
" Beraninya dia mengganggu istriku.." Wajahnya padam menahan amarah.
Tak lama kemudian Alena datang membawa kopinya,Kenzo hanya diam dengan pandangan dinginnya tak bicara sepatah katapun. Melihat aura Kenzo berbeda Alena mengkerutkan dahinya.
" Sayang.. Kau baik baik saja? Kau kenapa? "
Tapi Kenzo tak meresponnya,dia masih dengan tatapannya yang dingin itu.Alena berpikir apa yang salah darinya.Alena tau betul ada sesuatu yang terjadi jika Kenzo seperti ini.tapi dia berpikir apa salahnya.
" Sayang.. Apa aku punya salah padamu? "
" Alena.. Kau mencintaiku atau tidak? "
" Kau menanyakan itu lagi,tentu aku mencintaimu Kenzo.. "
" Kau tau Alena aku tidak suka dibohongi,aku paling benci dengan orang yang suka berbohong.." Lalu meninggalkan Alena
Alena masih terdiam dengan pikirannya yang terus bertanya tanya.
" Dia kenapa? Apa aku punya salah? Apa jangan jangan dia tau sesuatu tentang Zayden? " Dia berlari menutup laptopnya dan naik kekamarnya. Ketika membukakan pintu dilihatnya Kenzo berdiri didepan balkon dengan pintu terbuka.
" Sayang.. Jika aku punya salah aku minta maaf.. Tapi katakan salahku dimana.. " Sambil memeluk Kenzo dari belakang.
" Kau tidak jujur padaku Alena,kau bohong,kau tidak mengatakan semuanya padaku Alena.. Lihat email yang masuk itu !! " Sambil melepaskan pelukan Alena. Alena melihat email yang masuk,matanya membelalak melihat email itu..
" Ini.. Ini.. Kenzo aku.. Aku tidak tahu apapun soal email ini.. " Sambil menghampiri Kenzo yang masih terdiam
" Alena.. Inikah tujuanmu pulang ke Tianjin? Untuk bertemu masalalumu.. ? Kau bahkan tidak jujur padaku tentang ini,kau tidak menganggap aku suamimu bukan? "
" Tidak.. Tidak seperti itu Kenzo,maafkan aku.. " Sambil memeluk Kenzo. Sejenak Kenzo berpikir sambil menutup matanya. Lalu berbalik menatap Alena.
" Baik.. Sekarang katakan padaku apa yang terjadi selama kau disini.. "
Lalu Alena menceritakan semuanya,Kenzo dengan ekspresi dingin mendengarkannya.
" Lalu mengapa kau tidak jujur padaku? "
" Aku takut.. Aku.. Takut kau akan marah mendengarnya,maafkan aku Kenzo.. "
" Dimana dia? Apa dia belum tidur ? Atau ke kamar mandi? " Kenzo bangun sambil mengenakan jubah tidurnya. Semarah apapun Kenzo dia tetap sangat amat mencintai Alena. Didengarnya tangisan Alena dari arah balkon,ketika membuka pintu balkon dia dapati Alena sedang duduk dengan tangisnya. Kenzo menghampiri Alena dan memeluknya.
" Sayang.. Kau menangis? Aku minta maaf.. Aku yang salah,maafkan kata kataku,aku hanya emosi,aku terlalu takut untuk kehilanganmu,aku takut dia pergi membawamu dan Julian,hanya itu saja.. Maafkan aku,aku hanya ingin kau jujur padaku " Sambil menatap mata Alena yang sembab. Alena hanya diam dan tertunduk,dalam pikirnya bagaimana mungkin dia menyembunyikan ini dari Kenzo yang amat sangat mencintainya.
" Aku minta maaf Kenzo,aku hanya takut kau marah,maafkan aku.. Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi.. " Sambil memeluk pinggang Kenzo dan menangis.
" Ini sudah larut malam kau harus istirahat,aku tidak mau kau sakit.. " Lalu menggendong Alena masuk.dan membaringkan Alena.
Tiba tiba Alena bangun dan merasakan mual.
Sambil menutup mulutnya dia berlari ke kamar mandi.
" Uuhhuukkk uhuukkkk.. " Kenzo langsung menyusulnya,mengelus pundak Alena.
" Apa kau baik baik saja? Apa kau salah makan Alena?? "
" Mmmm.. Tidak sepertinya aku masuk angin.. " Sambil memegang perutnya.
" Apa ini tidak enak ? Kau mau kedokter?" Sambil memegang perut Alena.
" Iya sayang,rasanya aku mual sekali.. Aku sering pusing saat bangun tidur,apa mungkin aku hanya Anemia.. Tidak usah aku rasa sekarang sudah agak baikan,ayo kita tidur.. "
" Mmm baiklah,tapi jika seperti itu lagi kita harus pergi kedokter.. "
Lalu mereka kembali ketempat tidurnya,Kenzo memakaikan selimutnya pada Alena.
" Selamat tidur Sayangku.. " Sambil mencium kening Alena
" Selamat tidur.. " Sambil mencium bibir Kenzo. Dan mereka tertidur.
kira-kira Alena kenapa yak?? 🤔
Please coment dan Like..