
Emily terkejut melihat Kenzo dibelakangnya.
" Jadi benar Alena sudah pulang? Jelaskan padaku,siapa yang masuk rumah sakit.. "
" Kau salah mendengarnya Kenzo.. "
" Emily sampai kapan kau akan terus membantunya bersembunyi dariku? Apa kesungguhanku selama ini tidak cukup membuktikannya? Aku mencarinya aku menunggunya,kumohon katakanlah.. "
" Baiklah tapi kau jangan beritahu Alena aku yang memberitahumu.. Sebenarnya saat Alena memutuskan pergi dia sedang.. "
" Emily.. Kau kemana saja aku mencarimu.. " Yuzan datang dengan tiba-tiba.
" Pertandingan akan segera dimulai ayo pergi kelapangan mereka sudah menunggu.. " Ucap Yuzan dengan polos.
" Kenzo maaf aku pergi dulu.. "
" Ya.. " Ucap Kenzo dengan singkat.
" Sebenarnya Alena kemana,jika dirumah sakit sekarang siapa yang sakit? Apa Alena?ataukah jangan-jangan Julian? " Ucap Kenzo sambil berpikir. Kenzo mengambil Handphonenya dan menelpon Dori.
" Dori.. Aku ada urusan penting,kau tetap disini dengan yang lain,aku pergi sekarang.. "
" Baiklah Tuan.. "
" Jika mereka bertanya katakan pada mereka sakit kepalaku kambuh dan aku pulang.. "
" Baik Tuan.. "
Kenzo segera pergi menuju beberapa rumah sakit,mencari Alena disetiap rumah sakit.
Disisi lain Alena sedang memeriksa beberapa berkas,dia masih sibuk ditemani Teh Blackcurrant kesukaannya.
" Aku harus menelpon Bella terlebih dahulu.. "
Lalu mengambil Handphonenya dan menelponnya.
" Bella,apa Hanna menangis? "
" Tidak Alena dia baik-baik saja,sekarang demamnya mulai turun,dia sedang disuapi oleh suster.. "
" Untunglah aku senang mendengarnya,aku hampir selesai sebentar lagi aku akan kesana.. "
" Baiklah,sampai jumpa.. " Lalu Alena menutup Telponnya.
Kenzo sibuk mencari Alena kesana kemari,tapi belum menemukannya.Kenzo memutuskan mencarinya ke apartemennya,dia berharap Alena ada disana.
" Dia pasti ada disana,jika mereka pulang kemana lagi dia akan tinggal.. " Ucapnya dengan optimis. Kenzo sampai di apartemen Alena,mencoba membuka dengan password yang lama,tapi tidak terbuka. Kenzo menekan bel nya,pintu terbuka didapatinya seorang wanita yang selalu membersihkan apartemen Alena.
" Dimana Alena? " Tanya Kenzo sambil terengah-engah.
" Nona Alena tadi pergi kerumah sakit membawa Nona Hanna.. "
" Hanna? Siapa itu? "
" Tentu putri Nona Alena? "
" Putri Alena? Apa Alena sudah menikah lagi? " Tanya nya dengan sedikit terkejut.
" Saya tidak tahu soal itu Tuan.. "
" Baiklah terimakasih,dirumah sakit mana dia membawanya? "
" Rumah sakit Internasional.. "
Tanpa bertanya lagi Kenzo lari masuk kedalam mobilnya lalu melajukannya.
Disisi lain Alena sedang mengemudi mobilnya menunggu lampu hijau menyala,tak sampai beberapa menit mobil Kenzo berada disamping mobil Alena. Kenzo menyadari bahwa itu mobil Alena,Alena membuka jendela mobilnya,terlihat jelas wajah wanita yang selama ini dia rindukan.
Kenzo menatapnya dengan cukup lama,tanpa sadar lampu hijau sudah menyala,klakson berbunyi beberapa kali dari mobik yang ada dibelakangnya.
Kenzo segera mengikuti mobil Alena,Kenzo menjaga jaraknya agar tidak terlihat oleh Alena.
Alena bergegas dengan terburu-buru,wajahnya terlihat panik. Membiat Kenzo semakin penasaran.
Alena masuk kedalam kamar rawat anak kecil itu. Kenzo mengintipnya dari balik kaca pintu itu.
Dia melihat jelas anak kecil itu.
" Sayang maafkan Mommy,Mommy meninggalkanmu sebentar,lihatlah Mommy membawa beberapa baju dan mainanmu.. Apa kau sudah makan? " Ucap Alena sambil menyisir rambut Hanna.
" Aku kenyang,masih kenyang Mommy.. " Ucapnya masih terbata-bata.
" Mommy Daddy ada dimana? "
Deggg... Rasanya perasaa Alena tidak enak setiap kali Hanna menanyakan keberadaan Daddy nya.
" Maksudmu Daddy Zayden? "
" Lusa dia akan menyusul kita dengan Kakak,kau harus sehat agar kita bisa berkumpul lagi.. " Ucapnya sambil menatap wajah putrinya.
" Zayden? Daddy? Apa mungkin Zayden dan Alena menikah? Apa mungkin anak itu anak Zayden? " Ucap Kenzo dengan lirih. Kenzo mengepalkan tangannya lalu pergi meninggalkan rumah sakit.