I Truly Love You Endlessly

I Truly Love You Endlessly
60. Terimakasih Tuhan..



" Mommy,bolehkah aku bermain papan selancar? "


" Julian kau belum boleh bermain papan selancar,mommy takut kau tenggelam.. "


" Baiklah Mommy.. "


Pagi itu Alena mengajak anak-anak nya pergi berlibur kepantai bersama Emily.


hari ini begitu cerah,Alena fokus dengan kemudinya,Julian dan Hanna terus mengoceh sepanjang jalan,Emily sibuk bercerita tentang tunangannya. Alena tersenyum dan sesekali tertawa mendengar ocehan Emily.


" Jika aku jadi kau pasti aku akan melakukan hal yang sama.. " Sahut Alena.


Sesampainya dipantai Julian dan Hanna berlari,mereka menuntun Alena untuk ikut berlari. Emily tersenyum melihat mereka.


1 jam berlalu,Alena duduk dipinggir pantai itu,memperhatikan anaknya yang sedang bermain pasir dengan Emily.


" Kenzo,lihatlah.. Mereka cepat sekali besar,jika kau ada disini kau akan lihat anak-anakmu yang cerdas,sama sepertimu.. Aku merindukanmu suamiku.. " Ucap Alena dengan lirih sambil menatap langit cerah itu.


Tiba-tiba seorang laki-laki memakai kacamata hitam dan masker memegang bahu Alena yang sedang duduk sambil memegangi topi pantainya.


" Siapa kau? "


" Kenapa kau tidak ikut bermain bersama mereka.."


Alena tidak menjawab pertanyaannya dia hanya diam tak menghiraukannya tapi Alena merasa begitu akrab dengan suara ini.


" Apakah kau merindukan seseorang? "


" Kau siapa? Kenapa kau menanyakan itu padaku?"


" Aku hanya bertanya padamu.. Aku melihatmu dari kejauhan kau hanya diam dan menatap langit itu. Apakah ada sesuatu yang kau rindukan? "


" Ya.. Aku merindukan sesuatu yang mustahil kembali,aku merindukan sesuatu yang sekarang tak bisa aku peluk bahkan tak bisa aku gapai.. Tapi mungkin nanti disana aku bisa memeluknya.." Celoteh Alena dengan datar.


" Apa itu menyakitkan? "


" Pertanyaan aneh.. Tentu itu menyakitkan,saat aku merindukannya aku hanya bisa melihat fotonya,aku hanya bisa memejamkan mataku dan mengingat setiap moment dengannya,tapi kenyataan pahitnya aku kehilangan dia untuk selamanya.. "


" Bagaimana jika terjadi keajaiban? Bagaimana kalo dia sebenarnya baik-baik saja dan bagaimana jika dia kembali padamu? "


" Kau bicara sesuatu yang mustahil? Dan siapa kau sebenarnya? Kenapa pertanyaanmu semakin aneh.. " Ucap Alena sambil menyipitkan matanya.


" Ini seandainya,kau hanya perlu menjawab.. "


" Jika sesuatu itu terjadi dan dia kembali,aku akan selalu berada disampingnya.. Sesuai janji kita dulu,aku tidak akan meninggalkannya,apapun yang terjadi aku selalu akan disampingnya.. "


" Alena.. Aku ada disini.. " Ucap laki-laki itu sambil membuka masker dan kacamatanya.


Alena tertegun dengan kata-kata itu.


Dia menatap laki-laki itu ,matanya berkaca-kaca,menatap laki-laki itu dari ujung rambut hingga ujung kakinya.


" Kenzi,jangan menirukan kakakmu lagi.. Apa kau ingin aku menjadi gila? " Ucap Alena


" Siapa yang menirukan aku? Alena aku Kenzo,suamimu.. " Ucap Kenzo sambil melepaskan kacamatanya.


" Tidak mungkin,suamiku sudah pergi.. Kau tidak mungkin Kenzo.. Sudahlah Kenzi kau tidak usah menghiburku lagi.." Air matanya menetes perlahan.


" Kau bisa lihat tanda alhir dilenganku ini,Kenzi tidak memilikinya.. Apa kau masih tidak percaya? " Sambil menunjukan.


Alena menatapnya,air matanya terus menetes. Alena melihat tanda lahir dilengan itu,memang Kenzo memiliki tanda lahir dilengannya tapi tidak dengan Kenzi.


" Apa kau tidak merindukan aku sayang? "


Alena memeluk Kenzo dengan erat,dia menangis sejadinya didalam pelukan Kenzo,Emily dan anak-anak terdiam melihat moment ini.


" Jelaskan semuanya padaku,apa yang kau lakukan selama ini? "


Lalu Kenzo membawa Alena duduk kembali dihamparan pasir itu,menceritakan kejadian itu dari awal. Alena terus meneteskan air matanya.


