
Sesampainya dirumah Alena langsung kekamarnya,dilihatnya Julian sudah tertidur pulas.
" Maafkan mommy sayang,mommy terlalu lama meninggalkanmu.. "
Tiba tiba kakak Alena masuk kekamar Alena.
" Kau sudah pulang? Julian anak yang mandiri Alena,dia tak merengek ketika akan tidur,dia hanya minta ditemani,tak lama dia sudah tertidur "
" Kau benar kakak,Julian anak yang mandiri,dia juga begitu manis sama seperti Kenzo,segala sesuatunya sama seperti Kenzo meskipun Julian bukan anak kandungnya tapi kebiasaannya dan sifatnya sedikit seperti Kenzo " Sambil mengelus ngelus rambut Julian..
" Bagaimana meet up mu dengan Zara? "
Alena melangkahkan kakinya kedekat jendela..
" Kakak apa kau tahu,ketika aku disana ada Zayden dan temanya. Dia memaksa untuk menjelaskan masalah 4 tahun lalu "
" Apaaa... ? Lalu bagaimana kau menjawabnya?"
" Aku bilang aku tak mau mendengarkan penjelasannya,tapi dia akan kerumah besok.. "
" Apa kau yakin? "
" Aku tak yakin kak, tapi semuanya harus selesai.."
" Kau tidak akan tergoda lagi pda Zayden bukan?"
" Kakak,ayolahh.. Apa aku terlihat seperti wanita yang mudah tergoda seperti 4 tahun lalu? Lagipula aku sudah punya Kenzo dan Julian.. "
" Aku hanya takut dia melakukan apapun agar kau kembali padanya.. "
" Baiklah kalau seperti itu,aku mau tidur dulu ok.. Kau juga istirahatlah.. "
" Ok.."
Kakaknya kembali ke kamarnya,dan Alena pergi mandi,setelah selesai dia merebahkan tubuhnya dikasur sambil memandangi Julian..
" Sayang,Andai dulu mommy tak melakukan hal bodoh mungkin kau tak akan ada dan Mommy tak akan bertemu dengan Daddy tapi bagaimanapun kau anugerah dalam hidup Mommy sayang.."
Lalu mencium kening Julian dan tertidur.
Disisi lain Kenzo memikirkan Alena,sampai dia tidak bisa tertidur.
" Alena,kau tahu rasa takutku akan kehilanganmu begitu besar " ucapnya sambil melihat foto Alena.
" Aku akan menyusulnya besok,aku tidak bisa terus takut seperti ini.. " sambungnya sambil berusaha memejamkan mata dan memeluk foto Alena.
disisi lainnya lagi Zayden sedang melihat foto album yang berisikan setiap moment kebersamaannya dengan Alena,
" Alena,aku tidak percaya aku begitu bodoh membuatmu pergi dariku,apa yang harus aku lakukan agar kau kembali? rasanya begitu sesak melihatmu didepan mataku tapi aku tidak bisa memelukmu seperti dulu,bahkan tatapanmu sekarang begitu dingin,Alena aku rindu.. " sambil terus menatap setiap foto mereka.
" Apa kau ingat tempat favorit kita Alena? aku selalu datang ketempat itu saat aku merindukanmu,setiap kali aku mendatangi tempat itu selalu ada bayanganmu yang sedang berlari bersamaku kesana kemari,kau bertingkah seperti anak kecil jika sedang kesal padaku.."
" Bahkan aku masih suka datang ketempat kita sering makan bersama,kau tahu Tuan yang punya tempat itu sering menanyakanmu,dia bilang.. " dimana kekasihmu yang cantik itu? kau tidak membawanya? " aku hanya bisa tersenyum pahit mendengar pertanyaan itu,segala sesuatu kebiasaanmu,tempat yang kita kunjungi,makanan kesukaanmu aku selalu mengingatnya,apa kau juga ingat Alena? " Ucapnya dengan lirih.
Zayden membuka ruang rahasianya,didalamnya begitu banyak foto Alena,bahkan foto pertama Alena ada didalamnya,Zayden berjalan menyentuh dan menatap setiap foto Alena.
" Jika saja saat itu aku tidak bodoh melakukan itu mungkin sekarang kita sudah hidup bahagia,setiap pagi aku akan terbangun melihat senyuman cantikmu itu,Demi Tuhan Alena.. aku sangat mencintaimu,sangat mencintaimu.." ucapnya,tanpa sadar air matanya menetes,ini untuk pertama kali Zayden menangis.