
" Yuzan.. Bisakah nanti kau menemaniku membeli peralatan olahraga? "
" Apa aku tidak salah dengar? Kenapa setelah bertemu dengan Han Zhou kau mau membeli peralatan olahraga? "
" Lagipula olahraga apa? Seingatku banyak sekali jenis olahraga yang kau bisa sejak saat kau duduk dibangku sekolah.. "
" Aku akan membeli peralatan tenis lapangan,lusa Han Zhou mengajakku berlatih lagi seperti dulu. Lagipula akupun sudah lama sekali tidak berolahraga,kau bisa ikut denganku jika mau.. " Ucap Alena sambil tersenyum lebar.
" Apa benar Han Zhou orang yang kau kenal? "
" Hmmm ya.. Dia temanku saat aku masih duduk di bangku sekolah menengah kejuruan,tepatnya kita bersahabat,hanya saja semenjak aku dan Zayden berpacaran dia menjaga jarak denganku.. "
" Apa jangan-jangan dia menyukaimu? Lagipula Han Zhou juga cukup tampan dan manis,sepertinya dia orang yang cukup hangat.." Ucap Yuzan sambil mengingat ngingat.
" Kau pintar menerka-nerka Yuzan,dia memang orang seperti itu.. "
" Sudahlah ayo kita berangkat mencari peralatan tenis lapangan,aku sudah cukup lama berhenti dari olahraga itu pasti permainanku sudah sangat kaku.. "
Alena dan Yuzan pergi mencari peralatan olahraga mereka,saat Alena sedang melihat-lihat beberapa peralatan laki-laki dibelakangnya menepuk pundaknya. Alena berbalik dan menatap,matanya membelalak dan kaget.
" Ken..Kenzo?.. "
" Alena.. Perhatikan secara mendetail lagi,aku Kenzi.. " Ucapnya sambil tertawa
" Lihat ekspresimu,seperti melihat hantu disiang hari.. " Sambungnya lagi.
" Kenzi? Kau sedang apa disini? Apa kau mencariku ke Shenzen? "
" Hhhmmm tepatnya seperti itu.. " Ucap Kenzi sambil mengangguk.
" Darimana kau tahu aku di Shenzen? Siapa yang memberitahumu? Apa jangan-jangan Kenzo juga tahu? "
" Alena,aku punya banyak kenalan.. Mana mungkin aku tidak dapat informasi tentangmu,dia tidak tahu kau ada disini,tenang saja.. Lagipula aku tidak akan memberitahunya.."
" Hmmm terimakasih.. " Ucap Alena dengan lirih.
" Lalu apa yang sedang kau lakukan disini? "
" Aku sedang mencari perlatan tenis,aku sudah lama tidak bermain tenis.. "
" Ahhh ya,aku ingat saat di Makau terakhir saat aku akan pergi ke Jerman kita main bersama,apa sekarang kau mau main bersamaku? "
" Maaf Kenzi,aku tidak bisa karena aku akan berlatih dengan Han Zhou.. "
" Han Zhou? Maksudmu CEO Han Company? " Ucap Kenzi sambil mengernyitkan dahinya.
" Kau kenal dia? "
" Aku tahu dia,tapi tidak terlalu akrab.. "
" Hmm.. Baiklah jika kau ingin bermain bersama kita,hari minggu ini kau bisa datang dan berlatih bersama.. "
" Sungguh? "
" Tentu.. Oiya tapi sekarang kau tinggal dimana selama disini? "
" Aku tinggal di hotel.. "
" Alena.. Lihat ini,bukankah baju ini cocok untukmu? " Ucap Yuzan sambil membawa beberapa set baju.
" Hahh pasti kau juga mengira aku Kenzo.. " Ucap Kenzi sambil menggaruk alisnya.
" Kau Kenzi? Benarkan? " Ucap Yuzan sambil mengernyitkan dahinya.
" Aku hanya menerkanya,lagipula dilihat dari penampilanmu dan caramu bicara sangat berbeda dengan Kenzo.. "
Kenzi hanya diam tak menghiraukan ucapan Yuzan.Alena tersenyum melihat Yuzan dan Kenzi.
Handphone Alena berdering,dilihatnya bibinya menelpon.
" Ya bibi? Aku sedang mencari peralatan olahraga sebentar lagi kita akan pulang.. Hmmm.. Baiklah.. Tunggu kami.. "
" Yuzan,kita harus pulang bibi sudah menyiapkan makanan,Zayden sudah menunggu juga,sepertinya dia sudah menjemput Julian dari sekolah.. "
Deeeggg.... Kenzi kaget mendengar nama Zayden yang Alena sebutkan.
" Alena apa kau tidak mengajakku kerumah kalian? "
" Ahh ya hampir aku lupa,ayo Kenzi pergi bersama kita.. "
" Tapi kita akan membayar dulu ini.. "
" Biar aku saja.. " Ucap Kenzi sambil menarik trolly Alena.
" Tidak usah Kenzi biar aku saja.. "
" Tak apa Alena biar aku saja.. " Ucapnya sambil menarik trolly Alena lagi,saat Kenzi menariknya kaki Alena tersangkut dan hampir jatuh.. Kenzi menahan Alena agar tidak terjatuh,wajah Kenzi dan Alena sangat dekat,Alena menatap wajah Kenzi yang sangat mirip dengan Kenzo,Kenzi menatap Alena dan terus menatapnya.
" Sungguh sempurna,sangat cantik.. " Gumam Kenzi dalam hatinya.
" Ahh maafkan aku Kenzi,terimakasih sudah menolongku.. "
Yuzan yang sedaritadi melihatnya hanya menutup mulutnya dengan tangannya.
" Oh Tuhan,pemandangan ini.. " Ucap Yuzan.
Mereka membayarnya lalu pulang.
" Alena,kau sudah sampai.. " Ucap bibinya sambil menyambut Alena dan Yuzan.
" Bibi aku membawa tamu hari ini.. Perkenalkan ini Kenzi.. "
Seluruh mata membelalak terutama Zayden,Julian melihat Kenzi lalu berlari menghampirinya.
" Daddy.. Daddy.. Aku merindukanmu,kenapa kau berbohong padaku,kenapa kau lama sekali menyusul kita.. Daddy aku rindu Daddy.. " Ucap Julian sambil memeluk Kenzi dan meneteskan air matanya.
Kenzi berlutut menyusap air mata Julian.
" Sayangku.. Julian sudah besar,lihat aku ini aku pamanmu Kenzi,Daddy mu sedang sibuk sekarang tapi paman janji akan membawamu bertemu dengan Daddymu nanti.. " Ucapnya sambil memeluk Julian dan mengusap rambutnya.
Alena terdiam melihat pemandangan itu,bagaimana mungkin dia bisa bertemu kembali dengan Kenzo setelah sekian lama dan apa yang terjadi,tapi anaknya sudah begitu lama memendam kerinduan terhadap Daddynya itu,begitupun dengan perasaannya sendiri.
Alena menghampiri Kenzi dan Julian.
" Sayang,Mommy juga berjanji akan membawamu bertemu Daddy.. "
Ucapan Alena membuat Zayden kaget mendengar itu,tapi mungkin itu hanya ucapan Alena saja untuk sementara waktu agar putranya berhenti menangis pikir Zayden dalam benaknya.