
4 Hari berlalu.. Alena sedang berdiri dibalkon kamarnya,menatap dengan lamunannya mengingat apa yang dilakukan Zayden beberapa hari yang lalu,Alena merasa bencinya bertambah dengan kelakuan Zayden,disisi lain masih ada sedikit hatinya yang dia simpan.
" Apa yang harus aku lakukan sekarang.. " Sambil menghela nafasnya
" Sayang.. Kau tidak mau berkemas? " Suara Kenzo membuyarkan pikiran Alena.
" Ahhh iyaa aku tentu akan berkemas,bukankah nanti sore kita harus pulang ke Makau.. " Sambil tersenyum gugup.
" Apa kau baik-baik saja? Ada hal yang kau pikirkan? " Sambil menyentuh rambut Alena
" Mmm tidak.. Aku hanya memikirkan model penggantiku.. Dengan siapa aku harus menggantinya.. " Sambil melingkarkan tangannya dipinggang Zayden.
" Jangan terlalu dipikirkan,kita diskusikan nanti setelah kita sampai di Makau.. Ok.. !! "
" Baiklah sayang.. "
Jerry dan Leya mengantarkan mereka ke Bandara,Sore itu senja benar benar sangat indah.. Begitu cerah bersinar,sepanjang jalan Alena hanya menatap jalanan yang dilalui,ada banyak kenangannya bersama Zayden disini,rasanya menyakitkan ketika terbayang segalanya,cinta pertama yang tak bisa bersama,kenangan indah maupun kenangan pahit semuanya kini sudah berlalu terkubur oleh waktu,meskipun dalam benaknya selalu dia simpan kenangan-kenangan itu.
" Ini sudah 4 Tahun Zayden tapi aku masih mengingat ini dengan baik... Apa kau ingat pertama kita bertemu,aku selalu mengingatnya.. Bahkan jalanan yang kita lalui masih terbayang dengan kenangan kita,kau selalu mengerti aku,kau selalu sabar dengan sikap manjaku,dulu bagiku kau segalanya.. Sampai akhirnya aku menemukanmu dengan kesalahanmu yang teramat menyakitiku. Aku membencimu sekarang Zayden,sangat membencimu.. " Gumam Alena dalam hati sambil terus menatap jalanan yang dilaluinya.
" Sayang kau pusing? " Tanya Kenzo Sambil memegang pipi Alena
" Mommy apa kau akan pingsan lagi? " Sambil melirik Alena
" Tidak sayang Mommy hanya sedikit mengantuk saja.. "
" Kau bisa tidur Alena sesampainya kita akan membangunkanmu.. " Sambung Leya
" Mmm baiklahh.. Aku tidur... " .
Sesampainya di Bandara Kenzo membangunkan Alena.
"Jerry,Leya dan Julian sudah duluan masuk kedalam,ayo sayang kita masuk.. "
Ketika keluar dari mobil mereka melihat Zayden yang berjalan menghampiri mereka,dengan sigap Kenzo memposisikan dirinya didepan Alena.
" Kau? Untuk apa kemari? " Kenzo menatap dingin Zayden.
" Aku dengar Alena ku akan pulang ke Makau hari ini,jadi aku ingin melihatnya.. "
" Well.. Dia istrimu,tapi dia tunanganku 4 Tahun lalu.. !! "
" Zayden.. Maaf aku bukan tunanganmu,aku adalah istri dari Kenzo Marvelo.. Bukan tunanganmu.. !! " Dengan nada dinginnya.
" Aku tidak peduli kau siapa sekarang,tapi aku akan tetap mengambil apa yang harus jadi milikku akan tetap milikku dengan cara apapun !! "
Mendengar ucapan Zayden,Kenzo mengepalkan tangannya dia berusaha menahan amarahnya.
" Coba saja kalau kau berani merebutnya dariku,bahkan jika kau menyentuh sehelai rambutnya pun aku akan menghabisimu.. "
" Hahahahaha menghabisiku? Tuan Kenzo Marvelo kau tidak tau betapa Alena mencintaiku dari dulu dan kau datang padanya saat kita sedang dalam masalah,kau pikir sekarang dia sudah tidak mencintaiku lagi? Kau tidak lihat tatapan matanya masih ada cinta untukku disana !! " Dengan tawa ejekannya.
" Tahu apa kau tentang kita Tuan Zayden Jian? dengarkan aku.. Aku sudah tidak mencintaimu,aku bahkan membencimu sekarang.. Aku jijik dengan kelakuanmu !! "
Lalu menarik Kenzo masuk dalam pesawat
Deeeggg..... Rasanya hati Zayden hancur mendengar Alena mengatakan itu,wanita yang dicintainya sekarang membencinya.dia ingin sekali memeluk Alena dan berkata jangan tinggalkan aku lagi,tapi dia berusaha menahannya.Zayden hanya bisa menatap punggung wanita yang dicintainya semakin menjauh dan tak terlihat.
Alena berjalan dengan menggenggam tangan Kenzo,matanya berkaca-kaca menahan tangisannya,dia tak ingin Kenzo melihat tangisan yang disebabkan oleh Zayden.
.
.
.
.
Say Hallo to Kenzo.. 😍
Ganteng banget si Kenzo ini..
Jadi gimana pendapatnya? 😌
gantengan mana sama Zayden? 😌