I Truly Love You Endlessly

I Truly Love You Endlessly
37. Kelahiran..



Beberapa bulan sudah berlalu,selama itu Zayden mengantarkan Alena memeriksakan kandungannya,dia rutin mengajak Julian berlibur ketika hari liburnya. Tak jarang Zayden,Alena,Julian juga Yuzan pergi berlibur bersama.


" Daddy,minggu ini aku ingin pergi liburan lagi.. " Pintanya pada Zayden


" Ok.. Kau mau pergi berlibur kemana? " Sambil mengelus rambut Julian.


" Aku ingin ke Dong hu park.. "


" Baiklah,minggu depan kita kesana.. "


" Hore... Aku akan ke Dong hu.. " Ucap Julian dengan riang.


" Julian kau akan ke Dong hu park minggu depan?" Tanya Alena sambil menghampiri mereka.


" Iya Mommy,aku ingin kesana.. Bolehkan? "


" Tentu saja boleh,tapi Mommy tidak bisa ikut kali ini.. "


" Kenapa? " Tanya Kenzo


" Kandungan Mommy sudah besar Julian,dia tidak bisa ikut kita.. " Jawab Zayden.


" Apa adik bayiku akan lahir? "


" Tentu saja.. "


" Kapan lahirnya? "


" Mungkin sebentar lagi.. " Jawab Alena sambil tertawa lebar.


" Apakah dia akan lucu seperti adik bayi temanku Daddy? "


" Tentu sayang,dia akan lebih lucu.. "


Mereka berbincang dan bercanda layaknya keluarga kecil.


" Kau lihat suamiku,Alena sepertinya mulai terbuka kembali dengan Zayden.. "


" Aku rasa Zayden tidak terlalu buruk,bukankah dia memang cinta pertamanya Alena.. Mungkin saja mereka akan kembali.. "


" Aku harap seperti itu.. " Ucap bibinya sambil menonton tv.


" Suamiku lihat ini,bukankah itu Kenzo? Dia menghadiri pembukaan perusahaan Han dengan model cantik Laura wang,apa dia sudah melupakan Alena,sebentar lagi anaknya bahkan akan lahir.. "


" Kau jangan terlalu percaya gosip seperti ini istriku,aku dengar dari Yuzan bahwa Kenzo mencari Alena mati-matian,tapi Alena tidak membiarkannya menemukannya.. "


" Ayah,Ibu dimana Alena dan Julian? "


" Mereka ada di teras depan,tadi Zayden datang.. Kau mau menyusul mereka? Sebaiknya jangan.."


" Kenapa? "


" Lihatlah mereka seperti keluarga kecil yang bahagia.. "


Yuzan hanya memperhatikan mereka dan tersenyum,dalam benaknya hanya berharap Alena bisa bahagia meskipun harus kembali dengan Zayden.


" Ahh perutku.. Ini sakit.. Apa ini kontraksi,rasanya sakit.. " Ucap Alena sambil memegang perutnya.


" Alena apa ini sakit,aku harus bagaimana? " Ucap Zayden sambil memegang perut Alena.


" Tolong panggil Yuzan antar aku kerumah sakit sepertinya aku akan melahirkan.. " Ucap Alena sambil menahan rasa sakitnya.


Zayden berlari memanggil Yuzan dan menyiapkan mobilnya.


Mereka pergi menuju rumah sakit,wajah Zayden begitu hawatir melihat keadaan Alena yang kesakitan merasakan kontraksi.


" Yuzan,boleh aku masuk.. " Tanya nya pada Yuzan. Yuzan menatap Zayden dan mengangguk.


Alena hanya diam menahan rasa sakitnya.


" Kau mau apa,jangan mendekat.. " Ucapnya sambil menahan sakitnya,keningnya berkeringat seluruh badannya berkeringat menahan peluh sakitnya.


" Aku mau menemanimu.. "


" Zayden pergilah kau itu bukan suamiku.. "


" Hanya sebentar Alena saat bayinya akan keluar aku akan keluar dari ruangan ini.. "


Alena hanya diam tak berbicara apapun.


" Apa ini sakit.. "


" Sangat sakit.. " Ucap Alena.


Zayden mengelus perut Alena.


" Kau mau apa,diamlah jangan macam-macam.."


" Aku hanya membuatnya tenang,itu saja.. "


" Sayang,Daddy ada disini.. Daddy menunggu kelahiranmu.. " Ucapnya sambil tersenyum menatap Alena. Alena tertegun mendengar ucapan Zayden.


" Apa dulu saat kau melahirkan Julian sama seperti ini? apa sakitnya melebihi ini? maafkan aku Alena.. " Ucapnya sambil memegang tangan Alena dan tertunduk.


" Sakitnya semakin hebat,sepertinya akan lahir kau pergi sekarang.. " Ucap Alena.


Zayden keluar dan menunggu proses persalinan Alena.


" Ah kenapa lama sekali.. " Ucap Yuzan


Zayden hanya bisa duduk dikursi tunggu dan berdo'a untuk keselamatan Alena dan bayinya.


Setelah 40 menit kemudian terdengar suara tangisan bayi.


Dokter keluar memanggil keluarganya.


" Ibu dan bayinya selamat,selamat Tuan Zayden anak anda Perempuan.. "


Mendengar itu paman,bibi dan Yuzan tertegun.


" Apa dokter itu tidak salah,Zayden itu bukan suaminya.. " Ucap Yuzan sambil mengerutkan dahinya.


" Itu tak penting sekarang,yang terpenting mereka selamat.. " Sahut pamannya.


Lalu mereka masuk keruangan itu.


" Tuhan,terimakasih cucuku lahir dengan selamat.." Ucap paman dan bibinya.


" Ya ampun Alena,bayimu sangat cantik,tapi hidungnya mirip Kenzo.. " Ucap Yuzan dengan polos.


Seluruh mata memandang Yuzan.


" Ah maaf aku tidak bermaksud seperti itu.. "


" Tak apa Yuzan,memang itu anak Kenzo.. " Ucap Alena sambil tersenyum.


" Lalu siapa nama bayi cantik ini? " Tanya Yuzan.


" Hanna.. "


" Tepatnya Hanna Yong.. Dia ikut margaku.. " Sambung Alena lagi.


Zayden menggendong bayi itu,senyuman kebahagiaan terpancar dari wajahnya.