
Betric hanya berpamitan dengan semua crew dan Alena,dia pergi meninggalkan semua orang diruangan itu dengan wajah yang muram dan matanya berkaca-kaca,Kenzo yang menyadari itu memperhatikan raut wajah Betric dengan sekilas.dia tahu wanita dicintainya dulu memang selalu seperti itu disaat sedang sedih,jika dulu Kenzo selalu menemaninya kemanapun ketika bersedih,kini berbeda dengan situasinya.
Semua orang menikmati acara makannya,semua bersenang-senang,tak terkecuali Alena,dia tampak senang dari biasanya melihat tingkah konyol karyawan-karyawan dan para crew.
" Sayang,aku keluar sebentar mencari udara segar,kau teruskan saja dulu.. "
" Baiklah,tapi segera kembali.. "
" Tentu.. " Kenzo mencium pipi Alena.
Saat Kenzo keluar dari gedung itu dilihatnya mobil Betric masih terparkir didepan danau samping gedung itu.
" Betric apa yang kau harapkan? Kau masih berharap dia peduli padamu setelah semuanya terjadi? Dia sudah menikah dan melupakanmu,kenapa kau bodoh masih menaruh harapan padanya ?! " Teriaknya sambil menangis didalam mobilnya. Kenzo melihat itu semua,hatinya sedikit tergugah,dia memperhatikan Betric dari jauh. Betric mengambil handphonenya lalu menelpon seseorang.
" Apa sekarang kau puas menghancurkan harapanku,jika saja dulu kau tidak membuat isue apapun tentang aku dan Michael semua tidak akan seperti ini..!! " Teriaknya sambil menangis lalu membantingkan handphonenya.dia tertunduk dibelakang setirnya.
Melihatnya itu Kenzo menghampirinya dia mengetuk jendela mobil Betric yang setengah terbuka.Betric terbangun dan melihat kearah jendela,betapa senangnya dia melihat Kenzo datang menghampirinya,dia keluar dari mobil itu dan memeluk Kenzo.
Kenzo hanya bisa terdiam mendengar tangisan wanita yang dulu dicintainya,tangannya enggan memeluk kembali dia hanya diam tanpa kata.
" Kenapa Kenzo,kenapa semua harus seperti ini? Apa yang harus aku lakukan agar kau kembali disisiku,kau sudah berjanji untuk selalu disisiku,kau sudah berjanji kita akan selalu bersama selamanya,kenapa kau tinggalkan aku sendirian.. Kenapa.... ?! " Sambil terus menangis memeluk Kenzo.
" Betric.. Kau tidak bisa seperti ini,aku sudah menikah,kau bisa mencari seseorang yang lebih dariku dan kau pasti bisa bahagia.. "
" Bagaimana bisa aku bahagia,sedangkan kebahagiaanku ada padamu Kenzo,salahku memang meninggalkanmu dan tak ada saat kau membutuhkan aku.. Aku memang egois Kenzo,tapi aku tetap setia dengan perasaanku.. "
" Semua sudah terlambat Betric,maafkan aku.."
Lalu melepaskan pelukan Betric dan masuk kedalam gedung itu.
Betric pergi melajukan mobilnya sambil menangis. Kenzo melangkah dengan perasaan sakitnya,dalam pikirnya selalu terbayang kenangan bersama Betric,kenangan yang dia lalui,hari-hari dengan Betric begitu indah. Dia duduk kembali tak banyak bicara.
" Sayang,kau kenapa? Apa kau baik-baik saja? " Tanya Alena.
" Aku baik-baik saja,kau darimana? "
" Aku dari toilet,ayo kita pulang ini sudah larut.. "
" Baiklah kita pulang.. "
" Semuanya... Kami pulang duluan,aku kelelahan sepertinya.. " Kata Alena pada semua orang.
" Ok hati hati Mrs. Alena.. " Sahut orang-orang disana.
Diperjalanan Kenzo hanya terdiam,begitu juga dengan Alena yang tak bertanya apapun,dia hanya diam memperhatikan jalanan yang dilalui.
Sesampainya dirumah Alena hanya diam,masuk kekamarnya,mandi dan pergi tidur,dia melihat Kenzo tetap diam tak berkata sepatah kata pun.