I Truly Love You Endlessly

I Truly Love You Endlessly
57. Berjanjilah..



Hari hari berlalu,Alena sibuk merawat dan bekerja membagi waktunya antara menjaga Kenzo dirumah sakit,mengurus anak-anaknya juga kembali ke perusahaan,dia membagi waktunya secara adil.Kenzo merasa kasihan melihat Alena yang selalu terlihat kelelahan.Alena tertidur di sofa ruangan itu,Kenzo menatapnya dan mencium keninngnya.Alena terbangun perlahan.


" Sayang.. Kau butuh sesuatu? "Ucap Alena dengan masih linglung.


" Kau terlalu kelelahan sayang,tidurlah kembali.. "


" Tidak,aku hanya sedikit mengantuk,ada yang ingin kau makan,atau minum? Aku bisa mengambilkannya.. "


Kenzo memeluknya dengan erat,Kenzo meneteskan sedikit air matanya,selama ini tak ada yang bisa membuatnya menangis kecuali tentang sesuatu yang berkaitan dengan Alena.


" Sayangku,maafkan aku.. Aku bukan suami dan ayah yang baik,seharusnya kita menikmati saat indah,tapi sekarang keadaanku seperti ini.. "


" Apa yang kau katakan sayang,bagaimanapun kau yang terbaik.. Yang harus ku lakukan adalah kau harus sembuh,anak-anak merindukanmu dia selalu menanyakan Daddy nya.. " Ucap Alena sambil menatap Kenzo.


" Sayang.. Aku selalu takut,jika suatu saat aku pergi,aku tidak bisa melihat senyummu lagi,aku tidak bisa melihat anak-anak kita tumbuh dewasa,berjanjilah untuk disampingku apapun yang terjadi.. "


" Suamiku.. Kau tak perlu memintaku untuk berjanji,aku akan selalu disampingmu tanpa kau minta.. Cintamu selalu menguatkan aku,membuatku bersemangat dengan semua ini,aku tidak merasa kelelahan,demi kau.. Aku rela melakukan apapun.. " Ucap Alena dengan lirih sambil memegang tangan Kenzo yang sedang mengelua pipi Alena.


" Terimakasih Alena.. Aku beruntung,sangat beruntung memilikimu.. "


Mereka berpelukan dengan erat,Kenzo menatap Alena,Kenzo mencium bibir Alena,mereka saling bertautan,Alena meneteskan air matanya dalam pikirnya,dia tidak akan sanggup kehilangan Kenzo lagi,cukuplah sekali dia melakukan hal bodoh itu.


" Operasi akan dilakukan sore ini,apa kau yakin sudah siap.. ? " Tanya Alena dengan tatapannya.


" Aku yakin.. "


" Alena.. Jika sesuatu terjadi padaku,apa yang akan kau lakukan? "


" Berjanjilah.. Jaga anak-anak kita dengan baik,aku yakin kau adalah wanita yang kuat.. Mungkin suatu saat nanti aku tidak bisa terus disampingmu.. "


" Cukup Kenzo berhenti membuatku menangis,jangan lanjutkan bicaramu,kau harus sembuh kau harus yakin operasi ini akan berhasil,aku tidak akan memaafkanmu jika kau pergi meninggalkanku,kau harus tetap disini bersamaku,sesuai janjimu.. Kita akan menua bersama,melihat anak kita tumbuh dewasa dan memiliki cucu dan cicit.. " Ucap Alena sambil menangis.


Waktu cepat berlalu begitu saja,tiba saatnya untuk Kenzo melakukan operasinya,Semua orang datang kerumah sakit,kecuali Yuzan dia membantu bibi Qin menjaga Julian juga Hanna dirumah Kenzo dan Alena.


" Kenzo kau harus kuat.. " Ucap Kenzi


" Kau harus yakin,jika tidak aku akan mengambil Alena dan anak-anak kembali.. " Ucap Zayden


" Do'akan aku.. " Ucap Kenzo sambil tersenyum


" Sayang.. Kau tak usah hawatir aku akan menunggumu disini,kau tenanglah,kau harus kuat.. Suamiku tentu harus kuat.. " Ucap Alena dengan lirih.


" Sayang.. Mendekatlah.. " Pinta Kenzo


Alena mendekat tepat berada didepan Kenzo,Alena menekuk lututnya didepan suaminya yang duduk dikurai roda itu.


" I Truly Love You Endlessly.. " Ucap Kenzo sambil tersenyum dan menetesnya air mata dipipinya..


Alena tersenyum juga meneteskan air matanya,Alena mengangguk dan memeluk Kenzo,suasana haru seperti ini,mereka tak pernah menyangka akan menyaksikannya.


Mereka berpelukan begitu lama,bahkan Zayden pun ikut meneteskan air matanya,dia memahami sekarang mengapa Alena begitu memcintai Kenzo,begitupun Kenzo.


Suster datang dan membawa Kenzo kedalam ruang operasi.