
2 Tahun sudah berlalu,banyak yang terjadi selama 2 tahun ini,bayi kecil itu kini sudah pandai berjalan bahkan berlari,Julian sudah bersekolah.
" Hati-hati sayang kau bisa jatuh,jangan berlari begitu cepat.. " Ucap Zayden sambil mengejar Hanna.
" Daddy.. Daddy.. " Ucap Hanna sambil tertawa.
Zayden menangkap Hanna dan menggendongnya.
" Apa kau tidak lelah terus berlari sayang? "
" No Daddy.. "
" Baguslah anak cerdas.. " Sahut Alena.
" Lihatlah Mommy mu sudah datang.. " Ucap Zayden sambil menyerahkan Hanna pada Alena.
" Apa kau sudah makan sayang? "
Hanna hanya menggelengkan kepalanya.
" Baiklah sekarang kita makan ok.. "
" Apa kau juga sudah makan Zayden? " Tanya nya lagi.
" Aku baru saja pulang,belum sempat makan.. "
" Baguslah ayo kita makan bersama.. "
Meja makan sudah ramai dengan formasi lengkap.
" Yuzan,kau tahu perusahaan Han mengajukan kerjasama dengan kita? "
" Aku tahu Alena,apa kau yakin dengan itu? "
" Entahlah.. " Jawab Alena sambil menyuapi Hanna.
" Tunggu.. Kalian bilang perusahaan Han? "
" Iya Han zhou.. Kau tahu dia Zayden? " Tanya Yuzan
" Bukankah perusahaan Han ada di Makau? "
" Itulah yang aku pikirkan,kenapa dia tidak meminta Emily yang bekerja sama dengannya.. Kenapa harus meminta perusahaanku yang ada disini? " Ucap Alena sambil mengernyitkan dahinya.
" Tak apa Alena,mungkin dia penasaran dengan hasil Design mu jika dia bekerja sama denganmu.." Ucap bibi Alena.
" Jangan terlalu memikirkannya.. " Sahut pamannya.
" Aku jadi penasaran seperti apa Han zhou ini.. " Kata Zayden sambil mengernyitkan dahinya.
" Sudahlah sekarang kita makan dulu.." Sambung Alena.
Setelah mereka selesai makan mereka berbincang diruang keluarga.
" Alena lalu sekarang apa rencanamu? "
" Entahlah,aku belum memikirkannya.. "
" Aku akan menyelidiki tentang perusahaan Han.." Ucap Zayden.
" Mmm itu lebih baik.. " Jawab Yuzan.
Alena membuka handphonenya dia sibuk membuka beberapa berita diinternet. Alena menatapnya dan menghela nafasnya.
Zayden memperhatikan Alena dan terus menatapnya,Yuzan menyadari itu.
Wajah Alena sedikit muram,dia melihat Hanna yang sedang bermain dengan paman dan bibinya,senyuman pahit nampak dari wajahnya.
" Hanna,waktunya tidur.. Ayo Mommy temani tidur... " Ucap Alena sambil meraih Hanna.
Dia membawa Hanna ke kamarnya dengan wajah muramnya itu.
Semua orang melihatnya dan menghela nafas mereka.
" Sampai kapan dia akan seperti ini.. " Ucap Yuzan sambil menatap Alena yang berjalan menuju kamarnya.
" Kuharap dia akan bahagia.. "
" Aku lihat dia membaca berita tentang kedekatan Kenzo dan Laura,pasti rasanya sakit.. Setelah beberapa tahun ini mereka tidak bertemu.."
Zayden hanya diam mendengar itu.
" Biarkan dia menenangkan pikirannya.. " Ucap bibinya.
Semua orang disana hanya diam memikirkan Alena,karirnya memang sukses tapi kisah cintanya selalu gagal dan berujung dengan dibohongi.
" Aku dulu selalu iri dengan Alena,dia cantik,cerdas,selalu sukses dalam segala hal,aku selalu membayangkan kehidupannya yang sempurna dengan dirinya yang sempurna menurutku,tapi sekarang aku paham akan perasaannya.. " Ucap Yuzan sambil menatap kosong.
" Semua ini memang salahku,jika dari awal aku tidak melakukan hal bodoh tentu semua tidak akan terjadi,aku hanya berharap Alena bisa membuka hatinya kembali untukku dan aku akan menebus segala kesalahanku padanya.. "
" Kau tidak bisa terus menyalahkan hal itu Zayden,lagipula Alena sudah melupakan semuanya.. kau hanya perlu berusaha lebih keras untuk mendapatkan kepercayaannya kembali.. " Ucap paman sambil menepuk bahu Zayden.
Disisi lain Kenzo tengah menatap dibalik jendela kantornya,dia memejamkan matanya dalam benaknya selalu ada wajah Alena yang membayanginya.
" Alena.. 3 Tahun berlalu aku belum menemukanmu,bahkan kau tidak membiarkan aku menemukanmu,Julian Daddy merindukanmu.. "
Tok.. Tok.. Tok.. Suara ketukan pintu membuyarkan pikirannya.
Pintu terbuka,dilihatnya Han Zhou datang menemuinya.
" Apa aku mengganggumu? "
" Tidak,ada apa kau kemari.. ? "
" Aku ingin mendiskusikan soal acara pekan olahraga yang akan kita adakan.. "
" Jadi seperti apa? "
" Aku akan mengundang seluruh perusahaan di Makau untuk mengikutinya,tapi aku ingin para pemimpinnya juga ikut dalam acara ini.. "
" Mmm lalu ? "
" Aku akan mengundang Yong Group untuk ikut acara ini.. "
" Maksudmu? "
" Iya.. Aku pikir ini cara agar Alena bisa pulang ke Makau.. "
" Kau benar Han,tapi apa dia akan ikut. Sedangkan Yong Group ini sedang di pimpin Emily sekarang.."
" Aku akan meminta agar Alena yang ikut.. "
Wajah Kenzo menampakan senyum harapan itu,Han menatapnya.
" Maaf Kenzo,tapi aku yang akan berusaha mendapatkan Alena.. karena ini harapanku sejak dulu.. sejak kita masih disekolah yang sama.. " Gumam Han dalam hatinya.
Duhh... banyak amat yang nunggu Alena,ada yang kaya Alena ngga? banyak ditunggu apa menunggu? 😁