
" Lama tak jumpa Kenzo. Apakabarmu? "
" Aku baik Jerry,Leya.. "
" Maaf Alena dan Julian merepotkanmu.. "
"Kenzo, Alena adikku dan Julian keponakanku mereka bukan orang lain.. " Kata Jerry sambil tertawa.
" Kenapa kau mendadak sekali kesini? Kenapa tidak memberitahuku.. ? "
" Aku ingin memberi kejutan pada Alena.. " Jawabnya dengan senyum dan melirik Alena
" Itu memang kebiasaannya.. " Jawab Alena sambil meminum Teh nya.
" Kenzo,kau suka balapan? "
" Kau tau dari siapa? Tidak itu hanya kegiatanku saat waktu senggang saja. Sebenarnya itu hobbyku juga.. "
" Julian yang bilang,dia bilang paman kau tau tidak Daddy adalah pembalap terbaik,dia bilang Daddy nya selalu membawanya ke arena moto GP.."
" Mmmm dan aku tidak suka dia berada di arena balapan.. " Sambung Alena
" Ya begitulah Alena tidak suka dengan hobby ku yang satu itu.. "
" Karna aku hawatir. Jika terjadi sesuatu padamu nanti aku akan mencari Daddy baru untuk Julian " Sambil tertawa kecil
" Coba saja kalau kau berani.. " Sambil tersenyum..
Dalam hati Kenzo,Alena yang terbaik.Dia wanita tangguh dan cerdas.. Tak mudah mendapatkannya,butuh waktu lama membuat Alena jatuh cinta padanya.. Baginya Alena adalah separuh dari jiwanya,dia begitu berhati hati menjaga Alena,bahkan tak jarang Kenzo menyuruh orangnya mengawasi Alena,karena dia tak ingin kehilangan Alena dan putranya itu.
Semua orang berkumpul ditaman belakang,Alena berbincang dengan Leya,Juliam bermain bola dengan Yaoyi dan Kenzo terus berbincang-bincang dengan Jerry seputar pekerjaannya,saat mereka tengah asik membahas ini dan itu 1 notifikasi pemberitaan muncul di handphonenya.
Kenzo melihatnya lalu mengernyitkan alisnya,karena berita itu tentang seorang model ternama yaitu Betric Patricia Cheng,yanh dikabarkan akan segera pulang ke Makau setelah 6 tahun dia meniti karirnya di Amerika,Kenzo membuka berita itu dia membacanya dia terus mengscroll handphonenya,sejenak dia terdiam melihat foto Betric,dalam benaknya penampilannya sekarang sudah berubah,tidak sepolos saat dulu saat bersamanya,bahkan sekarang penampilan model ternama itu lebih glamour.
Menjelang malam semua orang beristirahat dikamarnya. Julian pun sudah tidur nyenyak, Alena membawa laptopnya dan pergi kedapur untuk mengambil teh hangat. Dia duduk ditaman belakang menikmati teh nya sambil membuka laptopnya. Alena melamun,dia terpikir akan Zayden.
" Kapan Zayden akan kemari,sekarang ada Kenzo,aku belum bilang padanya Zayden akan kesini,aku takut Kenzo marah. Meskipun terlihat tenang dia itu pencemburu sekali.. " Gumamnya sambil meminum teh nya kembali.
Tanpa Alena tau sedari Kenzo ada di belakangnya.
" Kau melamunkan apa sayang? "
" Sayang.. Kau membuatku kaget. Aku sedang memikirkan mencari model pengganti,Emily memberitahu model utama mengalami kecelakaan dan aku harus segera mencari penggantinya..kau tidak keberatan kalau 4 hari lagi kita pulang ke Makau ? "
Sambil mendonggakan kepalanya pada Kenzo.
" Tidak apa apa sayang,tapi kau jangan terlalu keras dalam pekerjaanmu. Aku Kenzo Marvelo suamimu kau punya aku,kau tenang saja. Kau bisa berhenti mengurus perusahaanmu kalau kau mau.. " Sambil mencium kening Alena.
" Kau sombong sekali Tuan Kenzo Marvelo.. " Sambil tertawa..
Kenzo sedikit kecewa dengan yang dikatakan Alena,jelas dia dengar tentang Zayden,tapi mengapa dia tak bicara jujur. Sedangkan Kenzo tau apa saja yang Alena lakukan,bahkan beberapa foto dikirim oleh orangnya yang menunjukan Alena yang sedang bersama Zara,Zayden,Abigail dan Rain. Kenzo berpikir mungkin Alena perlu waktu untuk mengatakannya. dan Kenzo tak mau ambil pusing soal itu meskipun dengan jelas Kenzo sangat cemburu dan curiga.
" Kau mau kopi atau teh? Aku akan buatkan untukmu.. "
" Aku mau Kopi saja.. " Sambil duduk disamping Alena.
" Baiklah tunggu sebentar.. " Alena pergi kedapur.
Tiba tiba sebuah email masuk,Kenzo membuka email itu dan Kenzo kaget membaca email itu
" Sayangku Alena,aku akan kerumah besok untuk menjelaskan masalah kita 4 tahun lalu,kuharap kau mau mendengarkan aku,dan mau memaafkan aku...
Kekasihmu 4 tahun lalu.. Zayden.. "
Kenzo sungguh marah membaca email itu,dia mengepalkan tangannya,wajahnya padam karena amarahnya.