
"aku ingin mengejarnya walau sesulit apapun!"
"mungkin sesuatu yang kita inginkan tidak benar-benar terjadi, tapi tidak ada alasan untuk kita menyerah!"
"kurasa aku ingin mengulang semua dan memperbaikinya."
"tapi..."
"bagaimana mengubah nasi yang sudah jadi bubur?!"
[hari senin]
Di pagi hari yang indah.
"andai takdirku terang seperti hari ini, mungkin aku tidak akan meminta lebih." dia mengeluh.
'dasar Kiraa, kau seharusnya bersyukur telah hidup dan damai seperti inia' kata nya dalam hati sembari memakan roti yang ia genggam.
"nak kierra!!"
terdengar suara wanita paruh baya dari kejauhan, ketika dilihat, mungkin umurnya sekitar 70 tahun ke atas.
"ya, ada apa nek?"
Kierra, wanita yang berumur 20 tahun keatas.. ah tidak, 30 sebenarnya. Dia dibesarkan oleh keluarga kejam, biadap, dan tak bermoral. tetapi beruntungnya, kini dia tinggal sendiri di rumah yang ia miliki meski tak begitu terawat.
ngomong-ngomong tentang tak terawat, Kierra atau yang dipanggil Kiraa ini bahkan suka berpakaian menggunakan jaket yang sama setiap hari.
"sini!"panggil nenek itu.
sontak kierra menoleh ke kanan dan kiri. Ia mendapati nenek itu yang sedang duduk di tempat pemberhentian bus dengan wajah yang terang bagaikan matahari.
"baik nek!"
ia mendatangi nenek tersebut.
"ini, nenek punya roti"
"Eh... tidak perlu nek, untuk nenek saja" ucap Kiraa dengan senyuman tipis.
"anggap saja ini sebagai tanda terima kasih nenek karna nak Kierra sudah bantu nenek saat mau menyeberang, kalau tidak ada Kierra, nenek mungkin saja bisa tertabrak tadi"
nenek itu tertawa kecil.
"saya akan menerimanya."
"terima-kasih banyak ya nek!, kalau begitu saya akan beli bahan makanan yang lain dulu ya, nek"
"berhati hatilah~"
"pasti!" Kiraa melambaikan tangannya kearah nenek itu.
...
"semoga di kehidupanmu, kau tidak menderita. "
'setelah kulihat lebih jelas.. kau lebih mirip seperti ibumu, hoho~' ucapnya dalam hati.
saat diperjalananan...
"beruntung sekali hari ini"
"tetapi uang ku sepertinya tidak cukup untuk makan 1 bulan kedepan... "
Kiraa bergumam meratapi nasibnya yang malang.
"mungkin aku harus beker-"
"-ehh... sudah berapa lama aku berjalan?, bagaimana bisa aku sampai ditempat seperti ini??" Kiraa melihat ke-sekelilingnya, yang penuh akan kicauan burung.
"tempat ini...seperti berada surga"
"tetapi masih indahan surga pastinya." sekarang, ia ingin benar-benar mati karena perkataannya sendiri.
Sejujurnya Kiraa tak pernah melihat tempat seindah ini. hidup di perkotaan dan setiap hari harus mencari pekerjaan untuk makan adalah penderitaannya selama ini. kebahagiaanya sekarang bukan lah apa-apa baginya selain ketika mendapat roti dari para wanita paruh baya yang ia tolong.
Mengeluh?, sudah beberapa kali ia coba, namun tak terjadi apapun, hidupnya benar-benar hampa dan menyedihkan.
-
"wah... airnya jernih sekali...seperti tidak ada kotoran sepersen 'pun". Kiraa mencelupkan jarinya ke air dan melihat bayangan wajah nya yang memudar di air itu.
secara kebetulan, Di air itu terpantul bayangan kupu-kupu yang melintas.
"warna oren dan merah".. seperti daun dimusim gugur.
