
Pagi yang begitu cerah,Julian sedang bermain dengan Kenzi,Yuzan dan juga Hanna. Paman dan bibinya sedang berbincang sambil memetik beberapa bunga untuk dijadikan hiasan.
" Yuzan,apa kau mau ikut denganku hari ini ? "
" Kau mau kemana Alena?" Tanya bibinya sambil menyusun bunga di meja.
" Ahh bibi aku lupa,aku akan berlatih tenis lapangan hari ini,ingat saat makan malam saat aku,Yuzan dan Zayden membahas tentang Han Company? Hari ini aku akan berlatih dengan dia.."
Mendengar itu Paman dan Bibinya saling berpandangan dan tersenyum.
" Paman,Bibi kenapa kalian tersenyum seperti itu? Ayolahh dia itu hanya temanku,tepatnya sahabatku dulu saat aku masih bersekolah.. "
" Baiklah.. Baiklah.. Bibi mengijinkan,tapi jangan lupa untuk membawa Yuzan bersamamu,dan ingat jangan terlalu lama.. "
" Apa Kenzi akan ikut juga? " Tanya pamannya.
" Aku belum tahu dia akan ikut atau tidak.. " Kata Alena sambil membulatkan matanya.
Kenzi menghampirinya dia menyipitkan matanya melihat penampilan Alena.
" Kau tampak muda dengan setelan baju itu.. "
" Apa aku sudah tua Kenzi? Lihatlah aku ini masih muda,tepatnya aku menolak tua.. " Ucapnya sambil tertawa.
" Apa kau akan ikut hari ini? " Tanya Alena pada Kenzi.
" Selamat Pagi semuanya.. "
Semua orang menoleh kearah suara laki-laki itu..
Han Zhou melangkah dengan senyumannya,memperkenalkan dirinya kepada semua orang.
" Cihhh cari muka.. " Gumam Kenzi
Han menatap Kenzi dengan senyuman liciknya,
" Ahh rupanya Tuan Kenzi ada disini? Sejak kapan kau ada disini? "
" Seharusnya aku yang bertanya padamu.. "
" Kau bisa tanya pada Alena untuk apa aku kemari.. "
" Jadi bagaimana Kenzi apa kau mau ikut? " Tanya Alena lagi.
" Apa? Dia mau ikut? " Ucap Han Zhou berdecak.
" Ya.. Aku akan ikut,bukan hanya aku Yuzan juga akan ikut.. " Kata Kenzi sambil menarik Yuzan untuk berdiri disampingnya.
" Bagus sekali,kita bisa main double dengan jumlah kita.. " Ucap Alena dengan nada riang.
Wajah Han Zhou berubah muram,pandangan kesalnya nampak dari wajahnya. Kenzi hanya menyeringai melihatnya.
" Heyyy.. Bisakah kau lepaskan tanganku.. " Ucap Yuzan sambil berusaja melepaskan tangannya Kenzi
" Maaf aku lupa.. "
Yuzan hanya mengerucutkan bibirnya.
" Yuzan,Kenzi kau tahu? Kalian nampak serasi.. " Ucap Alena sambil tertawa.
" Apa yang kau katakan,dia bukan tipe ku sama sekali.. " Jawab Yuzan
" Apa kau pikir kau tipe ku juga? Lihat dirimu sama sekali bukan selera ku.. " Ucap Kenzi sambil memasang wajah masamnya.
Paman,bibi,Alena juga Han Zhou hanya tersenyum melihat tingkah mereka.
" Mommy.. Kau akan pergi? " Tanya Julian sambil menghampiri mereka.
" Sayang.. Mommy pergi hanya sebentar,Mommy akan berlatih tenis hari ini.. Kau bisa kan bermain dulu dengan nenek dan kakek hari ini? "
" Hmm baiklah.. Kenapa libur ini Daddy belum datang? "
" Nanti akan Mommy tanyakan pada Daddy.. "
" Hanna.. Kau harus patuh pada kakek dan nenek.." Sambil menggendong Hanna dan mencium keningnya.
