I Truly Love You Endlessly

I Truly Love You Endlessly
31. Berbahagialah..



Alena tiba didepan kamar Betric dia menghela nafasnya lebih dahulu dan membuka pintunya,


Saat masuk dia tertegun melihat Kenzo yang sedang memeluk Betric. Emily juga ikut kaget melihatnya.


Melihat Alena datang mereka tekejut bahkan Kenzo tertegun melihat Alena dengan matanya yang berkaca-kaca.


" Emily.. Tunggu aku diluar.. "


" Baik.. "


" Apakabarmu Betric? " Sambil melangkahkan kakinya


" Aku tidak menyangka suamiku akan ada disini,apa kau tidak bekerja sayang? " Ucapnya dengan senyuman pahit.


" Alena ini tidak seperti apa yang kau sangka dia akan jatuh dan aku menahannya.. "


" Aku menyangka apa memangnya? "


" Maaf waktuku tidak tepat,apa aku mengganggu kalian? "


" Inikah kesibukanmu selama 1 bulan ini sayang? Bahkan kau tidak jujur padaku,kau selalu bilang sibuk setiap kali aku memintamu menemaniku pergi.. "


" Maafkan aku,aku tidak jujur dengan semuanya,tapi aku berani bersumpah,aku dan Betric tidak ada hubungan apapun,kau bisa lihat keadaannya kaki nya lumpuh dan aku berusaha menyemangatinya agar dia kembali bersemangat.. "


"Kau lupa aku sudah tahu dia lumpuh sayang, kau memang tidak jujur padaku,bahkan mungkin tidak berniat jujur sejak awal,bukankah dulu kau selalu bilang agar aku tidak menyembunyikan apapun darimu,meskipun itu pahit kau bilang aku harus jujur.. "


" Alena.. Se.. " Betric mencoba memotong pembicaraan Alena.


" Kau diam Betric..!! " Bentak Alena.


" Kau tahu sayang,selama ini aku selalu berpura-pura tak tahu apapun tentang kalian.. kau tau hatiku hancur,kenapa kau lakukan ini padaku,kenapa aku harus mencintaimu,kenapa aku harus percaya padamu? "


" Maafkan aku Alena,tapi sungguh tidak ada maksud lain,aku hanya merasa bersalah,aku.."


" Sayang,apa yang kau katakan.. Jangan tinggalkan aku,aku mencintaimu,beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya.. " Ucap Kenzo sambil terus berusaha memeluk Alena.


" Semua sudah terlambat sayang,kau tau aku bukan wanita yang bisa mentolelir kesalahan seperti ini,seharusnya kau ingat itu.. Berbahagialah kau tanpa aku.. "


"Alena...aku tahu semua tentangmu,kau tidak sebanding denganku.. Kenzo kau harus sadar dia tak sebanding denganku,dia bukan wanita baik-baik.."


" Jaga ucapanmu Betric.. !! " Bentak Kenzo pada Betric.


" Betric.. Kau sungguh hebat bisa mengungkit masalalu seseorang tanpa tahu kejelasannya,hebat... Kau wanita hebat,kau wanita suci,masalalu mu sungguh bersih sepertinya.." Ucap Alena sambil bertepuk tangan


" Kau dengar itu Kenzo.. cinta pertamamu sungguh luar biasa,bukankah kalian memang sangat cocok.. "


Ucapnya sambil meninggalkan Kenzo. Kenzo menarik lengan Alena dan memeluknya,Alena hanya bisa menangis,menahan rasa sakit dalam hatinya.


" Pergilah Kenzo,tinggalkan aku.. Aku membebaskanmu mulai saat ini,kau tidak perlu membohongi siapapun,kau tidak perlu mencari alasan untuk apapun.. " Sambil mendorong jauh Kenzo


Kenzo berusaha mengejarnya,langkahnya berhenti seketika melihat kehadiran Zayden dan Julian.. Kenzo terkejut melihat pemandangan saat Alena,Zayden dan Julian berada dalam satu baris.


" Daddy.. " Panggil Julian sambil berlari kearah Kenzo,Kenzo menekuk kakinya menyambut Julian dengan pelukan.


" Daddy,Daddy ke 2 bilang dia Daddy kandungku.. Dia menjemputku untuk pergi bersama Mommy,Daddy kau nanti akan menyusul kitakan? " Tanyanya dengan wajah polosnya.


" Daddy akan menyusulmu nanti sayang.. " Sambil memeluk Julian dan meneteskan air matanya.


" Baiklah Daddy,aku akan berangkat sekarang.. Kau jaga dirimu selama aku dan Mommy tidak disini,jangan menangis Daddy.. " Sambil mengusap air mata dipipi Kenzo.


" Daddy tidak menangis,kau jangan nakal saat tidak ada Daddy.." Ucapnya dengan lirih sambil memeluk Julian.


Lalu Julian berbalik melangkah pada Zayden.