I Truly Love You Endlessly

I Truly Love You Endlessly
46. Selamat Datang Kembali..



Kenzi kembali kerumah paman dan bibinya Alena.


" Kau baru sampai? " Tanya Yuzan.


" Baru saja.. "


" Kau mau minum apa? "


" Tumben sekali kau perhatian padaku,jangan-jangan kau suka padaku? " Goda Kenzi.


" Aku? Menyukaimu? Lupakan.. " Ucap Yuzan sambil meninggalkan Kenzi.


Zayden turun dari kamar Julian,dia melihat Kenzi tengah berbaring di sofa ruang tengah.


" Kau ada disini? "


" Ya,setiap libur aku kemari untuk bertemu anak-anak.. "


" Kenapa kau belum tidur? " Tanya Kenzi


" Aku belum mengantuk,sebaiknya kau tidur besok aku akan mengantarkan kalian ke bandara,jadwal penerbangan kalian bukankah pagi- pagi? "


" Ya.. " Ucap Kenzi sambil menutup matanya dengan lengannya.


" Kenzi.. "


" Mmmm.. "


" Ceritakan padaku tentang Kenzo dan Alena.. "


Mendengar itu Kenzi langsung terbangun dan duduk.


" Kenapa kau ingin tahu? "


" Kenapa Alena begitu mencintainya? "


Lalu Kenzi menceritakan segalanya tentang mereka,Zayden mendengarkannya dengan baik.


" Jadi itu alasan kenapa Alena begitu mencintainya? "


" Ya.. Itulah istimewanya Kenzo,sebelum ini aku juga sama,berharap bisa mengambil Alena darinya.. Tapi kau bisa lihat kekuatan cinta mereka.. "


" Tapi Alena sudah menceraikannya.. "


" Apa kau bodoh? Mana mungkin Kenzo akan merelakannya? Aku dengar setelah Alena mengirimkan surat gugatan itu,Kenzo merobeknya dan membuangnya.. "


Zayden diam mencernah setiap apa yang Kenzi ceritakan.


" Sudahlah ini sudah larut kita sebaiknya tidur.. "


Yuzan yang sedaritadi mengintip mereka terkejut memdengar Kenzo merobek surat gugatan dari Alena.


Pagi itu semua orang sudah bersiap,Yuzan sibuk dengan beberapa sepatunya.


" Yuzan apakah barangmu sudah siap? Cepat masukan kedalam bagasi mobil.. " Teriak bibinya


" Sebantar lagi,aku sedang memilih beberapa sepatu.. " Sambil menimbang- nimbang sepatu yang berada ditangan kanan dan kirinya.


Tok.. Tok.. Tok..


" Bolehkah aku masuk? "


" Masuklah.. " Tanpa sadar mengucapkan.


" Ahh kenapa suara laki-laki.. " Gumam Yuzan.


" Kau sedang apa? " Tanya Kenzi


" Seperti yang kau lihat.. " Ucap Yuzan dengan sinis.


Lalu Kenzi membawa kopernya,Yuzan hanya diam melihat reaksi Kenzi.


Diperjalanan hanya ada keributan antara Yuzan dan Kenzi,Zayden diam tanpa kata hanya menyetir dan memperhatikan jalan. Sesekali dia mengajak Hanna berbicara. Alena juga hanya diam,masih canggung dengan kejadian semalam.


Sesampainya di bandara Zayden membawakan koper Alena.


" Biar aku saja.. "


" Ini berat,biar aku saja yang membawanya kau gendong Hanna saja.. "


" Terimakasih.. "


Lalu mereka berjalan bersama..


" Alena,maafkan atas perkataanku semalam.. "


" Tak apa Zayden aku mengerti,sebaliknya aku juga minta maaf.. " Ucapnya sambil tersenyum.


" Sekarang masuklah.. "


" Hmm kau dan Julian segeralah menyusul kami setelah dia selesai ujian.. "


" Baiklah tunggu kita disana.. " Ucap Zayden sambil tersenyum.


Semuanya melambaikan tangannya pada Zayden,Zayden membalasnya lagi.


Didalam pesawat Alena hanya sibuk dengan Hanna,sampai akhirnya Hanna tertidur.


" Kenapa perasaanku gugup sekali kali ini.. " Sambil menghela nafasnya.


Sesampainya di Makau mereka disambut oleh Emily dan beberapa karyawan Alena.


" Selamat datang kembali Alena.. " Ucap Emily sambil memeluknya.


" Apakah Han Zhou tidak pulang bersama kalian?"


" Tidak Emily dia bilang padaku dia pulang sore ini lagipula dia memakai zet pribadinya.. " Ucap Alena. Emily hanya mengangguk.


" Masukan koper kalian ke bagasi mobilku.. "


" Kenzi bisakah kau mengambil alih untuk menyertir? " Pinta Emily dengan senyuman lebar.


" Aku lelah sekali kenapa harus aku.. "


Lalu Yuzan menginjak kaki Kenzi. Kenzi menoleh pada Yuzan dengan kesal.


" Baiklah.. Baiklah,kau harus membayar karena menyuruh bintang besar sepertiku untuk menyetir.."


Yuzan hanya membulatkan matanya.


Didalam mobil para wanita sibuk bergosip,Kenzi hanya fokus dengan kemudinya.


" Kenzi pergi ke apartemenku saja.. " Pinta Alena.


" Baiklah.. Tapi nanti siapa yang akan mengantarkanku ke apartemenku,kalian tentu tidak akan membiarkan bintang besar sepertiku pulang dengan taxi bukan? " Ucapnya dengan percaya diri.


Alena dan Emily tertawa mendengarnya,Yuzan hanya berdecak mendengarnya.


" Akhirnya aku tau bagaimana bisa menjadi seorang bintang besar ? Kepercayaan dirimu sangatlah besar.. " Ledek Yuzan.


" Heyyy aku ini tampan,bakatku? Jangan ditanya lagi,kita lihat kau akan suka padaku.. "


" Apa? Suka padamu? Kau hanya pria yang suka menebar pesona kemana-mana.. " Balas Yuzan


Alena dan Emily hanya tertawa dengan ocehan mereka.