"kupu-kupu, andai kehidupan ku seindah sayapmu. mungkin aku akan dihargai oleh setiap manusia yang ada dimuka bumi ini" eluhnya kembali.
walaupun telah melalui banyak rintangan di kehidupannya ini, sifatnya yang terkadang sering mengeluh itu selalu menempel pada dirinya. tidak dapat menerima apa yang sudah menjadi miliknya, yang bahkan mungkin orang lain tidak memilikinya.
"menyedihkan, 'ya?"
"ketika kamu memiliki keindahanmu dan bisa di pamerkan, kamu akan dihargai. dan sebaliknya saat kamu seperti orang pengecut dan tidak mempunyai kelebihan, kamu akan di tindas. itulah aku"
"pada dasarnya manusia itu pemakan segalanya, termasuk omongannya."
Ya, seperti itulah manusia yang bermuka dua, yang datang saat membutuhkannya saja.
***
"kamu pantas menjadi penasehat atau penceramah. benar-benar pantas" kata kupu-kupu yang bersayap warna ungu gelap tersebut. dia merasa sedikit geli saat mendengar curahan hati Kiraa, dan sekarang dia tidak tahan lagi.
***
"yah, mereka pergi mengikuti arah angin.."
"aku ingin mencuci muka terlebih dahulu, wajah ku terasa seperti cacing-yang-kepanasan."
*tap. tap. tap.
"yah~, dia tidak tau tentang takdirnya yang menyedihkan itu, ya?" kata kupu kupu pertama.
"ish tutup mulutmu, kamu jangan berbicara sembarangan kalau kamu tidak tahu dia!!" kata kupu-kupu kedua yang menaikan nada bicaranya.
..
samar-samar kiraa mendengar suara seseorang yang sedang ricuh, seperti decitan sesuatu. namun melihat sekitar yang terdapat hanya dirinya, mungkin itu hanya suara burung-burung.
" hmm... lupakan aja"
"anginnya benar-benar sejuk!!"
ia mendekatkan dirinya kembali ke air jernih tadi.
"wah kita bertemu lagi ikan-ikan"
*blup-blup, sebuah gelembung muncul di permukaan air.
Saat kierra membasuh wajahnya
tiba-tiba angin berhembus sangat kencang, burung-burung yang tadinya berjauhan dengan Kiraa, sekarang beterbangan di sekitar tubuhnya.
karena terkena sayap-sayap burung itu, kiraa akhirnya jatuh ke dalam air jernih didepannya.
namun satu hal yang janggal... kenapa air jernih itu sangat tenang walau Kiraa baru saja tercebur ke dalamnya? mestinya ketika dia tercebur, ada percikan atau gelombang yang terjadi.
'tolong!!'
'airnya dingin...dan, dalam seperti lautan...aku..'
yang benar saja ia akan mati seperti ini?, setidak nya sesudah Lily mati!
tetapi mengingat anak itu yang selalu dilindungi, apa Kiraa masih memiliki waktu untuk menunggu hal mustahil itu ketika pandangannya sudah melemah seperti ini?.
'AKU INGIN HIDUP KEMBALI!!, INI SEMUA TIDAK MASUK AKAL!'
.
.
.
tiba tiba ada suara aneh yang menggema. dan disaat yang bersamaan, mata Kiraa kembali terbuka kemudian melihat ke sinar matahari yang menuju ke wajahnya. Kiraa mendengar..
"anak ku sayang~.. mimpi seperti langit.. kenyataan seperti dataran..."
'ha?' bingung kiraa.
Suaranya begitu merdu melantunkan nyanyian kasih sayang yang asing ditelinga Kiraa..,
'Suara seorang wanita ya..."
saat Kiraa sudah tidak tahan dan kehabisan udara, dia kehilangan total kesadarannya. karna sesungguhnya, wanita itu tidak dapat menahan nafas selama 5 detik. . .ajaibnya, barusan ia memecahkan rekor dengan tahan nafas selama 12 detik. PENCAPAIAN BESAR.