
Selama didalam pesawat Alena hanya diam. Dalam lamunannya,dia yang memilih pergi dan tak memaafkan Zayden,tapi dia sendiri yang merasakan sakit hati yang teramat,terlebih dia merasa bersalah pada Kenzo,karenanya Kenzo ikut terlibat dalam masalah dengan masalalunya ini.
" Alena.. Kau kenapa? Kau masih memikirkan omongan pria kurang ajar tadi? " Sambil menatap Alena.
" Kenzo.. Maafkan aku,karna aku kamu harus terlibat semua ini,Kenzo kau mau berjanji padaku?"
" Kenapa berbicara seperti itu Alena,tentu aku harus terlibat.. Kau adalah istriku,janji apa? "
" Berjanjilah untuk tidak seperti dia yang menghianatiku.. "
" Kenzo.. Maaf tak seharusnya aku meminta ini,bahkan saat kau menemukanku aku tak dalam keadaan utuh dan memiliki Julian.. Apa aku wanita yang tidak tau diri ? " Sambungnya lagi Dengan mata yang berkaca kaca.
" Sssstttt.. Jangan menangis sayang.. Kau yang terbaik dalam hidupku Alena,kau adalah sumber kebahagiaanku,kau adalah separuh dalam jiwaku..kau wanitaku.. Sampai kapanpun akan tetap jadi istriku.. "
" Terimakasih Kenzo,terimakasih atas semuanya.."
Sambil memeluk dan mengelus puncak kepala Alena.
Tangis Alena semakin meledak rasa sesak dalam dadanya seketika hilang ketika mendengar ucapan Kenzo,dia merasa beruntung dipertemukan dengan Kenzo yang mau menerima apa adanya.
" Apa aku boleh bertanya padamu? "
" Kenapa kau memilihku? Bukankah semenjak awal kau sudah tahu aku sudah punya Julian? "
" Lalu?"
" Lalu aku dengar banyak wanita yang antri dengan Direktur Kenzo Company ini.. " Sambil membulatkan matanya.
" Kau ingat saat dikampusmu ketika jam kuliah sore kau sering duduk dikursi taman,dibawah pohon mapel? Saat itu pertama kalinya aku melihatmu,kau sedang tertidur dengan buku-bukumu itu.. "
" Ahh kau rupanya tahu aku selalu ada disana ketika sore hari.. "
" Mmmm dan aku suka melewatinya.. "
"Apa kau lewat pohon mapel itu setiap hari ? "
" Mmmm tidak juga.." Jawabnya dengan tersenyum lebar.
" Hanya saja aku sering melihat berita tentangmu diinternet ketika aku kembali ke Makau.. Aku mengagumi karyamu.."
" Ohh rupanya tak ada yang istimewa ya.. " Jawabnya sambil membulatkan matanya.
" Tapi aku jatuh cinta sejak kau datang ke kantorku dengan marah-marah.. "
" Aku ingat saat itu kau menerobos masuk keruanganku.. " sambungnya lagi.
Disisi lain Zayden tengah melemparkan semua barang yang ada di apartemennya dia meluapkan seluruh amarah dan kecewanya,ditelinganya masih terdengar jelas akan ucapan Alena yang membuatnya marah dan sangat kecewa.
" Alena.. Apa sebenci itukah kau padaku,atas kesalahanku 4 Tahun lalu.. Aku sudah meminta maaf berkali kali apa sulit untukmu memaafkan aku.. meskipun aku hanya minta berteman,apa aku sudah tak punya tempat disisimu lagi,apa namaku sudah terhapus bersih dalam hatimu.. " Lalu melempar foto Alena.
" Kau tak tahu Alena,aku seperti orang gila 4 Tahun ini mencarimu dan terus mencarimu.. "
Tiba tiba Rain dan Abigail masuk ke apartemen Zayden,mereka terkejut melihat Zayden yang sedang meluapkan amarahnya.
" Zayden.. Kau begini karna Alena? " Tanya Abigail
" Tak bisakah kau merelakan Alena Zayden? "
" Kau mulailah kehidupan barumu,selama 4 Tahun ini sudah cukup bagimu menyesali semua kesalahanmu itu.. Percuma dengan kau beginipun Alena tak akan kembali.. " Ucap Rain
" Lalu aku harus apa?? Katakan padaku,setengah jiwaku terasa mati Rain,aku kehilangan cintaku karna kebodohanku,dan kini Alena membenciku dia bilang jijik padaku..apa yang harus aku lakukan sekarang? " Sambil tertunduk dengan menutupi wajahnya.
" Bukankah suaminya itu Kenzo Marvelo? Bukankah minggu depan kau akan ke Makau mengurus tender kita? Aku dengar perusahaan Kenzo ikut bersaing didalamnya,kau bisa merencanakan sesuatu untuk bertemu Alena disana.. " Ucap Abigail
" Abi.. Apa maksudmu? Kau buat supaya Zayden terus berharap pada Alena,dan membuat Alena benci dengan tindakan nekat Zayden? " Kata Rain sambil mengerutkan dahinya.
" Aku tidak menyuruh dia begitu,tapi semua ini harus selesai Rain.. Aku tidak mau Zayden terus seperti ini.. " .
" Kau benar Abi.. Kenapa aku tidak memikirkan itu.. Aku akan terbang ke Makau minggu depan,aku akan menyusun rencana supaya aku bisa bertemu dengan Alena disana.. " Sambil menyeringai.
Alena berbincang dengan Kenzo sampai tertidur. Kenzo menatap Alena yang tertidur nyenyak dalam pesawat.
" Sejak pertemuan kita,aku melihatmu sama sepertiku..Alena,aku mencintaimu lebih dari apapun,tapi dengan janji itu.. Apa aku bisa menepatinya? Tapi sebisaku aku akan berusaha untuk bersamamu selamanya.. " Lalu mencium kening Alena.
.
.
.
.
Say Hallo dulu sama Alena..
Cantik banget yak.. 😍
Apa Kenzo bisa nepatin janjinya?