I Truly Love You Endlessly

I Truly Love You Endlessly
50. Kecelakaan?



Kenzo kembali mengemudikan mobilnya dan kembali kerumahnya,Kenzo memikirkan tentang Alena dan anak kecil itu.


3 hari sudah berlalu Hanna sudah boleh pulang dari rumah sakit,pertandingan berlangsung dengan lancar,Zayden dan Julian sudah tiba di Makau sehari yang lalu.


Kenzo yang sedang duduk didepan meja kerjanya tiba- tiba merasakan sakit kepala yang teramat hebat,sampai dia tak bisa menahannya dan tak sadarkan diri,Dori kaget melihat Kenzo yang tengah tergeletak diruangannya itu dan memanggil ambulance.


Disisi lain Alena sedang mengurus biaya adminitrasi perawatan Hanna. Ketika Alena berbalik dia bertabrakan dengan Dori yang sedang terburu-buru.


" Maafkan aku Nona aku tidak sengaja.. " Ucap Dori sambil menundukan kepalanya.


" Tak apa.. " Ucap Alena sambil merapikan bajunya.


Dori terkejut ternyata yang didepannya adalah Alena,begitu juga dengan Alena.


" Dori kau sedang apa disini? "


" Itu.. Itu.. Tuan Kenzo.. Dia.. "


" Dia kenapa? " Tanya Alena dengan mengernyitkan dahinya.


" Dia tidak sadarkan diri saat dikantor,saat aku masuk ruangannya dia tergeletak dilantai.. "


" Apa?? Kenapa bisa seperti itu? " Tanya Alena dengan panik.


" Nanti aku akan menceritakannya padamu Nona,saat ini aku sedang terburu-buru.. " Ucap Dori lalu membungkukan badan memberi hormatnya.


Lalu Alena kembali ke kamar Hanna,didapatnya sudah ada Zayden dan Julian sedang menunggunya.


" Kalian sudah sampai? " Tanya Alena.


" Ya,sekitar 5 menit yang lalu.. "


" Baiklah kita pulang.. " Ucap Alena dengan wajah muram.


Dimobil Alena hanya diam memikirkan keadaan Kenzo.


" Apa yang terjadi denganmu Kenzo? "


" Apa sesuatu menimpamu saat aku pergi? " Gumamnya lagi dalan hati.


" Alena,ada yang kau pikirkan? "


" Hhmm tak ada.. " Ucap Alena dengan singkat.


Sesampainya di apartemen Alena menidurkan Hanna,juga Julian yang sedari tadi tidur diperjalanan.


" Apa kau mengusirku? " Ucapnya sambil mengernyitkan dahinya.


" Tidak,bukan itu maksudku aku pikir kau tidak enak menunggu mereka.. "


" Tak apa,aku merindukan anak-anak pergilah aku akan menjaga mereka.. " Ucap Zayden.


" Terimakasih,jika Hanna menangis telpon aku segera.. "


" Ok.. "


" Alena.. " Panggil Zayden.


" Ya.. "


" Jangan lupa memakai jaketmu. Diluar mendung sebentar lagi akan turun hujan.. "


" Terimakasih Zayden.. " Ucap Alena sambil mengambil jaketnya.Lalu Alena pergi kembali kerumah sakit,mencari kamar Kenzo dirawat.


Dia melihat Dori keluar dari kamar VIP sakura,Alena menghampiri Dori dan menanyakan keadaannya.


" Bagaimana keadaannya Dori? "


" Dia masih belum sadar Nona.. "


" Sebenarnya apa yang terjadi padanya? Kenapa dia bisa seperti ini? Setahuku dia sehat- sehat saja dulu.. "


" Nona aku tidak bisa membicarakannya disini,kita ketaman sebentar.. "


" Baiklah.. "


Sesampainya ditaman Dori bercerita pada Alena.


" Nona apa kau tahu semenjak kepergianmu Tuan Kenzo mencarimu kemana-mana,dia mengutus orangnya untuk mencarimu,bahkan aku juga ikut mencarimu.. Tapi hasilnya masih tetap nihil,kami tak mendapat petunjuk apapun tentangmu,sampai saat setahun setelah kepergianmu dia mencarimu seorang diri.. Saat itu aku sudah mencegahnya,setelah pulang dari kantor dia mencarimu dengan Ducatinya,entah mungkin dia merasa putus asa atau frustasi karena tidak bisa menemukanmu,dia mengalami kecelakaan dan hampir saja masuk jurang karena terlalu kelelahan,untunglah dia membantingkan kearah yang berlawanan dia terseret beberapa meter dan kepalanya terluka parah,dia sempat koma selama 2 minggu tapi untunglah dia bangun kembali,saat dia sadar pertama yang dia tanyakan adalah keberadaanmu,aku masih ingat senyuman pahit diwajah Tuan entah itu perasaan menyesal,kecewa,marah,rindu atau yang lain,terpancar dari wajahnya,akhirnya terakhir beberapa bulan yang lalu dia menyerah karena terlalu putus asa,dan inilah sekarang yang diakibatkan kecelakaan itu,dia sering mengalami hal ini sakit kepala yang tidak tertahankan.. "


Alena menangis air mata tak bisa berhenti dari matanya,dadanya terasa sesak,rasa bersalah membalut hatinya dia merasa hancur mendengar keadaan Kenzo sekarang,dia berlari menuju kamar rawat Kenzo sambil menangis.


Dia masuk dan tertunduk disamping Kenzo.


" Kenzo.. Ini aku,bangunlah.. Kumohon,aku sudah pulang.. " Bisiknya pada Kenzo.


" Maafkan aku,maafkan semua kesalahanku Kenzo.. " Ucapnya sambil memegang tangan Kenzo dan menangis.