I WANNA RESET

I WANNA RESET
waktunya bertindak #49



yumami, makanan yang mengandung gula manis dan lembut. makanan itu biasa menjadi ciri khas kota yeles di Kerajaan yang sekarang flora tempati, kerajaan Anura. menurut rara, di 'dunia' ini terdapat banyak makhluk yang sama sepertinya, bahkan manusia dan makhluk pemilik kekuatan istimewah tersebut hidup berdampingan selayaknya kehidupan yang biasa. namun banyak juga 'makhluk' yang selalu menyembunyikan diri mereka dari para manusia.. alasannya pun beragam.


"jadi itu yang dapat aku beri tahu kepadamu untuk saat ini"


"karna aku tidak tahu harus memulainya dari mana" sembari berkata, dia memasukkan makanan yumami ke dalam mulut kecil miliknya. kiraa pun mengangguk.


*plak.. plak. setelah menghabiskan yumami yang ia punya, kiraa membersihkan kedua tangannya dan menatap langit.


"ini mengapa alasan kau menyukai yumami ya.."


"rasanya begitu manis." tidak seperti seleranya.


"YA!, aku menyukai yumami dari apapun yang ada didunia ini!".


"hmm. -HAAH, APA ITU!!"


mendengar teriakan kencang dari kierra, rara ikut berteriak dan gelisah.


"ada apa!, ada apa??!!" dia berputar kesana kemari melihat apa yang membuat kiraa takut.


"itu, binatang terbang apa itu??, kenapa dia besar sekali?!!"


'binatang terbang?'


"oh, kau jangan khawatir seperti itu!, kau membuat ku takut saja.." rara memukul lengan kiraa sangat keras. tentu saja kiraa tidak meringis sama sekali, karena kekuatan rara itu tidak sekuat suaranya yang membuat telinga sakit. "kau tidak perlu takut terhadap cayush, kiraa"


"cayush?" nama aneh macam apa itu?, baru pertama kali dia mendengar nama aneh dengan sosok yang aneh juga.


"kau melihatnya?, makhluk bersayap yang terlihat besar dan menuju ke lautan?. kau benar-benar beruntung dapat melihatnya hari ini!" "dia memiliki nama cayush, itu nama yang sering penduduk ini sebutkan saat melihat makhluk itu"


"dan itu salah satu contoh binatang yang rara ucapkan tadi"


'itu terlihat seperti naga bagiku..' bertubuh besar, mempunyai sayap dan bersisik merah. biasanya naga adalah simbol atau makhluk untuk 'menjaga' sesuatu yang berharga, apa kinerja makhluk cayush dan naga yang biasa terdapat didongeng itu sama?


"apa makhluk seperti itu dapat dijinakkan?" ia merasa penasaran.


"tentu, namun makhluk sepertinya itu langka dan sulit untuk ditemui. dia adalah makhluk yang lumayan berharga, kau tau?"


"tapi aku bisa membantumu menemui-nya, karna ketua rara memiliki beberapa ekor yang sama menakjubkan-nya!" rara mengedipkan sebelah matanya.


"apa? kau yakin?" bukan kah dia sendiri yang memberitahu bahwa makhluk itu sangat-amat langka?, tidak kah itu berlebihan untuk 'orang asing' seperti kierra?.


"kau dapat memercayaiku!, kau sendiri tahu-"


"FLORAA!!"


"uh.." kiraa dan rara menolehkan kepala mereka dan serentak membulatkan mata karena paman flora telah mengetahui, jika Flora yang dikendalikan jiwa kiraa telah membuat pesanan palsu. "ah, sial sekali.." benak nya


-


*Tab... tab.... tab.


perlahan namun pasti, langkah itu terhenti di depan meja bundar.


"tuan.. "wanita itu ber gemetar hebat. pandangannya pun selalu menuju lantai.. ke-fokusan yang selalu ia terapkan, seketika musnah didepan lelaki 'itu'.


siapa dia?, ah.. apa memperkenalkan diri itu perlu?..


"berusahalah menjadi berguna, meskipun hanya untuk sehari.. bisa 'kan?. seharusnya kalian sanggup"


"-TUAN!!"tau jika hidupnya terancam, wanita itu mendongakkan pandangannya dan meminta ampun kepada lelaki tersebut.