" Jadi kau memalsukan kematianmu agar kau bisa pergi dioperasi di New York? "


" Aku terpaksa melakukan itu,karena resikonya sangat tinggi,jika operasi gagal mungkin aku akan mati,cacat atau mungkin lupa ingatan,aku membutuhkan waktu untuk pulih.. Aku takut jika aku cacat kau tidak mau bersamaku lagi,jika aku lupa ingatan aku akan bingung setiap kali beretemu denganmu juga menyakitkan untukmu,dan jika aku mati aku tidak akan sanggup melihatmu menangis didepanku.. "


" Siapa saja yang mengetahui ini? "


" Kenzi,Zayden,Emily dan Yuzan tau hal ini.. "


" Kau jahat,kalian semua jahat kenapa harus menyembunyikan ini,kenapa meninggalkan aku? Kau tahu aku hampir gila,aku ingin mati rasanya bagaimana aku bisa hidup tanpamu.. " Ucap Alena sambil menangis dan memeluk Kenzo.


" Maafkan aku sayang,tapi lihatlah.. Sekarang aku sehat kembali,aku berterimakasih kepada Tuhan telah memberiku kesempatam untuk hidup,sekarang aku bisa melihat senyumanmu lagi dan wajah cantikmu itu.. " Ucap Kenzo sambil mengelus pipi Alena.


" Ternyata kalian ada disini.. " Ucap Kenzi


" Kau hebat,kalian benar-benar hebat.. Terutama kau Kenzi,kau aktor yang hebat.. Kenapa kalian menyembunyikan ini dariku? "


" Maaf Alena kami tak punya pilihan.. " Ucap Zayden sambil tertawa.


" Sudahlah sekarang kita pulang kerumah,dan berpesta atas kesembuhan dan kepulangan Kenzo.. " Ucap Emily.


Mereka kembali ke kediaman Kenzo dan Alena,mereka berpesta dan makan malam bersama dan berbincang.


Zayden melirik jam tangannya.


" Aku harus pulang,ini sudah larut.. " Ucap Zayden sambil memakai jaketnya.


" Ah ternyata benar,aku juga harus pulang,apa kau ingin pulang bersama? aku akan mengantarmu..kau harus istirahat dengan baik.. " Ucap Kenzi


" Aku juga sudah lelah bermain seharian dan perutnya rasanya kenyang,Yuzan aku ikut kalian dan tidur di apartemen,bolehkan? "


" Tentu saja.. "


" Kalau begitu kita pulang.. "


" Selamat malam,Alena.. Kenzo.. Terimakasih untuk pestanya.. "


" Terimakasih juga untuk kalian,sampai jumpa.. Istirahatlah dengan baik.. " Ucap Alena sambil melambaikan tangannya.


Ketika akan berbalik Kenzo menggendong Alena ala bridal style dengan tiba-tiba dan masuk kedalam kamar mereka.


" Sayang,aku sangat merindukanmu.. "


" Aku juga sangat merindukanmu.. " Ucap Alena


Kenzo membaringkan tubuh Alena,dia mencium bibir Alena dengan penuh gairah,kerinduan yang dia pendam harus terbalaskan.dia menciumi leher Alena dan terus turun dan turun.


" Kau sangat cantik sayang,aku selalu merindukanmu.. " Ucap Kenzo sambil terus menciumi Alena.Alena hanya bisa mendesah tak mampu berkata. Sampai mereka melakukan pelepasannya berkali-kali,kerinduan itu kini terbayar sudah.


Alena hanya menutupi badannya dengan selimut,begitupun dengan Kenzo.


" Lihatlah,Kenzi selalu melaporkan kegiatanmu,aku menyuruhnya untuk memerintahkan orangku mengawasimu.. "


" Kau benar-benar seeprti seorang paparazi.. " Ucap Alena sambil tertawa.


" Lihat,aku kesal ketika melihatmu pergi ke acara makan malam dengan pakaian sexy ini,rasanya aku ingin pulang dan menyeretmu pulang kerumah.. "


" Kau berlebihan ini hanya gaun biasa.. "


" Tapi bagian itu sedikit terlihat,tidak boleh ada yang melihatnya sedikitpun kecuali aku.. " Ucap Kenzo sambil berdecak.


Alena hanya tertawa melihat ekspresi kesal suaminya.


Hidupnya kembali bergairah,hari-hari yanh dilaluinya begitu lengkap sudah,tak ada kesedihan hanya ada tawa dan canda antara mereka.


Pagi itu Alena dan Kenzo menikmati udara pagi mereka dibalkon kamarnya,mereka masih mengenakan baju tidurnya


" Sayang.. Aku benar-benar mencintaimu.. sangat mencintaimu.. Terimakasih telah bersamaku.. " Ucap Kenzo sambil memeluk Alena dari belakang.


" Aku juga mencintaimu,sangat mencintaimu.. " Sahut Alena sambil berbalik dan menatap Alena,mereka berciuman dengan begitu lama lalu saling menatap dan tersenyum..


" Berjanjilah untuk tetap bersamaku.. " Ucap Kenzi sambil memeluk Alena.


" Aku berjanji.. "


πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹




-- TAMAT --


#Maafkan Author yang updatenya telat banget,dikarenakan Author terkadang sibuk dan kembali mencari inspirasi,terimakasih kepada pembaca yang setia menunggu updatenya β˜Ίβ˜ΊπŸ™πŸ™