
Beberapa bulan sudah berlalu,selama itu Zayden mengantarkan Alena memeriksakan kandungannya,dia rutin mengajak Julian berlibur ketika hari liburnya. Tak jarang Zayden,Alena,Julian juga Yuzan pergi berlibur bersama.
" Daddy,minggu ini aku ingin pergi liburan lagi.. " Pintanya pada Zayden
" Ok.. Kau mau pergi berlibur kemana? " Sambil mengelus rambut Julian.
" Aku ingin ke Dong hu park.. "
" Baiklah,minggu depan kita kesana.. "
" Hore... Aku akan ke Dong hu.. " Ucap Julian dengan riang.
" Julian kau akan ke Dong hu park minggu depan?" Tanya Alena sambil menghampiri mereka.
" Iya Mommy,aku ingin kesana.. Bolehkan? "
" Tentu saja boleh,tapi Mommy tidak bisa ikut kali ini.. "
" Kenapa? " Tanya Kenzo
" Kandungan Mommy sudah besar Julian,dia tidak bisa ikut kita.. " Jawab Zayden.
" Apa adik bayiku akan lahir? "
" Tentu saja.. "
" Kapan lahirnya? "
" Mungkin sebentar lagi.. " Jawab Alena sambil tertawa lebar.
" Apakah dia akan lucu seperti adik bayi temanku Daddy? "
" Tentu sayang,dia akan lebih lucu.. "
Mereka berbincang dan bercanda layaknya keluarga kecil.
" Kau lihat suamiku,Alena sepertinya mulai terbuka kembali dengan Zayden.. "
" Aku rasa Zayden tidak terlalu buruk,bukankah dia memang cinta pertamanya Alena.. Mungkin saja mereka akan kembali.. "
" Aku harap seperti itu.. " Ucap bibinya sambil menonton tv.
" Suamiku lihat ini,bukankah itu Kenzo? Dia menghadiri pembukaan perusahaan Han dengan model cantik Laura wang,apa dia sudah melupakan Alena,sebentar lagi anaknya bahkan akan lahir.. "
" Kau jangan terlalu percaya gosip seperti ini istriku,aku dengar dari Yuzan bahwa Kenzo mencari Alena mati-matian,tapi Alena tidak membiarkannya menemukannya.. "
" Ayah,Ibu dimana Alena dan Julian? "
" Mereka ada di teras depan,tadi Zayden datang.. Kau mau menyusul mereka? Sebaiknya jangan.."
" Kenapa? "
" Lihatlah mereka seperti keluarga kecil yang bahagia.. "
Yuzan hanya memperhatikan mereka dan tersenyum,dalam benaknya hanya berharap Alena bisa bahagia meskipun harus kembali dengan Zayden.
" Ahh perutku.. Ini sakit.. Apa ini kontraksi,rasanya sakit.. " Ucap Alena sambil memegang perutnya.
" Alena apa ini sakit,aku harus bagaimana? " Ucap Zayden sambil memegang perut Alena.
" Tolong panggil Yuzan antar aku kerumah sakit sepertinya aku akan melahirkan.. " Ucap Alena sambil menahan rasa sakitnya.
Zayden berlari memanggil Yuzan dan menyiapkan mobilnya.
Mereka pergi menuju rumah sakit,wajah Zayden begitu hawatir melihat keadaan Alena yang kesakitan merasakan kontraksi.
" Yuzan,boleh aku masuk.. " Tanya nya pada Yuzan. Yuzan menatap Zayden dan mengangguk.
Alena hanya diam menahan rasa sakitnya.
" Kau mau apa,jangan mendekat.. " Ucapnya sambil menahan sakitnya,keningnya berkeringat seluruh badannya berkeringat menahan peluh sakitnya.
" Aku mau menemanimu.. "
" Zayden pergilah kau itu bukan suamiku.. "
" Hanya sebentar Alena saat bayinya akan keluar aku akan keluar dari ruangan ini.. "
Alena hanya diam tak berbicara apapun.
" Apa ini sakit.. "
" Sangat sakit.. " Ucap Alena.
Zayden mengelus perut Alena.
" Kau mau apa,diamlah jangan macam-macam.."
" Aku hanya membuatnya tenang,itu saja.. "
" Sayang,Daddy ada disini.. Daddy menunggu kelahiranmu.. " Ucapnya sambil tersenyum menatap Alena. Alena tertegun mendengar ucapan Zayden.
" Apa dulu saat kau melahirkan Julian sama seperti ini? apa sakitnya melebihi ini? maafkan aku Alena.. " Ucapnya sambil memegang tangan Alena dan tertunduk.
" Sakitnya semakin hebat,sepertinya akan lahir kau pergi sekarang.. " Ucap Alena.
Zayden keluar dan menunggu proses persalinan Alena.
" Ah kenapa lama sekali.. " Ucap Yuzan
Zayden hanya bisa duduk dikursi tunggu dan berdo'a untuk keselamatan Alena dan bayinya.
Setelah 40 menit kemudian terdengar suara tangisan bayi.
Dokter keluar memanggil keluarganya.
" Ibu dan bayinya selamat,selamat Tuan Zayden anak anda Perempuan.. "
Mendengar itu paman,bibi dan Yuzan tertegun.
" Apa dokter itu tidak salah,Zayden itu bukan suaminya.. " Ucap Yuzan sambil mengerutkan dahinya.
" Itu tak penting sekarang,yang terpenting mereka selamat.. " Sahut pamannya.
Lalu mereka masuk keruangan itu.
" Tuhan,terimakasih cucuku lahir dengan selamat.." Ucap paman dan bibinya.
" Ya ampun Alena,bayimu sangat cantik,tapi hidungnya mirip Kenzo.. " Ucap Yuzan dengan polos.
Seluruh mata memandang Yuzan.
" Ah maaf aku tidak bermaksud seperti itu.. "
" Tak apa Yuzan,memang itu anak Kenzo.. " Ucap Alena sambil tersenyum.
" Lalu siapa nama bayi cantik ini? " Tanya Yuzan.
" Hanna.. "
" Tepatnya Hanna Yong.. Dia ikut margaku.. " Sambung Alena lagi.
Zayden menggendong bayi itu,senyuman kebahagiaan terpancar dari wajahnya.