"saya tahu saya bersalah, saya meminta ampunan dari anda yang terhormat, tuanku"


saat ia tetap bersikukuh dengan perkataannya, kaki yang selalu membuatnya tegak seolah melemas ketika melihat sebuah pedang yang menuju ke leher jenjangnya. "ughh." dia tahu bahwa sampai akhir pun dia tak akan bisa berdebat melawan seorang pria. sangat disayangkan posisi Ksatria-wanita yang dia miliki saat ini jika tidak mampu melawan setidaknya satu pria, satu pria yang dihadapannya setelah bertahun-tahun bekerja bersama.


"dimana seluruh perkataan yang harus kau ucapkan saat meminta ampunan?"


"tidak."dia membersihkan keringat yang menetes.


"saat itu saya be-"


*SLANGG!!


belum saja ia mengucapkan kata-kata nya yang terputus.. wanita itu telah terlebih dahulu di tebas dengan sangat keji. dan terlebih pergelangan tangannya yang sempat menyentuh kening, ikut tertebas juga beriringan darah yang membasahi lantai tempat itu.


sayangnya penjelasan tidak akan cukup untuk memaafkan perbuatan bawahannya yang selalu lalai.


"jangan pedulikan hal ini, kembali makan hidangan yang kalian miliki dan beristirahat dengan baik."


"saya akan memerintahkan orang kepercayaan saya untuk menangani ini." dengan begitu saja lelaki itu meninggalkan tempat itu. suasana kembali menjadi menegangkan.


"ukhh... bagaimana bisa kita makan disini?, sedangkan ada mayat yang benar-benar mengenaskan di sebelah sana" bisik para Ksatria yang berada di sekitar sana.


"sudahlah, kita harus terbiasa. kalaupun kau menolak, kau tetap kembali kepada apa yang orang itu perintahkan."


-


"KIERRAAA!!"


"ah..." hari yang benar-benar buruk. pagi-pagi saja sudah harus mendengar teriakan teman baiknya yang sudah menunggu didepan pintu kamarnya. "AH!!" ia tersadar.


"Apa semua itu hanya mimpi?.." kiraa menatap sekeliling yang terlihat.. sama seperti kamar miliknya di asrama sekolah.


"tetapi, jika begitu.."


"kenapa makhluk ini tertidur di samping ku?"


"..sejak hidup kembali, aku sudah mendapatkan keanehan yang tidak biasa yaitu dengan menemukan Rara"


"dan dikehidupan ini, aku merasa banyak hal misterius yang terjadi. pasti ada yang tidak beres dengan mimpi itu."


dengan mata yang masih mengerjab, kiraa membuka pintu kamarnya dan melihat kepentingan apa yang sampai membuat leona mengusik dirinya dipagi indah ini.


"kau!!"


dengan tenaga yang ntah dari mana datangnya, leona mendorong kiraa masuk dan langsung menutup pintu itu dengan keras.


"kau kenapa?!"


"ha?" tentu saja ia terbingung karna pertanyaan yang dilontarkan untuknya itu tidak masuk akal. bayangkan, ia terbangun dari mimpinya 'DI DUNIA LAIN' dan bangun-bangun diberi pertanyaan itu. rasa kesalnya semakin memuncak.


"kau tahu, ada seseorang yang memanggilmu terus menerus"


"dan memaksa untuk menemuimu sesegera mungkin!!"


'wah, jangan-jangan orang itu?' kierra mencoba menebak siapa yang dimaksud leona.


"dia memakai pakaian yang rapi, dan dia juga mengatakan bahwa dia adalah bawahan dari 'nona kierra'..


"APA?!!" 'benarkan!'


leona menatap khawatir ke arah kiraa sembari memegang pundak gadis itu.


"apa sesuatu buruk terjadi?"


"oh.. tidak ada"ia mengelak.


"dimana keberadaanya?"


leona 'pun mengantarkan kierra kepada seseorang berpakaian jas.


inilah masalah terbesarnya, janji yang belum kierra selesaikan... namun kali ini kierra telah siap, dan yakin bahwa dia dapat menyelesaikan masalah kali ini.