I Truly Love You Endlessly

I Truly Love You Endlessly
11. Kau selalu cantik..



Diperjalanan Alena memberitahu bahwa Julian dibawa kakaknya ke kantor,dia hanya menyebutkan Julian bosan dirumah.Sesampainya dirumah Alena menyuruh Kenzo untuk mandi.


" Sayang,kau mandilah dulu.. Aku akan menyiapkan makanan untukmu " Sambil melepaskan kemeja Kenzo


" Aku tidak lapar sayang,aku hanya ingin memakanmu.. " Goda Kenzo


" Tidak bisa,kau harus mandi dulu dan makan.. Setelah itu terserah kau saja.. " Sambil mendorong Kenzo ke kamar mandi


" Ayolahhh ini sudah 4 Tahun bersamanya,tapi aku masih saja suka berdebar dan malu didepannya.." Pipinya merah merona.


Alena turun kebawah dan menyiapkan makanan dibantu bibi zhang.kenzo selesai mandi dan turun.


" Sayang.. kau yang memasak ini? "


" Bukan sayang,bibi zhang yang memasak.ayo kita makan!! "


kenzo tak melepaskan padangannya pada alena,bahkan saat sedang makan.diperhatikannya,dilihatnya pipi alena memerah seperti buah apel.


" Sangat lucu dan menggemaskan.. " Gumam Kenzo


" Kalau kau terus menatapku seperti itu aku tidak bisa makan sayang "


" Kau cantik aku selalu jatuh cinta.. "


" Jadi jika nanti aku sudah tidak cantik kau akan mencari yang cantik lagi? "


" Tentu tidak.. karna dimataku yang selalu yang tercantik.. " sambil mengedipkan sebelah matanya.


" Gombal sekali.. " Ucap Alena sambil tersenyum.


Mereka selesai makan dan bersantai sebentar.Alena naik kekamarnya untuk mengambil telponnya untuk memberitahu kakaknya dan Julian.Diikuti Kenzo dari belakangnya.


" Sayang.. Kau kesini? Aku hanya mengambil telponku untuk memberitahu kakak dan Julian kau sampai dirumah hari ini ".


" Mmmmm nanti saja,mungkin Julian masih betah disana,dan kakak sedang sibuk " Sambil memeluk Alena dari belakang.


Dia menghembuskan nafasnya ditelinga Alena,membuat Alena berdebar dan pipinya memerah.Kenzo tersenyum melihat ekspresi istrinya.


" Iyaa.. Aku bilang seperti itu,karna suamiku sangat rindu.. " Sambil berbalik memeluk Kenzo.


Kenzo menatap mata Alena,dia mulai mencium bibirnya,Alena merespon ciuman Kenzo.Tangan Kenzo masuk dan meremas gumpalan daging yang padat itu,Alena sedikit mendesah.Kenzo mendorong pelan tubuh Alena,memposisikan Alena dibawahnya.


" Sayang.. Kau selalu cantik aku selalu jatuh cinta tubuhmu begitu indah,aku beruntung memilikimu.." Sambil menciumi leher Alena. Alena hanya bisa mendesah tak bisa berkata apapun.dalam hatinya memanglah Kenzo sekarang orang yang dicintainya.


Mereka melakukannya,melepas kerinduan setelah beberapa hari tak bertemu sampai pada puncaknya sampai mereka lemas.


" Sayang.. Kau benar benar memakanku.... " Sambil membenamkan wajahnya pada dada Kenzo


" Tentu.. Bukankah kau selalu suka itu sayang.. " Sambil mengalungkan tangannya dipinggang Alena. Telpon Alena berdering.


" Hallo Mommy.. Aku bosan disini.. Uncle Yaoyi membosankan,dia mengabaikanku daritadi hanya sibuk menelpon saja " Rengek Julian


" Benarkah seperti itu jagoanku?" Sahut Kenzo


" Oh ya ampun Daddy,kau benar disana?? Aku akan pulang sekarang Daddy.. " Jawab Julian dengan riang.


" Baiklah cepat pulang sayang,Mommy dan Daddy menunggumu.. Bilang pada paman dan aunt Daddy mu datang " lalu mereka menutup telponnya.


" Jadi sampai kapan suamiku akan bermanja seperti ini? ayo kita harus mandi sayang,sebelum mereka datang.. " sambil mengusap bibir Kenzo.


" Apa kau sedang menggodaku? " sambil melerai rambut Alena


" Tidak,aku hanya baru sadar bibirmu sexi sayang.." sambil tertawa kecil.


" Kau baru sadar sekarang? " sambil menciumi pipi Alena.


" Hentikan sayang ayo kita mandi.. " sambil menghalangi bibir Kenzo dengan tangannya.


" Baiklah kita mandi bersama.. "


" Terserah kau saja.. "


Lalu Kenzo mengangkat Alena untuk mandi bersama.