I Truly Love You Endlessly

I Truly Love You Endlessly
22. Banyak pertanyaan dalam pikirannya



" Sayang hari ini aku akan sibuk dikantor,kau tahukan lusa peluncuran model design terbaruku,maaf kalau nanti aku tidak menemanimu makan siang,kau bisa datang ke kantorku seperti biasa.. !? " Sambil menatap Kenzo.


Kenzo tidak meresponnya,dia menyetir dengan fokus dan memikirkan apa yang dikatakan Lucy malam kemarin.


" Kenzo.. Kenzo.... " Teriak Alena


" Ahhh.. Iya sayang maaf aku terlalu fokus menyetir.. "


" Apa yang kau pikirkan ? " Sambil terus menatap wajah Kenzo.


" Aku ? Tidak ada.. "


" Apa kau baik-baik saja? " sambil mengernyitkan dahinya. Tapi Kenzo masih tetap tidak merespon pertanyaannya itu membuat Alena sedikit kesal.


" Sayang aku turun disini saja.. !? " Ucapnya sambil membuka sabuk pengamannya.


" Sayang.. Maaf.. Maafkan aku jangan turun disini kau mau kemana? " Sambil menahan Alena


" Pikiranmu dan hatimu tidak ada disini Kenzo.. Kau pikir aku tidak tahu? Buka kuncinya !! Aku naik taxi saja.. " Ucapnya sambil tersenyum kesal.


" Maaf sayang,aku hanya memikirkan beberapa saingan perusahaan untuk mendapatkan tender sore ini,hanya itu saja.. " Sambil memegangi pipi Alena.


" Pemikiranmu bukan pada itu juga Kenzo,aku tahu betul bukan pada itu.. " Gumamnya dalam hati.


" Sejak kapan kau takut bersaing,ini hanya alasanmu saja bukan? " Tanpa sadar matamya berkaca-kaca.


" Sayang.. Jangan menangis,maafkan aku maaf.. " Sambil menatap Alena.


Alena tidak merespon sedikitpun Alena melepaskan tangan Kenzo,lalu dia hanya diam dengan tatapan lurus kedepan tanpa sepatah kata pun.Kenzo kembali melajukan mobilnya,mencoba membujuk Alena,tapi Alena tidak meresponnya sama sekali,sampai tiba dikantor Alena. Ini pertama kalinya Alena bersikap seperti ini.


" Sayang dengarkan aku,maafkan aku.. Apa kau curiga padaku sekarang..." Goda Kenzo


" Aku mau turun.. !! "


" Kau masih marah? Aku tidak akan membiarkanmu turun dalam keadaan marah, Sayang.. Lihat aku,dalam hidupku kamu adalah wanita terbaik yang aku miliki,percayalah.. "


" Baiklah,aku percaya.. Aku sudah telat,Emily sudah menungguku.. " Sambil turun dari mobil Kenzo.


" Baiklah kalau begitu hati hati sayang,jangan terlalu lelah.. !! "


" Baik aku mengerti.. " Sambil tersenyum dengan terpaksa dan berjalan meninggalkan Kenzo dan masuk ke kantornya.


" Maafkan aku sayang,aku berbohong lagi.. Tapi percayalah aku hanya mencintaimu saja.. " Sambil melajukan kembali mobilnya.


Sesampainya dikantor Dori memberikan beberapa berkas yang berisi daftar perusahaan yang akan ikut berebut tender ini.


Baru beberapa detik membacanya,mata Kenzo membelalak melihat Jian Company ada dalam daftar perusahaannya,pemikirannya kini terbagi.. Antara tender,Alena,Zayden dan Betric.


" Jian Company? Bagaimana mungkin ini Dori? Jian Company dari Tianjin? "


" Iya Tuan,Jian Company yang dipimpin oleh Tuan Zayden Jian,kabarnya mereka sudah sampai dari hari kemarin dan mereka menyewa Hotel Victory untuk beberapa pekan.. "


" Beberapa pekan? Bukankan perundingan penyerahan tender ini hanya 3 hari saja,untuk apa dia berlama-lama disini? "


" Ok.. Kau boleh pergi keruanganmu sekarang..!?".


" Baik Tuan.. "


Kring.. Kring....


Telpon ruangannya berbunyi.


" Tuan Kenzo,disini ada tamu mencarimu,seorang pria.. "


" Siapa? "


" Katanya dia adalah temanmu.. "


" Biarkan dia masuk.. !! "


Tok..Tok..Tok..


" Masuk.. "


Pintu terbuka,alangkah kagetnya Kenzo melihat Zayden datang menemuinya. Dia terus menatap dengan tatapan tidak sukanya.


" Ada keperluan apa Tuan Zayden menemuiku? "


" Apa aku tidak dipersilahkan duduk? " Sambil menyeringai.


" Duduklah.. " Jawabnya dengan ketus


" Apa kau punya waktu begitu luang,bukankah sore ini kita ada meeting untuk tender ini.. "


" Langsung saja pada intinya,Kenzo aku meminta ijin padamu untuk menemui Alena.. "


" Kau meminta ijin padaku ?"


" Aku sadar,kalau sekarang kau suaminya.. Aku hanya ingin menyelesaikan masalahku dengannya,tak lebih.. "


" Siapa yang tau niatanmu lebih dari itu.. " Kata Kenzo sambil menyipitkan matanya.


" Tenang saja Tuan Kenzo,aku tau batasannya.. Kecuali kalau Alena mau kembali lagi padaku.. " Sambil tertawa


" Beraninya kau.. !! " Teriak Kenzo


" Heyy.. Santai sedikit,aku hanya bercanda.. Aku kemari hanya untuk itu saja,baiklah aku permisi.." Sambil berdiri dan melangkah.. Kenzo tidak merespon dia hanya berdiam diri dengan kegelisahan dan kecemburuan diwajahnya.


Tiba tiba Zayden menghentikan langkahnya.


" Kenzo.. Anakmu Julian sungguh anak yang pandai juga tampan,sampai bertemu di meeting tender sore nanti.. " Sambil tersenyum dan membalikan badannya kembali melangkah.


Kenzo hanya terdiam,dalam pikirannya banyak pertanyaan yang muncul.