
Pagi sekali Alena terbangun,dia turun kebawah dengan masih menggunakan gaun tidurnya.
" selamat pagi Alena.. "
" Selamat pagi kakak,kakak ipar.. "
" Kalian sudah mau berangkat bekerja sepagi ini?"
" Iya,kami ada meeting jam 7 nikmati sarapanmu lalu pergi mandi.. "
" Mmm ok.. " Sambil memakan roti didepannya.
Setelah kepergian Ayah dan Ibunya perusahaan diserahkan pada Leya dan Alena,tapi Alena menolak,dia hanya ingin mengurus perusahaannya sendiri,maka dari itu Yong Company sekarang dipimpin oleh Jerry dan Leya..
" Jam berapa Zayden akan kesini? "
" Mmmm entahlah,mungkin siang atau sore atau sekarang.. Aku tidak tau,tapi yang jelas hari ini.. "
" Zayden akan kesini hari ini? untuk apa? " Sahut Jerry.
" Dia akan mengoceh tentang kejadian 4 tahun lalu kakak,entahlah.. Aku sudah menolaknya tapi dia bersikeras ingin menjelaskannya.. "
" Kau lebih berhati hati,jika ada sesuatu telpon kita.."
" Julian belum terbangun ? Bagaimana kalo Zayden melihat Julian? Dia pasti akan terus bertanya tentang Julian,sebaiknya kita bawa Julian ke kantor saja agar lebih aman,biar Yaoyi yang mengurus Julian disana "
" Ya ampun kau benar kakak,baiklah aku akan keatas membangunkan Julian agar ikut bersama kalian.. " Lalu Alena pergi keatas membangunkan Julian. Setelah semua siap Julian dibawa oleh kakaknya.
" Mommy apa aku akan ikut paman ke kantornya?" Tanya Julian sambil mengunyah sarapannya.
" Iya sayang,kau ikut ke kantor dengan uncle Jerry juga aunt Leya,kau bisa main disana dengan paman Yaoyi.. "
"Apa mommy tidak mau ikut?"
Setelah mereka berangkat Alena mandi dan bersantai santai,sambil menebak apa yang akan dikatakan Zayden hari ini.. Dia teringat Kenzo,dia belum memberitahukan tentang Zayden akan .
" Sayang.. Aku rindu,kau sedang apa? Apa sedang memikirkan aku? "
" Sebentar lagi aku akan sampai di Tianjin,bisakah kau menjemputku di Bandara? " Sambungnya
Melihat pesan Kenzo dia kaget,bagaimana mungkin sekarang Kenzo kesini dan Zayden akan kerumah juga,sedangkan dia belum memberitahukan Kenzo tentang Zayden akan datang dan tujuannya.
" Ohh Tuhan.. Apa yang harus aku lakukan? Aku belum memberitahukan pada Kenzo.. " Sambil menarik nafasnya dalam dalam..
" Ok.. Alena santai,tetap tenang,sesampainya dirumah aku akan memberitahu Kenzo.. "
Dengan santainya dia membalas pesan Kenzo.
" Kau memang selalu pandai membuat kejutan untukku sayang,tentu aku rindu.. Aku senang.. Dengan senang hati aku akan menjemput suamiku yang tampan.. " Dengan tanda hati dibelakangnya.
Alena bersiap siap untuk menjemput Kenzo ke Bandara.dia berdandan dengan cantiknya,menggunakan gaya Vintage agar terlihat manis didepan Kenzo.
Sesampainya di Bandara.Kenzo disambut dengan pelukan hangat Alena,lalu kenzo menciumi pipinya dan keningnya,saat akan menciumi bibirnya,Alena menghalanginya..
" Sayang.. Ini di Bandara,orang akan melihat kita.. " Sambil memeluk pinggang Kenzo
" Maaf sayang,aku terlalu rindu,aku terlalu senang melihatmu.. "
" Baiklah Tuan Kenzo,ayo kita selesaikan dirumah.. Bukankah tadi ada yang bilang rindu padaku.. " Sambil tersenyum nakal pada Kenzo
" Istriku memang mengerti.. " Sambil merangkul pinggang Alena.
Dari kejauhan ternyata Zayden melihat mereka,dia sedari tadi mengikuti Alena ketika akan sampai dan melihat mobil Alena melewatinya.Dengan penasaran dia mengikutinya dari belakang.. Dia memperhatikan mereka dari kejauhan.
" Ohh.. Apakah itu Kenzo suami Alena? Sepertinya aku tahu dia.. " .
" Bukankah itu Kenzo marvelo? Direktur utama dari Kenzo Company,dia suami Alena? " Zayden terus memandang mereka yang semakin menjauh dan menghilanh dari pandangannya.