I Truly Love You Endlessly

I Truly Love You Endlessly
17. Masalalu Kenzo..



Sesampainya di Makau telpon Kenzo berdering,Kenzo melihatnya dan mematikan telponnya. Alena mengernyitkan dahinya tapi dia tak berani bertanya.


" Mungkin hanya clientnya.. " Gumam Alena


" Kau lelah,tidurlah lebih dahulu.. Biarkan Julian dengan bibi Qin.. Aku ada urusan mendadak dengan clientku.. Aku keluar hanya sebentar,kau tak apa aku tinggalkan sebentar sayang? "


" Mmm.. Tak apa.. Aku belum mengantuk aku akan kembali ke ruang kerjaku dan memeriksa berkas yang Emily kirimkan kesini..."


" Jangan terlalu larut,kau jangan terlalu banyak berpikir.... " Sambil mencium pipi Alena


" Mmm cepatlah pulang,kau juga butuh istirahat bukan? "


" Baiklah.. Aku pergi dulu.. " Sambil mencium kening Alena


" Ya.. Hati hati.. !! "


Alena hanya sedikit aneh,tak biasanya Kenzo pergi menemui client dengan hampir tengah malam seperti ini. Alena terdiam dibalkon kamarnya sambil memperhatikan Kenzo yang tengah bersiap keluar.


" Mengapa perasaanku tidak enak dan sedikit curiga.. "


" Ahhh tidakk.. Buang pemikiran jelekmu Alena,lagi pula dia hanya bertemu client " Sambil menggelengkan kepalanya.


Alena duduk dikursi kerjanya dia terfokus dengan berkas yang dikirim Emily,telponnya berdering,dilihatnya Emily menelponnya.


" Ya Emily.. Aku sedang memeriksa berkas yang kau kirimkan.. Ada apa? "


" Kau tidak keluar dengan Kenzo? "


" Tidak,sepulangnya aku lanjut memeriksa berkas,Kenzo pergi menemui clientnya.. Ada apa Emily? Apa ada masalah? "


" Ohh begitu.. Tidak aku hanya bertanya,tidurlah Alena,ini sudah malam.. "


" Mm baiklah,sampai jumpa besok.. "


Alena menutup telponnya,disisi lain Emily tengah memperhatikan Kenzo dari jauh.


" Kenzo dengarkan aku !! Aku hanya pergi untuk mewujudkan mimpiku,aku tidak meninggalkanmu.. Tapi kau menikahi wanita lain,apa aku salah mengharapkanmu kembali? Aku begitu mencintaimu Kenzo,aku selalu menanti hari kepulanganku disambut dengan senyumanmu seperti dulu.. " Sambil memeluk Kenzo


" Betric,kau yang membuangku,kau yang meninggalkan aku tanpa kabar sedikitpun,sekarang aku sudah tidak mencintaimu lagi,aku sudah menikah dan menjadi seorang ayah,jauhi aku Betric.. !! " Sambil melepaskan pelukannya


" Seorang Ayah? Kau sudah punya anak? Tapi aku dengar anak itu bukan anak kandungmu bukan? Kenzo dia tidak bisa dibandingkan denganku,Kenzo kembalilah padaku.. Tatap aku Kenzo dan ulangi lagi bahwa kau tidak mencintaiku lagi.. " Ucap Betric sambil menatap dan memegang lengan Kenzo.


" Untuk apa aku harus menatapmu? Siapa yang memberitahumu tentang itu? Apa Lucy yang memberitahumu,ku peringatkan meskipun dia bukan anak kandungku tapi aku mencintainya dengan sangat mencintainya..!! "


" Kenzo,bukankah kau ingin aku pulang? Hari ini aku pulang,aku akan meninggalkan semua mimpiku demi kau Kenzo,bisakah kita memulai dari awal lagi? " Sambil menangis dan memeluk Kenzo.


" Kau sudah gila? Aku sudah berkeluarga..lupakan aku Betric kau yang meninggalkanku,lebih baik kita tak usah bertemu lagi.. !! " Berusaha melepaskan pelukannya.


" Tidak Kenzo,aku begitu merindukanmu,aku tak mau melepaskan pelukanku,aku mohon maafkan aku Kenzo.. Baiklah aku terima kau sudah menikah,dan bukankah kita masih bisa berteman Kenzo,tapi aku minta harus selalu ada untukku seperti saat itu,seperti janji yang kau ucapkan waktu itu.. Aku mohon.. " Dengan menampakan wajah polosnya.


" Aku tidak bisa bahkan untuk hanya bertemanpun aku tidak bisa,menjauhlah dariku..!!"


Kenzo masuk kedalam mobilnya meninggalkan Betric yang menangis melepas kepergian Kenzo.


" Tidak Kenzo,aku tak bisa membiarkanmu dengan wanita lain,hanya aku yang boleh memilikimu.. Aku tau aku sudah meninggalkanmu,tapi aku mencintaimu Kenzo.. "


Melihat semua itu Emily kaget matanya membelalak sambil menutup mulutnya.


" Ya Tuhan... Aku tak percaya ini,wanita itu bukannya Betric? Model terkenal itu? Dan Kenzo adalah masalalunya? Apa aku harus bilang ini pada Alena? Tapi aku takut akan menyakiti perasaannya,apa lebih baik aku lihat dulu situasi kedepannya.. ". Ucap Emily sambil menutupi mulutnya.


.


.


.


.