I Truly Love You Endlessly

I Truly Love You Endlessly
53. Balaskan kembali..



Pertandingan sudah dimulai Alena mengamati setiap permainan begitu juga dengan yang lainnya. Tapi Kenzo hanya melihat Alena,berharap Alena menatapnya. Alena tahu itu bahkan sesekali menatap Kenzo letika dia tak sadar.


" Emily aku gugup sekali,bisakah kau menjaga Hanna sebentar aku akan ke toilet sebentar.. "


" Baiklah,tapi jangan berlama-lama,sebentar lagi giliranmu.. "


" Ya.. " Ucap Alena sambil melangkahkan kakinya.


Ketika Alena sedang berjalan menuju koridor seorang lelaki menariknya,Alena terkejut melihatnya,dia menatap mata laki-laki itu,wajah mereka begitu dekat.


" Kenzo? "


" Istriku.. " Ucap Kenzo sambil memeluknya.


Alena hanya diam,hatinya terasa campur aduk,rasa rindu,senang,bersalah,kecewa menjadi satu. Rasanya lidahnya kelu,tak bisa berkata apapun. Kenzo memeluknya dengan erat,perasaan lega ada didalam hatinya bisa melihat bahkan memeluk kembali orang yang dicintainya.


" Kenzo,aku tidak bisa bernafas.. Bisakah kau melepaskan pelukanmu.. "


" Alena..sebentar saja.. aku rindu memelukmu.. "


" Apa ada sesuatu yang akan kau katakan padaku?"


" Setelah selesai pertandingan aku ingin bicara denganmu.. " Ucap Kenzo sambil menatap Alena.


" Bisakah kau sedikit menjauh dariku Kenzo? Semua orang melihat kita,itu tidak bagus.. " Ucap Alena sambil sedikit mendorong Kenzo.


" Kenapa kau bisa sedingin ini padaku Alena? Apa kau tidak merindukan aku? "


" Kenzo sepertinya aku tidak bisa berbicara seperti ini,aku mau ke toilet.. Kau pergilah kembali,ini toilet wanita kau tidak bisa disini.. "


" Kenapa? Kenapa aku tidak bisa disini? Disini hanya ada kita berdua tidak ada siapa-siapa lagi,kenapa kau seolah ingin menjauh dariku? Apa kau akan pergi meninggalkan aku lagi seperti dulu? " Ucap Kenzo dengan nada tegasnya.


Alena hanya diam,dia menatap wajah Kenzo,kesepian terpancar dari matanya.. Alena menatapnya dengan dalam,Kenzo menarik Alena,Alena mencoba menahannya tapi tentu saja tenaga Kenzo lebih besar.


Kenzo menarik bahu Alena dan mencium bibirnya,Alena mencoba melepaskan tapi Kenzo memeluknya dengan erat membuat ciumannya semakin dalam,mereka berciuman cukup lama,Alena meneteskan air matanya,entah apa yang dirasanya bahagia menyelimuti hatinya.


Alena tersadar lalu mendorongnya.


" Apa yang kau lakukan.. " Ucap Alena lalu keluar dari toilet sambil berlari.


Kenzo menatap kepergian Alena lalu memukul tembok itu.


" Alena,apa kau tidak apa- apa? "


" Aku? Tidak aku baik-baik saja.. " Ucapnya sambil menepuk-nepuk pipinya.


" Alena apa kau tahu lawanmu siapa? "


" Laura Wang? "


Kenzo duduk kembali dan menatap Alena,Alena yang menyadari itu langsung pergi untuk bersiap-siap melakukan pemanasan sebelum bertanding.


" Hallo Alena,kau masih bisa ikut bertanding rupanya? "


" Ohh rupanya Nona Laura,seorang model terkenal ikut pertandingan ini? " Ucap Alena sambil menyeringai.


" Tentu.. Bersiaplah untuk kalah Alena.. "


Alena tidak mendengarkan ucapan Laura dia hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


" Alena kau harus bisa mengalahkannya,tak menang pun tak apa,tapi balaskan dia satu pukulan diwajahnya karena dia sudah menamparmu,kau harus ingat itu.. " Ucap Yuzan menyemangati Alena.


" Kau tenang saja,aku akan melakukan yang terbaik ucap Alena.. "


Pertandingan akan dimulai seluruh orang bertepuk tangan,Alena dan Laura memasuki lapangan,Emily,Yuzan dan Kenzi menyemangati Alena,Kenzo menatap kearah Alena yang sedang melambaikan tangannya,saat Alena berbalik kearah belakang Kenzo memberinya senyuman,Alena membalikan kembali badannya,perasaan berdebar mulai dirasakannya. Laura melihatnya merasa kesal dengan hal itu.


" Kau lihat Alena aku akan mempermalukanmu.. " Ucap Laura dengan kesal.


" Baiklah kedua pemain bisa bersalaman terlebih dahulu dan menentukan siapa yang akan melakukan serve pertama.. " Ucap wasit.


Alena mengulurkam tangannya terlebih dahulu pada Laura,Laura menerimanya dengan janya menyentuhnya.


" Alena,kau akan kalah aku akan mempermalukan,kau lihat saja.. " Ucap Laura sambil menyeringai.


" Woww aku takut.. " Ledek Alena.


Serve pertama didapat oleh Laura,Alena bersiap dengan posisinya.


Semua orang tegang melihat pertandingannya,Alena dan Laura bermain dengan imbang,Poin pertama didapatkan Alena,Laura tidak bisa menerima itu,pertandingan berjalan kembali lagi-lagi poin didapat Alena.


" Lihatlah Nona Alena saat bermain tenis,layaknya seorang atlit.. Permainan yang cantik seperti orangnya.. " Ucap salahsatu kolega Han Zhou.


Kenzo dan Han Zhou mengdengarnya lalu menatap orang itu.


Saat permainan akan berakhir Alena melakukan smashnya,Laura mencoba menahannya tapi bola itu tidak tertahan malah mengarah pada wajahnya.


Brruuuggggg.... Laura terjatuh sambil memegangi pipinya.


Permainan berakhir Alena yang memenangkannya,semua orang bersorak bertepuk tangan atas kemenanganya,Alena senang atas kemenangannya dia melepaskan topinya dan menggerai rambutnya sambil berjalan menuju Laura lalu mengulurkan tangannya.


" Aku menang Laura,maaf sudah membuatmu malu.. " Ucap Alena sambil tersenyum


" Kurang ajar.. " Ucap Laura sambil keluar dari lapangan.


Alena melambaikan tangannya,lalu membungkukan badannya memberikan penghormatan. Emily dan Yuzan turun kelapangan dan memeluk Alena.