
"perkenalkan nama kalian"
"nama venzie"ucap lelaki yang lebih tinggi dari yang lain.
selanjutnya, ada murid perempuan yang tak kalah dingin.
"fressia"
"saya kind"ia membungkuk kecil.
"ada ya nama kind" bingung kiraa.
"hera"lanjutnya
mereka semua memperkenalkan diri dengan singkat,dan sekarang tersisa 3 murid laki-laki yang belum memperkenalkan diri mereka.
"aezril"
"byrel"
"kenzo"
"silahkan duduk" tegas alex.
...---...
"hah?!"
"shttt!"
"jangan teriak-teriak ih!"
"eh, maaf maaf..."
"makanya banyak banget yang liatin kita"
"nyam.. nyam... " ia kembali menyuapi mulutnya.
"ya karna kamu kutu buku sih, dan aku pembulinya" kiraa juga memakan nasinya.
"apa kau nanti membuliku?" tanyanya dengan lugu.
"ahok! ahok!”karna kaget, ia tersedak.
" hah! kau tidak apa-apa? "panik cesa.
"tentu saja aku tidak membuli mu!"
"lagi pula, apa untungnya"
"iya juga ya"
"dia tidak curiga gitu? "
"sebenarnya aku benar-benar lelah di bul-"
perkataan cesa terhenti karna suara kegaduhan yang tiba-tiba,mereka sangat antusias ketika pangeran mereka dengan tiba-tiba datang ke kantin, tentu mereka tidak akan melewatkan momen ini.
ada beberapa murid yang berlarian untuk memberi tahu kepada temannya jika 'reno' mendatangi kantin.
"hish! udah biarin aja ces!"
"ah! iya-iya...."
"jadi begin-"
"aAaaAaaaAaaaaaAAAA!" teriak antusias gadis-gadis, saat melihat reno yang duduk di salah satu bangku yang sepi.
"ni..." lanjut cesa yang tertunda.
"lelaki sialan..." umpat kiraa sambil menggertakkan giginya.
tidak masalah jika lelaki itu duduk seenaknya, namun,kenapa harus bangku yang di belakangnya.
karna tindakannya itu, gadis-gadis mulai berdatangan dan berdempet-dempet untuk bisa melihat dan berbicara secara dekat.