
Kenzo memakai helm nya lalu pergi mengendarai Ducati nya,sesampainya di apartemen Kenzo membuka pintu apartemennya,ternyata Alena belum mengubah passwordnya,ketika pintu terbuka dia hanya mendapati seseorang sedang membersihkan apartemen.
" Dimana Alena? "
" Maksud Tuan Nona Alena? "
" Dia tidak tinggal disini Tuan,dia hanya memerintahkan saya untuk membersihkan apartemennya 3x dalam seminggu.. "
" Lalu dia pergi kemana? "
" Soal itu saya tidak tahu Tuan.. "
" Baiklah Terimakasih.. "
Hati Kenzo semakin kacau setelah ini,dia melajukan Ducatinya kembali dengan menambah kecepatannya,dia menepi ditepi Danau dia berteriak mengeluarkan seluruh perasaannya,dia tertunduk menangis dalam sesalnya.
" Percuma saja kau lakukan itu,dia tak akan kembali Kenzo.. " Ucap seorang laki-laki dibelakangnya.
Kenzo menoleh kearah laki-laki itu ternyata dia adalah Kenzi,saudara kembar dari Kenzo.
" Kenzi? Kapan kau kembali dari Jerman? "
" Saat acara launching design Alena.. "
" Kenapa kau tidak memberitahuku? "
" Saat itu aku pikir kau sedang sibuk,jadi aku tidak menemuimu.. Tapi aku menghadiri acara launching design itu.. "
" Darimana kau tahu masalah ini? "
" Aku mengamatinya Kenzo,aku tidak percaya sebenarnya kenapa kau melakukan itu.. Apa kau tidak ingat Kenzo bagaimana Betric membuangmu,apa sekarang kau kenyesal Alena sudah meninggalkanmu,apa yang sebenarnya kau lakukan? Apa kau sadar sekarang? "
" Aku tak berniat seperti itu Kenzi,aku hanya merasa bersalah dan kasihan dengan keadaan Betric.. "
" Kau merasa bersalah? Apa aku tidak salah dengar? Kemana sikap tegasmu? Apa kau masih menaruh hati dengan Betric? Ohh... Aku tahu bagaimanapun dia adalah cinta pertamamu kan.. Aku paham.. Aku paham.. " Ucapnya sambil melangkah menuju Kenzo.
" Lalu apa yang sekarang akan kau lakukan? "
" Mungkin aku akan mencari Alena kemanapun.."
Mendengar itu Kenzo marah,dia mengepalkan tangannya dan mendaratkan pukulan di pipi Kenzi.
" Jangan pernah mencoba merebutnya dariku,kau selamanya tidak akan pernah bisa merebutnya.. Ingat itu.. " Lalu Kenzo pergi melajukan Ducatinya kembali.
" Kau memang selalu lebih awal dariku Kenzo,tapi tidak akan aku biarkan kau lebih awal dari aku kali ini,aku akan merebut apa yang kau punya.. Sama seperti saat kau merebut apa yang harusnya milikku.. " Ucapnya sambil menyeringai.
Disisi lain Alena sedang diam dibalkon kamar Emily,dia menatap kearah Julian yang tengah tertidur.
" Emily.. Besok pagi aku akan berangkat ke Shenzen,jika ada sesuatu yang membuatmu kesulitan diperusahaan kau bisa hubungi aku.. "
" Baiklah.. Tapi apa kau yakin dengan keputusanmu kali ini? " Ucapnya sambil menatap Alena yang tengah menatap langit.
" Aku yakin Emily,aku tidak mau selalu seperti ini.. Kau tahu aku tidak bisa mentolelir hal seperti ini,Emily.. Aku bukan wanita yang mudah berpindah kelain hati,aku tidak bisa menerima ini.."
" Apa kau mencintai Kenzo? "
" Aku mencintainya Emily,aku sangat mencintainya,disisi lainpun aku kecewa Kenzo tidak jujur padaku tentang hubungannya,jika saja waktu itu dia jujur mungkin aku tak akan pergi "
" Kau tahu Emily,aku muak Emily.. Hatiku rasanya hancur,kau tahu rasanya dibohongi oleh orang yang sangat kau cintai.. " Ucapnya sambil menghirup nafas dan memejamkan matanya.
" Aku mengerti " Jawab Alena.
Zayden yang tak sengaja mendengar percakapan mereka hanya terdiam didepan pintu kamar Emily,rasanya hatinya hancur memdengar wanita yang dicintainya mencintai oranglain.
" Alena,dulu aku tempatmu mencurahkan segalanya,kau biasa bergantung padaku,kau terbiasa dengan hadirku tapi sekarang seiring berjalannya waktu segalanya berubah.. Alena andai aku diberi kesempatan lagi aku tidak akan membuatmu menangis aku akan menebus seluruh kesalahanku bahkan jika itu dengan hidupku.. " Gumamnya dalam hati,lalu pergi kekamarnya.
" Lalu apa kau akan membawa Zayden pergi bersamamu ke Shenzen? "
" Iya.. Kalau tidak ada dia bagaimana dengan Julian,lagipula perusahaannya juga ada di Shenzen.. "
" Apa di Shenzen juga ada? Yang benar saja.. Berapa banyak perusahaan Jian Company ini,apa Zayden sangat kaya.. " Tanya Emily sambil membulatkan matanya.
Alena tertawa mengdengar pertanyaan Emily,lalu dia menceritakan latar belakang dari Zayden.
" Wowwww amazing Alena,dia sekaya itu.. Tapi sayang dia tak bisa memilikimu.. " Ucapnya dengan nada agak keras
" Sssttttt... Apa kau bisa bicara dengan pelan,nanti dia dengar.. " Ucapnya sambil menutupi mulut Emily.