I Truly Love You Endlessly

I Truly Love You Endlessly
20. Kenapa sangat mirip?



" Baiklah Tuan Kenzo.. Aku sudah selesai dengan pekerjaanku,kau bisa berhenti menatapku.. " Sambil melangkah menuju Kenzo


" Kau tau Alena,aku suka ketika kau terlihat serius.. Kau sangat cantik.. " Sambil mencium bibir Alena


" Ayo kita pulang sekarang,Julian pasti menunggu kita.."


" Tapi sebelum pulang aku akan membeli mainan untuk Julian,aku sudah janji padanya.. " Sambung Alena.


" Kapan kau bilang padanya? Kenapa aku tidak tahu? "


" Malam kemarin saat kau bertemu client,dia bangun dan meminta tidur denganmu tapi saat itu kau belum pulang,jadi aku menenangkannya dengan berjanji membelikannya mainan.. "


" Kenapa kau tidak menelponku? "


" Aku takut mengganggumu sayang.. " Kata Alena sambil menatap Kenzo


" Maafkan aku.. Alena,maafkan Daddy.. Julian.. " Gumamnya dalam hati


Sesampainya ditoko mainan Alena masuk mengambil beberapa mainan dan memasukannya ke keranjang belanja,dia menatap boneka yang disusun diujung rak.. Dia terus menatap mengingat Mommy dan Daddy nya yang sudah tiada.


Tanpa sadar Alena meneteskan air matanya mengingat semua kenangan indah mereka semasa kecil.


" Alena.. " Kenzo memegang pundak Alena,membuat Alena terbangun dari lamunannya dan mengusap air matanya.


" Ahh iya.. Maaf apa aku terlalu lama? "


" Tidak.. Aku perhatikan kau terdiam saat melihat boneka ini,kau ingat Mommy dan Daddy? "


" Mmm.. Aku sangat merindukan mereka Kenzo,seandainya mereka ada disini bersamaku,mereka pasti senang melihat Julian sudah tumbuh besar.. "


" Ahhh Ayo kita bayar dan pulang.. " Sambungnya Alena lagi.


" Kau mau boneka ini? Kenapa tidak beli saja, supaya kau bisa memeluknya kapanpun saat kau rindu Mommy dan Daddy.. "


" Aku rasa aku tidak memerlukan itu,jika aku rindu mereka aku bisa memelukmu,pelukanmu selalu membuat aku tenang Kenzo.. " Jawabnya nada lirih dan tersenyum.


Kenzo menatap Alena dan tersenyum.


Selesai membayar mereka pulang kerumah,disambut dengan Julian yang berada didepan pintu dengan bibi Qin.


" Mommy.... Daddy... " Sambil berlari memeluk mereka.


" Sayang.. Sedang apa didepan pintu seperti ini?" Kata Kenzo sambil menggendong Julian


" Ini..mainan yang kau mau sayang.. maaf Mommy dan Daddy telat sebentar.." Sambil mencium pipi Julian..


" Terimakasih Mommy.. Daddy.. "


Disisi lain sedaritadi Zayden memperhatikan mereka dari dalam mobilnya,saat Alena keluar dari kantornya Zayden mengikuti mereka.


" Rain.. Kau lihat anaknya itu? Harusnya Alena itu istriku dan anak itu anakku.. "


" Zayden sudahlah kita pulang ke hotel sekarang,apa kau tidak lelah sampai disini langsung mencari Alena.. " Gerutu Abigail


" Tapi Abi.. Apa kau tidak lihat anak kecil itu sangat mirip dengan Zayden? " Kata Rain Sambil mengerutkan alisnya


" Kau itu bicara apa bagaimana mungkin,itukan anak Kenzo,bicaramu tidak masuk akal sekali.. Ayo kita ke hotel,aku lapar,lagipula ada beberapa berkas yang belum kita lengkapi.. "


Lalu mereka pulang ke hotel,dalam perjalanan Rain dan Zayden memikirkan hal yang sama tentang Julian,mengapa wajahnya mirip sekali dengan Zayden.


" Zayden.. Kau punya pikiran yang sama denganku bukan ? " Sambil melirik Zayden yang tengah berpikir.


" Mmmm aku memikirkan anak itu... Rain,bisakah kau menyelidiki tentang anak itu ?! "


" Ok.. Aku akan menyelidikinya secepatnya.. " .


Alena tengah memperhatikan Kenzo yang sedang bermain dengan Julian sepulangnya tadi,tiba tiba telpon Kenzo berdering..Kenzo menatap mengerutkan alisnya dan mematikan telponnya.


" Sayang,kenapa kau mematikan telponnya? "


" Aku tidak mau ada sesuatu yang menggangguku saat bermain dengan Julian.. "


" Bagaimana kalau itu penting? Apa itu client mu? Kau boleh mengangkatnya lebih dahulu sayang.. "


" Tak apa sayang,lagipula ini tidak penting sepertinya.."


" Sejak kapan kau punya client yang tidak penting?" Tanya Alena sambil menatap Kenzo dan mengerutkan alisnya


" Kenapa kau bertanya seperti itu? "


" Aku hanya ingin tahu,kenapa akhir akhir ini kau sering mematikan telponnya.. "


" Sudah jangan bahas itu lagi,sekarang aku kelaparan.. Ayo kita makan.. "


Kata Kenzo sambil berjalan dan merangkul Alena menuju meja makan.