
" Alena kapan kau akan pulang ke Makau? "
" Besok aku akan berangkat bibi,sepertinya aku akan membawa Hanna.. "
" Mommy aku mau ikut.. " Rengek Julian.
" Sayang kau sedang ujian.. Kau bisa menyusul Mommy setelah kau selesai ujian,Mommy sudah bilang pada Daddy.. "
" Baiklah.. Hoorreeeee.. Aku akan bertemu Daddy Kenzo.. " Ucap Julian dengan riang sambil pergi ke kamarnya.
" Yuzan,kau juga ikut.. Masalah perusahaan,Xian akan mengurusnya sementara waktu.. "
" Kenzi kemana? " Tanya Alena pada Yuzan
" Dia sedang ke hotel untuk mengatur cek out nya,sebentar lagi mungkin sampai.. "
" Apa kau yakin dengan ini Alena? Maksud bibi kau akan bertemu Kenzo disana.. "
" Aku yakin bibi,kau tenang saja.. Hatiku sudah cukup tangguh sekarang,aku tidak akan mudah menangis lagi,lagipula aku sudah memaafkan apa yang terjadi bibi.. " Ucap Alena sambil tersenyum.
" Besok paman akan mengantar kalian.. "
" Tidak usah paman,biar aku saja yang mengantarkan mereka.. " Ucap Zayden yang baru datang.
" Zayden,kau baru sampai.. "
" Hmm ya,bagaimana dengan latihanmu hari ini?"
" Cukup menyenangkan.. "
" Dimana Julian? "
" Tadi dia ke kamarnya.. " Jawab Alena sambil berjalan ke kamarnya,Zayden mengikutinya dari belakang.
" Alena.. Ada hal yang ingin aku tanyakan padamu.. "
" Aku mengikuti kalian kemarin,pada intinya aku melihat Han Zhou suka denganmu.. "
" Kau mengikuti kita? Untuk apa? Zayden,kau tahu dia sahabatku bukankah sudah aku katakan padamu tentangnya.. "
" Aku melihat gerak gerik dan tatapan matanya saat denganmu.. Apa kau tidak bisa membedakannya? "
" Tatapan sepertimu saat denganku seperti ini Zayden? "
Degggg... Zayden terdiam mendengar ucapan Alena.
" Ya seperti aku,tatapanku masih penuh tentangmu,bahkan tak lepas dari pandangan dan ingatanku.. Bahkan aku masih mengingat jelas,cara kau sedang makan,duduk,menilai seseorang,bahkan ekspresi dari setiap wajahmu.. Aku orang yang paling lama denganmu Alena.. " Ucap Zayden sambil terus melangkah kearah Alena,Alena melangkah mundur sampai berhenti dekat pintu kamar Julian.
Zayden menatapnya,dia membelai helaian rambut Alena. Alena diam mencerna setiap perkataan Zayden.
" Kau ingat dulu kita sering sedekat ini,parfum yang kau pakai masih parfum kesukaanku.." Ucap Zayden sambil menatap Alena dengan senyuman bercampur sedih.
" Alena.. Setiap aku ingin merelakanmu hatiku rasanya sesak,kau tahu hatiku seolah mati,bertahun-tahun aku menutup mataku,menolak setiap hati yang mencoba mengisinya,lihat mataku Alena,kembalilah padaku Alena.. Aku akan membahagiakanmu dengan cara apapun,asal kau mencintaiku lagi aku rela berkorban untukmu.. " Sambungnya lagi.
" Jika kau benar-benar mencintaiku,lalu apa yang kau lakukan dulu padaku? Apa kau tidak berpikir sebelum melakukannya? Apa kau tahu setiap akibat yang kau lakukan? Maaf Zayden aku tidak bisa,dulu mungkin aku ingin mencobanya..tapi aku hanya bisa memaafkanmu tapi hatiku tak bisa bersamamu lagi.. "
" Kau tak bisa? Lalu bagaimana dengan perasaanmu pada Kenzo? Bukankah dia sudah berbohong padamu? Lalu apakah cintamu berkurang padanya? Kenapa kau masih mencintainya? Kenapa kau tidak bisa mencintaiku kembali ? "
" Zayden,kau tidak bisa memahami hal ini.. Aku mengerti sesaknya hatimu yang hanya bisa mengenang kenangan diantara kita,tapi kau bisa mencoba membuka hatimu kembali.. Kau tahu jawabannya Zayden,sebab hati tidak akan salah menuntun pada sejatinya cinta.. " Ucap Alena sambil pergi meninggalkan Zayden.
Zayden terdiam tak sadar meneteskan air matanya.
Alena masuk kedalam kamarnya menutup dan mengunci pintunya,Alena memejamkan matanya lalu pergi menatap langit di balkon kamarnya.
" Zayden,maafkan aku dulu aku mengira aku bisa mengubah perasaanku seiring berjalannya waktu,aku selalu ingin memberimu kesempatan memperbaiki semuanya,tapi aku tidak bisa melupakan Kenzo,aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri.. entah Kenzo masih mencintaiku atau tidak tapi perasaanku masih sama padanya.."
Zayden masuk ke kamar Julian didapatnya Julian tertidur di meja belajarnya,lalu Zayden memindahkannya.
" Julian maafkan Daddy,Daddy tidak bisa bersama Mommy lagi.. Maafkan Daddy,maafkan segala kesalahan Daddy.. Sekarang yang bisa Daddy lakukan adalah menjadi Daddy yang terbaik untukmu.. " Ucapnya sambil menyelimuti Julian dan mencium keningnya.