Hanna hanya mengangguk mendengar perkataan Mommynya.
" Mommy.. Kiss me Mommy.. " Pinta Hanna.
Alena mencium pipi Hanna dan keningnya lagi.
Han Zhou melihatnya sedikit terenyuh dengan sikap kasih sayang Alena.
" Jangan lupakan makan Alena,Yuzan.. Kalian juga.. " Ucap pamannya.
" Baik.. " Jawab mereka.
Sesampainya ditempat latihan mereka melakukan pemanasan untuk melenturkan otot mereka.
" Baiklah semua sudah siap,kau akan berpasangan dengan Yuzan dan aku dengan Alena.. " Ucap Han Zhou.
" Kenapa harus seperti itu? " Ucap Kenzi sambil mengangkat alisnya.
" Sudahlah jangan membuang waktu,kau selalu protes Kenzi.." Gerutu Yuzan
Lalu mereka pergi ke posisi masing-masing
Pukulan demi pukulan membuat mereka imbang,sampai mereka istirahat dengan latihan babak pertama mereka.
" Alena ternyata permainanmu masih setangguh dulu.. " Ucap Han Zhou sambil meneguk air minumnya.
" Benarkah? Aku pikir aku sangat kaku.. "
" Kau memang terbaik Alena.. " Ucao Yuzan sambil menghela nafasnya.
" Terima kasih.. Terima kasih.. " Ucap Alena sambil tertawa.
" Kenzi apa kau tidak haus? " Ucap Yuzan sambil menawarkan air minumnya. Kenzi mengambilnya dan meneguknya.
" Terimakasih.. "
" Kau terlihat kesal,lihatlah wajahmu.. " Ucap Yuzan dengan pelan
" Aku kesal melihat wajah pria sombong itu.. "
Alena menahan tawa mendengar ucapan Kenzi.
" Sudahlah kau harus fokus berlatih,bagaimanapun Han Zhou sebenarnya orang baik.. "
" Aku cukup lelah,aku berhenti bermain.. "
" Yang benar saja ini masih babak pertama,kau payah sekali.. " Ucap Han Zhou sambil tertawa mengejek.
Kenzi berpindah dan duduk dikursi dengan pintu lapangan.
" Aku akan menemaninya,kau pergilah berlatih dengan Han Zhou.. "
" Baiklah,temani dia.. Hibur sedikit. " Ucap Alena sambil tersenyum.
Alena dan Han Zhou melanjutkan bermain tenis,Kenzi dan Yuzan memandangi mereka.
" Lihatlah keinginannya untuk mendekati Alena sungguh nampak dari wajahnya.. " Ucap Kenzi dengan kesal.
" Apa kau cemburu? "
" Apa? Aku? Cemburu? Bagaimana mungkin,dia itu istri dari kakakku mana mungkin aku cemburu,bahkan jika aku ingin juga tentu tidak bisa.. " Jawab Kenzi
Emily hanya tersenyum mendengarnya.
" Alena sepertinya cara memegang racket mu sedikit salah.. "
" Benarkah? "
" Iya.. Harusnya seperti ini.. " Ucap Kenzi sambil membantu membenarkan posisi genggaman tangan Alena.
" Seperti ini.. "
" Baiklah terimakasih.. " Ucap Alena sambil menoleh ke arah Han Zhou.
" Kau sangat cantik.. " Ucap Han Zhou tanpa sadar.
" Apa? " Tanya Alena.
" Ahh tidak,mari kita lanjutkan.. " Ucapnya sambil kembali pada posisinya.
" Lihatlah trik kotornya,supaya dia bisa memeluk Alena,sangat pandai bukan.. "
" Bisakah kau sedikit saja berpikir positif tentang Han Zhou? " Ucap Yuzan dengan sedikit membentak.
" Hey.. Apa kau menyukainya? Kenapa kau membelanya terus? "
" Aku tidak membelanya aku hanya kesal mendengar ocehanmu itu.. "
Yuzan dan Kenzi terus berdebat.